H-3 – FAREWELL

Why can’t we get all the people together in the world that we really like and then just stay together? I guess that wouldn’t work. Someone would leave. Someone always leaves. Then we would have to say good-bye. I hate good-byes. I know what I need. I need more hellos. ~Charles M. Schulz

fotos_20140227120121

Finance A/P Overseas

Dear Friends,

I have enjoyed my time with u all and appreciate the support and help you all.

There is one memory that always be in my mind, when we go for the vacation to Puncak, that time was so amazing.

29 - 30 Nov'13

29 – 30 Nov’13

Having fun and in the next day you all cry with me on that villa. So much fun on the last day of the vacation before i got the short message on my mobile phone which informed me that my Dad passed away.

I can’t imagine if it was you guys weren’t there to cry with me, to pray for me and hug me when i was screaming of my sorrow . It was very touched moment that i ever had on my wonderful life 🙂

And from the bottom of my heart I want to say thank you to all of you, for your helps and assistance during my 1.8 years stay in our division. It was a wonderful experience working with you all.

IMG-20131129-WA0016

I am going with a lot of good memories which will be long cherished and this experience will truly be memorable for years to come.

I will miss you all 🙂

Advertisements

GOD IS FAIR ?!

Baru-baru ini Deb aktifin FB lagi setelah lama ga nyentuh dunia maya karena sang pacar dulu itu gag suka saya punya dunia di luar dunia dia 🙂 jadi setelah lama ga tahu kabar teman di sana dan di sini, beberapa hari teraIMG-20131129-WA0020khir saya mampir tuh ke profile FB mereka.
Dan tahu gag? Ada yang buat nangis, ada yang buat senang, yang paling sebel adalah saat merasa iri sama apa yang terjadi sama temen-temen selama saya menghilang dari peredaran T__T

Jelek sih sifat Debby ini ya. Kalo liat orang yang tadinya jelek jadi cantik banget, yang tadinya ga eksis jadi eksis banget, yang susah sama-sama dulu sekarang seneng-seneng dewe, rasanya sakit banget ya? gitu ga sih yang kalian rasain sahablog?

Tapi lama-lama kok ya saya tertawa sendiri lihat kebodohan diri ini. Lha masak orang susah aku senang dan orang senang aku susah ya? Ini kan jahat namanya ^^
Dan setelah ngobrol tengah malam lewat WhatsApp sama Kak Jul , kenapa ya pikiran waras saya balik lagi dan malah bisa berhasrat nulis macem-macem di sini ya? #lirik kak Jul#

Jadi ceritanya semalam kita curhat-curhatan gitu soal kerjaan dan lain-lain, dan sejujurnya neh saya menangis pas cerita sama kak Jul beberapa filosofi Alm. Bapak saya yang ga pernah punya musuh karena hatinya yang baik luar biasa itu. Bukan kak Jul sih yang buat saya tobat (biar ga GR si kakak ^^) , tapi keinget sama omongan Bapak saya , kalo ternyata yang buat kita sakit hati tu bukan orang lain lho, tapi diri kita sendiri. Karena kita suka pake ukuran yang salah stiap kali bersikap, berfikir terhadap orang lain.
IMG_20131130_101028
Ya contohnya saya ya… kalo saya ga banding-bandingin temen saya si A yang udah nikah , punya keluarga bahagia , suami penyayang, anak cakep, dengan kehidupan saya yang sekarang yatim, jomblo, masih suka sakit-sakitan, hidup saya bakal nambah sakit kali ya…
Tapi kalo saya bandingin si A sama hidup saya yang penuh cinta karena mama dan adik-adik saya, pekerjaan saya yang luar biasa, teman-teman yang super care dan segudang kebaikan lainnya, pasti saya berhasil awet muda ya karena ga pernah cemberut sama Tuhan ^^

Yah… semalam saya mikir kalo saya jadi si A apa saya sebahagia sekarang ya? Sepertinya gag. Soale sampek sekarang ne saya sedang merajut banyak mimpi yang kalo saya married mungkin ga bakalan bisa terwujud. Kalo saya punya anak kasian kali ya soale saya juga urus diri sendiri masih suka nyeleneh kok. Kalo saya punya suami lebih kasian lagi ya karena saya masih lebih cinta sama diri sendiri sampek sekarang ^^

