My Rae’s Diary – Makan Apa ya Sebaiknya?

Hellow Om, Tante , Para Sahablog mamaku yang paling kece, namaku Raenar Anugerah Balaati. Umurku 5.5 bulan. Aku lahir belum genap 36 minggu seperti teman-teminku lainnya. Tapi, kata mama, kesehatan dan perkembanganku sungguh merupakan keajaiban. Beratku cuma 2.6 kg, kecil tapi semua anggota tubuhku sudah sempurna. Itu merupakan Anugerah kan? Itulah Namaku. Tapi aku lebih suka dipanggil Rae, kata mama lebih kece.

baby-rae

Ini aku baru keluar dari inkubator karena kekurangan oksigen

Maafkan ya kalau mamaku jarang ngeblog beberapa waktu ini. Biasa deh, mama suka galau sebelum ketemu sama Papa. Setelah ketemu Papa, mama sibuk membangun cita dan cinta , lalu hadirlah aku Agustus 2016 lalu. Sekalipun aku masih bayi, mama sudah ajak aku jalan sana jalan sini lho.

Aku juga udah naik pesawat dan senyam senyum ke semua orang yang aku temui. Kata mama aku anak yang ramah dan murah senyum, ga banyak nangis kecuali kalau aku haus, gerah sama popokku yang penuh, atau kalau aku pengen mama peluk-peluk. Aku anak baik kan? 🙂

pesawat

Aku di pesawat menuju Semarang

Oh, kalo ditanya soal hobi, ga jauh berbeda kok hobiku dengan anak seumur aku. Minum susu, tidur, main krincingan dan baru-baru ini aku sudah bisa tengkurap meski sedikit dibantu sama papa atau mama. Yang pasti aku bayi full ASI lho meski mama kerja terus tiap SenJu alias Senin sampai Jumat.

Dan ga cuma mamaku yang berjuang, Papaku yang jaga aku tiap SenJu selama mama kerja juga hebat lho. Papa super sabar dan telaten sambil kerja dari rumah dan mengasuh aku yang sudah makin suka diajak ngobrol ini. Papa Mamaku contoh yang luar biasa untuk kerja sama dalam Rumah Tangga, begitu kata Opung dan Oma. Semangat terus ya Papa dan Mama!

tengkurep

Aku bisa tengkurep

 

Dan, awal Maret nanti, mama bilang aku udah bisa makan selain tetap minum ASI. Mamaku lagi sibuk neh tanya sana sini harus kasih aku makan buah, sayur, atau makanan serealik seperti beras terlebih dahulu. Tante dan Om ada masukan untuk mama gag ya? Yah… aku tahu, mama sudah tanya bidan , tanya Oma, tanya Opung, tanya semua, tapi katanya mau survey suara terbanyak. Begitulah kalau mama sudah galau… ^_^

 

Terimakasih sudah berkunjung ke blog Mama ya Om, Tante… ditunggu sarannya untuk aku yang ganteng ini. *_^

 

 

Advertisements

THE GUARDIAN ANGELS

They are 3 guardian angels in my wonderful life ^^

God send me 3 brothers and make me laugh, cry and mad through them all
Tobias is the oldest brother than Weago and Wewin

I love them all…

I am happy when i remember how Tobias made me cry sometimes because of our stupid fights.
I love being laugh when Weago start to tell me his imagination about Pentagon, about NASA and being a billionaire someday to buy me a red Jaguar
And I felt regret after mad because of the youngest , Wewin who is silly and annoying , but also he has always been persuading me to laugh with a funny expression on his face after that all 🙂

I love to have them on my life.
I want to tell them how happy I am as their older sister, as the first daughter of my parent … and as their rasper 😉

Suddenly, today I remember that day…
When I was in 5 years old, I asked my mom to give me one or two brothers to protect me someday when we all grown up. Yeah, I have 3… not only 2. ^^

And when Tobias come in my 6th years life, i felt so excited . More excited when 2 years after Tobias, Weago was born. A charming brothers make me proud .
But when Wewin was born at my 16th years life , i am very excited than before. He was very cute and his smile always melt me.

dearest brotherObi, Me and Igo (Ewin took the pic)

I love them all. And finally, we are still protect each other til now.

Now? Tobias has been grown up well with his large heart for protecting our Mom. He always pickaback our Mom every morning to her wheelchair, and never complained. He looks like my Dad, his face and his caring of my Mom.
Weago at his first year of the college and still fighting with his ego. Like Tobias do at his age, but it will change him to be a better person than yesterday. I am very happy that he can get the scholarship but i am very upset when he failed to keep his performance in the first semester. Now, he is trying to survive and my responsibility is always helping him to through all obstacles for getting a bachelor degree .
And our little Wewin, still dream of becoming a preacher someday. Like my Dad’s dream at his childhood.

I can’t imagine how their lives in the next 10 years , but I always pray for the best of them.
Pray for their dream, their health and their life.

When I feel unhappy or sad especially when I feel this life become so heavy for me without my Dad , I try to remember the three guardian angels, and say to my self that everything gonna be alright ^^

Thank You Bro for loving me so much ^__^

ONE WARM WORD

Udah lama ga nulis sesuatu tentang Korean Drama di sini… 🙂
Buat sahablog sesama pecinta drama Korea mungkin udah tahu ya beberapa drama Korea yang lagi hits di awal 2014 yang salah satunya judulnya ‘ONE WARM WORD’ .
Awalnya ga begitu tertarik sama ne drama ( lebih kepincut sama drama lain seperti ‘Prime Minister and I dan ‘My Love From Another Star’), karena ceritanya tentang perselingkuhan gitu. Tapi baca sinopsis awalnya di salah satu blog spoiler drama Korea kesukaan saya kok jadi malah makin tertarik ya…

Sejujurnya, karena wajah tampan Kim Sang Woo dan wajah cantik Han Hye Jin yang buat saya tertarik menikmati drama ini, namun ceritanya ternyata jauh lebih menarik lho.
Ceritanya tentang perselingkuhan yang dilakukan Na Eun Jin (Han Hye Jin) dengan Yoon Jae Hak (Ji Jin He). Dua manusia ini melakukan apa yang tidak seharusnya melakukan dengan latar belakang yang berbeda.
Na Eun Jin awalnya merasa kesepian dan frustasi karena kurang perhatian suaminya yang pernah berselingkuh dan sering mabuk-mabukan, sementara Jae Hak memiliki keluarga yang sempurna dengan situasi ekonomi yang berkelimpahan namun awalnya dia menikah tanpa cinta sebab istrinya, Song Mi Kyung (Kim Ji Soo) adalah wanita pilihan almarhum ayahnya.

Sebenernya di awal film sudah ada adegan yang menunjukkan bahwa dua sejoli yang berselingkuh namun sungguh-sungguh saling mencintai ini sudah memutuskan berpisah dan mulai mencintai keluarga masing-masing dengan sepenuh hati.
Namun ternyata tidak mudah karena ternyata perselingkuhan mereka sudah lama tercium oleh istri Jae Hak yang sengaja mendaftar club memasak yang sama dengan Eun Jin selingkuhan suaminya sejak awal dia tahu kebenaran perselingkuhan itu. Ditambah lagi Sung So juga akhirnya tahu Eun Jin istrinya melakukan perselingkuhan. Ceritanya makin kompleks saat adiknya Eun Jin dan adiknya Mi Kyung berpacaran.

Deb ga akan buat sinopsis panjangnya seperti blog-blog sinopsis Korea lainnya, kalo mau liat detail ceritanya bisa baca sinopsisnya di dramabeans.com atau download episode terbarunya di gooddrama.net yah…One_Warm_Word
Seperti biasa, setiap nonton drama Korea kok ya saya jadi dapet hikmahnya lagi (pembelaan inih sepertinya yah?). Sederhana sih pemahaman saya ini, dan mungkin yang udah menjalani pernikahan lebih mengertilah ya dibanding saya yang masih single.
Sebenernya yang buat kita ga puas sama pasangan kita ya karena expectation atau harapan kita akan pasangan kita itu sendiri, bener kan ya? Misalnya kita maunya si pasangan 24 hours ada untuk kita, padahal hidup dia kan ga melulu bersama kita ya? Atau contohnya si Eun Jin itu kesel sama suaminya yang ga bisa bantu menenangkan anak mereka yang masih bayi padahal dasarnya si Sung So ga bisa urus anak kecil bukan karena ga sayang istri dan anak lho….