Kesimpulannya? Tuhan itu adil banget ya? Setuju kan????IMG-20131129-WA0027

o, ya… foto-foto narsis saya di atas itu diambil sehari sebelum Bapak meninggal, saya ada di Puncak rame-rame temen kantor lagi liburan. Dan saya bersyukur karena Tuhan ambil Bapak saya sewaktu saya ada bersama teman-teman yang care sama saya. Kalau bukan karena mereka mungkin saya ga bisa on time lihat Bapak untuk yang terakhir kalinya ya… Mungkin juga saya pingsan sendiri di kamar ya pas denger kabar duka itu, tapi karena ada mereka tangan saya jadi lebih kuat dan hati saya bisa lebih tegar karena doa mereka ^^
Terimakasih ya temans untuk semua perhatian dan dukungan kalian…. 🙂

LESSON OF LIFE #2

Pukul 08.25 WIB, kulangkahkan kakiku dari halte busway yang hangat menuju gedung perkantoran di seberang dengan percaya diri, bahwa sang hujan akan berhenti tepat saat aku akan melangkah menyentuh trotoar di seberang sana.
Tapi sayang, keberuntungan tak berpihak lagi padaku pagi itu. Si pemalas ini mencoba mencari-cari sosok yang sering ku temukan beredar di sekitar halte membawa payung besar untuk membantunya menghindari sentuhan kasar titik hujan yang begitu deras.

Yap, di sana dia… seorang ibu bercucu empat itu lagi pikirku.
Jas hujan biru tua yang selalu dipakainya, senada dengan payung biru hadiah sebuah perusahaan asuransi dengan tulisan putih ‘Pr*d*nT*al” yang dipinjamnya dari tetangganya, adalah jejak penanda yang ia tinggalkan setiap kali kami bertemu di musim hujan ini.

” Nenk, ketemu lagi. Seperti biasa kan Nenk?” tanyanya dengan senyum semangat meski mentari malu-malu di balik awan hitam pagi itu.
” Iya Bu.” kusambut payung biru itu dan setengah terburu-buru mulai melangkah menuju gedung kokoh tempatku biasa menghabiskan setengah dari hari-hariku selama 1.5 tahun belakangan ini.

Namanya Nenek Mirah. Umurnya 62 tahun, badannya kurus dan keriput sudah menghiasi wajahnya yang sendu. Senyumnya untukku pagi itu kusyukuri, bahwa hidup hari ini patut disyukuri.
Dia bertanya bagaimana kabar ibuku di kampung dengan suara bergetar, ntah itu kedinginan atau karena terenyuh tentang situasi keluargaku di kampung sejak kami saling bercerita sambil menikmati hujan minggu lalu

” Masih seperti biasa Nek, tanpa Bapak hidup kami terus berjalan. Meski terkadang mama di kursi rodanya dan aku di sela-sela pekerjaanku menangisi kehilangan kami yang begitu dalam. Tapi karena Tuhan memberi kekuatan, kami bisa bertahan. Nenek juga kan? ” Ia tersenyum, matanya semakin berbinar senang mendengar jawabanku.

Dan dalam pertemuan singkat itu ia menceritakan kehidupannya setelah lebih dari seminggu kami tak bertemu. Cucu-cucunya yang nakal, dan anaknya yang suka mabuk dan main perempuan. Juga sang menantu yang telah tiada sejak cucu ke empatnya hadir ke bumi ini.

Namun keluh kesahnya selalu diakhiri dengan ucapan syukur, bahwa ia masih diberi kesehatan oleh Yang Kuasa untuk tidak menjadi pengemis. Menjadi buruh cuci, menjadi ojek payung, bahkan joki 3 in 1 sudah dia lakoni demi keberlangsungan hidup keempat cucu kesayangannya.

Setiap berpisah di depan satpam yang berjaga di pintu gedung , dia slalu berujar ‘ Smoga Ibu Nenk dan Nenk Debby diberkahi kesehatan dan rejeki yang melimpah dari Allah ‘ sambil berharap besok kami dapat bersua kembali dalam hujan.

Yah… hujan mempertemukan kami dan memberi kami pelajaran bahwa hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti ^^

Happy Sunday 🙂

LESSON OF LIFE #1

One day, I went home with my Dad with motorcycle from the traditional market with some heavy grocery that I held.
At that time, the rain has just come down and the way we pass through was perforated and slippery.
My Dad rode on the motorcycle carefully , but I was still afraid we could fall because of slipped.
He was felt my worried.