Dan hal lain yang buat kita ga puas sama pasangan adalah karena kita ga bersyukur.
Contohnya si Jae Hak ini neh… yang super duper menyebalkan di drama ini ( oops… Debby jadi terbawa emosi ^__^ ). Jae Hak itu punya cinta lho sebenernya, malah banyak cinta yang dia terima. Istrinya yang amat sangat sayang sama dia dan bahkan istrinya itu sangat sayang sama ibunya meskipun suka merepet ga jelas, dan almarhum ayahnya yang lama sakit juga dengan telaten diurusin Mi Kyung tanpa mengeluh. Anak-anaknya Jae Hak juga sangat sayang sama dia, ibunya yang suka merepet itu apalagi… sayang banget sama si Jae Hak ini. Tapi kok ya dia selalu merasa ga puas ya sama hidupnya yang berkelimpahan??? Manusia seperti Jae Hak ini yang paling kasihan menurut saya. Dia ga pernah sadar dan bersyukur kalo apa yang dia punya itu adalah anugerah terindah dalam hidupnya.

Cerita ini sepertinya diambil dari kisah nyata ya… karena dalam banyak cerita nyata dari beberapa temen, saya juga pernah mendengar dan melakukan kisah perselingkuhan seperti ini. Akhir-akhir ini yang suka buat saya parno menghadapi kehidupan pernikahan adalah karena banyak orang gagal dalam mempertahankan pernikahan mereka (ga maksud menyalahkan atau menyinggung siapapun yah). Meski saya tahu mereka gagal belum tentu saya gagal yah…

Tapi parnonya saya ini positiflah, karena saya parno makanya saya banyak menggali informasi yang mana yang harus saya terapkan dan yang mana yang harus saya hindarkan kalau saya menikah suatu hari nanti. Dan yang saya temui ga melulu tentang kegagalan kan, contoh nyata ya Bapak dan Mama saya sangat berhasil membina rumah tangga mereka sampai maut memisahkan.

Kata-kata itu bisa menjadi doa. Jadi sesuai judul film ini hanya karena SATU KATA HANGAT manusia bisa merasa bahagia. Saya rasa mengatakan cinta pada yang tercinta sebisa dan sesering mungkin adalah doa dan harapan tentang cinta itu sendiri ya kan?
Karena cinta juga adalah pilihan.

Yang saya liat di film ini, si Jae Hak sangat jarang ucapin cinta sama istrinya meskipun istrinya dah minta kata ‘terimakasih’ diganti jadi ‘i love you’, tapi yang terucap sama Jae Hak adalah ‘Maaf’. Kasian kan istrinya , kasian juga Jae Hak yang cuma mengartikan cinta adalah perasaannya untuk Eun Jin, padahal cinta pada dasarnya ga menyakiti lho… Menurutku, cinta harusnya buat kita bahagia dan sekeliling kita juga bahagia. Jadi buat yang sering menyalahkan cinta, rasanya konyol banget. Bukan cinta yang salah, tapi manusia yang ga bisa mengendalikan perasaannyalah menurutku yang bersalah.

Kesimpulannya sih sederhana juga ya menurut Debby, kalau kita bisa mencintai diri kita sendiri, kita bisa mencintai orang lain. Kalau kita bisa menghargai diri kita sendiri, kita bisa menghargai dan dihargai orang lain. Dan… kalau kita bersyukur untuk hidup yang kita miliki, kita bisa mencintai dan menghargai orang lain dalam hidup kita. Pada dasarnya kebahagiaan itu adalah pilihan hati kita.

Bukan apa dan bagaimana sesuatu yang kita peroleh itu yang membuat kita bahagia, tetapi bagaimana hati kita menerima segala sesuatu yang kita peroleh dengan mensyukurinya itulah kebahagiaan sesungguhnya.

Happy Weekend… ^^

GOD IS FAIR ?!

Baru-baru ini Deb aktifin FB lagi setelah lama ga nyentuh dunia maya karena sang pacar dulu itu gag suka saya punya dunia di luar dunia dia 🙂 jadi setelah lama ga tahu kabar teman di sana dan di sini, beberapa hari teraIMG-20131129-WA0020khir saya mampir tuh ke profile FB mereka.
Dan tahu gag? Ada yang buat nangis, ada yang buat senang, yang paling sebel adalah saat merasa iri sama apa yang terjadi sama temen-temen selama saya menghilang dari peredaran T__T

Jelek sih sifat Debby ini ya. Kalo liat orang yang tadinya jelek jadi cantik banget, yang tadinya ga eksis jadi eksis banget, yang susah sama-sama dulu sekarang seneng-seneng dewe, rasanya sakit banget ya? gitu ga sih yang kalian rasain sahablog?

Tapi lama-lama kok ya saya tertawa sendiri lihat kebodohan diri ini. Lha masak orang susah aku senang dan orang senang aku susah ya? Ini kan jahat namanya ^^
Dan setelah ngobrol tengah malam lewat WhatsApp sama Kak Jul , kenapa ya pikiran waras saya balik lagi dan malah bisa berhasrat nulis macem-macem di sini ya? #lirik kak Jul#

Jadi ceritanya semalam kita curhat-curhatan gitu soal kerjaan dan lain-lain, dan sejujurnya neh saya menangis pas cerita sama kak Jul beberapa filosofi Alm. Bapak saya yang ga pernah punya musuh karena hatinya yang baik luar biasa itu. Bukan kak Jul sih yang buat saya tobat (biar ga GR si kakak ^^) , tapi keinget sama omongan Bapak saya , kalo ternyata yang buat kita sakit hati tu bukan orang lain lho, tapi diri kita sendiri. Karena kita suka pake ukuran yang salah stiap kali bersikap, berfikir terhadap orang lain.
IMG_20131130_101028
Ya contohnya saya ya… kalo saya ga banding-bandingin temen saya si A yang udah nikah , punya keluarga bahagia , suami penyayang, anak cakep, dengan kehidupan saya yang sekarang yatim, jomblo, masih suka sakit-sakitan, hidup saya bakal nambah sakit kali ya…
Tapi kalo saya bandingin si A sama hidup saya yang penuh cinta karena mama dan adik-adik saya, pekerjaan saya yang luar biasa, teman-teman yang super care dan segudang kebaikan lainnya, pasti saya berhasil awet muda ya karena ga pernah cemberut sama Tuhan ^^

Yah… semalam saya mikir kalo saya jadi si A apa saya sebahagia sekarang ya? Sepertinya gag. Soale sampek sekarang ne saya sedang merajut banyak mimpi yang kalo saya married mungkin ga bakalan bisa terwujud. Kalo saya punya anak kasian kali ya soale saya juga urus diri sendiri masih suka nyeleneh kok. Kalo saya punya suami lebih kasian lagi ya karena saya masih lebih cinta sama diri sendiri sampek sekarang ^^

Kesimpulannya? Tuhan itu adil banget ya? Setuju kan????IMG-20131129-WA0027

o, ya… foto-foto narsis saya di atas itu diambil sehari sebelum Bapak meninggal, saya ada di Puncak rame-rame temen kantor lagi liburan. Dan saya bersyukur karena Tuhan ambil Bapak saya sewaktu saya ada bersama teman-teman yang care sama saya. Kalau bukan karena mereka mungkin saya ga bisa on time lihat Bapak untuk yang terakhir kalinya ya… Mungkin juga saya pingsan sendiri di kamar ya pas denger kabar duka itu, tapi karena ada mereka tangan saya jadi lebih kuat dan hati saya bisa lebih tegar karena doa mereka ^^
Terimakasih ya temans untuk semua perhatian dan dukungan kalian…. 🙂

INDONESIAKU SEKARANG…

Tanah Karo, tempat mama juga adik-adikku menjalani kesehariannya, meski kami bukan suku Batak Karo tapi keluargaku sudah cukup lama bertahan di kota Kabanjahe nan sejuk serta ramah penduduknya.
Kini Tanah Karo tertutup abu vulkanik SiNabung. Smakin hari si Gunung batuknya smakin sering dan smua orang smakin panik. Biasanya kesegaran yang terhirup setiap pagi adalah bukti nyata kokohnya Sang Gunung di Tanah Karo, tapi sudah beberapa bulan belakangan embun pagi berganti menjadi hujan abu 😦
Embun yang menyejukkan tiba-tiba menyesakkan. Rasa takut, Lapar, Dingin dan Sesak… semua terkomplikasi lewat erupsimu Bung…

Jakarta…Mount Sinabung volcano spews ash and lava as seen from Erajaya village in Karo district, Indonesia's North Sumatra province
Di sini aku berjuang mencari sesuap nasi untuk bertahan hidup dan mensupply sedikit hasil peluh untuk adik-adik tercinta… tapi hujan yang tak kunjung istirahat membuat kota besar nan padat penduduk ini mulai digenangi air kotor di sana sini. Berbagai penyakit mulai berdatangan dari si kuman yang tersisa saat banjir datang.

Dan Manado… ??? Ga jauh beda seperti Jakarta dengan masalah banjirnya. Ga disangka, banjir yang dikhawatirkan di Jakarta malah menyambangi Manado dengan lebih dahsyat lebih dahulu. Ayah mencari anak, anak mencari ibu, semua hanyut tersapu si banjir bandang. Tak pandang harta, tak pandang rupa… Bencana, mengapa kamu tega ?

Sementara petinggi negara sibuk dengan urusan politik dan kampanye masing-masing, yang lain sibuk bahu membahu memerangi bencana yang melanda. Yang lain lagi sibuk berdoa memohon ampun. Ada juga yang sibuk meneliti siapa salah, siapa benar padahal bencana tak sibuk mempersalahkan.
Nurani? Kemanakah dia pergi?

Hanya Tuhan Yang Kuasa yang berkenan memberi belas kasih untuk mendidik kita dengan berbagai pencobaan yang Dia ijinkan terjadi saat ini.
Skalipun masih banyak manusia berhati binatang di luar sana, tapi kasih Tuhan untuk bangsa ini tidak akan berkesudahan
Badai pasti kan berlalu. 🙂


Indonesia, May God always bless u ^^

YANG BARU DI 2014

Sore kemarin telepon di meja kerjaku berdering.

R : Deb, ada kirimian dari shop online ZALORA yah untuk dirimu
D : Ok Mba… meluncur.

Dengan riang kuhampiri meja Resepsionis (R) dan menemui kurir yang udah siap dengan barang pesanan dan pulpen untuk mengesahkan penerimaan barang tersebut.
Sebelum tandatangan, dengan bersemangat kubuka plastik pembungkus dan kotak yang melindungi sesuatu yang kupesan dari ZALORA.

Dan inilah dia :

sepatu baroe

Gambar diambil dari website ZALORA ya. Baru kali ini belanja online dan sangat puas karena ukuran sepatu ini pas banget untukku. ^^
Bentuknya simpel dan ternyata lebih bagus daripada yang ada di gambar lho. Sepatu ini hasil dari ngeblog juga lho. Dapet voucher sebagai reward karena ZALORA masuk ke blog Debhoy. So, daripada bingung mau belanjain tuh voucher, ya saya pakai untuk beli sepatu flats yang memang sedang saya butuhkan.

Yah slain sepatu baru, status baru juga mengikuti saya di awal tahun 2014 ini. Sudah yatim, jomblo juga, begitulah kata Debhoy. Tapi don’t be worry, kesibukan di pekerjaan dan keluarga yang membutuhkan perhatian lebih, sudah membuat saya lebih bersemangat daripada terus-terusan menangisi hari yang lalu.

Seperti mendukung saya, si sepatu cantik menandakan bahwa saya siap melangkah dengan lebih baik lagi di tahun 2014 ini.
Almarhum Bapak pernah bilang, bahwa orang disebut dewasa bukanlah dinilai dari usianya atau besarnya fisiknya , tapi dari cara berfikir dan bertindaknya. Saya sangat berharap tahun 2014 ini saya bisa menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Belum terlambat kan untuk menyampaikan harapan dan perubahan yang harus saya lakukan di tahun ini? Lebih dekat dengan Tuhan (nambahin jam-jam doa dan perbanyak baca Alkitab) , lebih perhatian sama keluarga dan lebih rajin kuliah (mudah-mudahan pekerjaan di kantor ga buat saya malas kerjain tugas), yang terakhir, saya sungguh berharap agar tahun ini saya lebih banyak tersenyum daripada menangis ^^

Semangat!!!