He stopped the motorcycle and said , “Boruku (in Batakness it means my dearest daughter), Jangan takut . Kamu kan udah tahu Bapak selalu berhati-hati dan penuh perhitungan setiap kali mengendarai motor ini”
Since i was in primary school, my Dad always take me to school by motorcycle.
And he never fault or get on an accident.
But because of his age , and the growth of my body that is greater than him, I was afraid we could fall.

After arriving at home, I was realize that it wasn’t because of his strength so my Dad could rode the motorcycle carefully , although the road was very slipped and my weight was very heavy, but because of love.
Loves reinforce my Dad so he could carrying on my mom to the church every Sunday, and love strengthen him to take care of his children with every problem.

And how about me?
Sometimes I feel too worried in facing this hard life like when I was behind my Dad when he rode the motorcycle.
But as the time passed, I realized that if I surrender and believe like when I was holding on my Dad, I will save and feel comfort. Life is like that road.
Maybe we think that God can’t help us because of our heavy sin, but in faith that God’s love is more than anything we can’t get slipped or fall.

Happy Sunday!

GOOD BYE 2013….

Dear 2013,

Good Bye!

I have passing you with happiness in the beginning and sorrow in the end.
Yes, when you come, i was very happy to celebrate that with my mother’s family in Cilacap
I still hear my father laugh by cellphone and said that he was hoping the best for my life at beginning of you, 2013.
But Dad never ask me about how’s my life here again since He passed away and i can’t see his smile.

It makes me very tired here… to feel sad, to cry and cry again before sleep.
I was not OK when you were going to passed.
Before you go, you surprised me with that grief.Happy-New-Year-2014-3
My Dad and my great-grandmother… they have left and leave us with sadness.

I wish that God can read this letter and pay the sorrow that He let happen in 2013 with happiness at 2014.
I don’t want to cry again in this year.
Maybe I’m too selfish, but I hope only happiness that accompanies this year until the end of

Happy in 2014 for u all my ‘SAHABLOG’
Hope this year will bring us happiness and success

SILENT NIGHT

Dear God, how are you today?
Did You and my Dad see me now?
I can not describe how is my feeling right now.
i want to cry but every people say that i can’t always cry
i want to shout but there is no right place for me to shout out my longing
sometimes i want You to hold me close so i can’t feel lonely anymore

Yes God, i am so sorry about this feeling
Whenever i hear the song of Silent Night, i just want to cry
Because this year is very Silent for me
You took my only one Dad in this world beside You
And i can’t do anything for Your will upon my life
You send another people to hold my hand but it is not as easy as they think God…

God… I am very happy for Your birth
I know that You come for bringing the peace to this world
When i look to You, i remember my Dad
I have many question for You when i pray
It’s about how amazing Your love to me, my Dad , my Mom, my brothers and silent nightsister.

I need You God , to walk beside me day by day
I couldn’t passing this life without You
I can accept the fact that You took my Dad as soon as this
Because i know Your birth brings us the happiness not the sorrow

SO , at this silent night i want to enjoy Your love for my life
My Dad always tell me that Your Love is GREAT, and You know God, i am very agree with him
When You took him from me, i believe You give me double protection for facing this world without my Dad.
I love You God…
Please tell my Dad that i miss him so much too…

For all Christian people in this world, Happy Merry Christmas for us !!!

LANGITKU

Ingin berlari di bebasnya ruang tak terbatasmu
Menyentuh gumpalan-gumpalan putih itu serasa segar dahagaku kan terhapus
Sambil berbisik pada bulatan kecil yang tak begitu benderan nyalanya
‘Aku ingin bebas dan terlepas melompati belengguku’

Tak ingin menggayut si hitam pekat memeras keluhku terlontar jauh
Asaku tak sehebat dulu tentang pertarungan dewa maut
Buailah aku dalam kelembutan hangatmu, desir menari disekitarmu
Seakan mengatakan dunialah periangmu, warnamu menghempaskan emosiku

Coba dan kucoba menyentuhmu semuku, peluhku bergayut
Tak seperti indahmu ternyata rasamu dan asaku
Si bulat besar disekitarmu tlah menyengatku mengkerut-kerut
Berteriaklah dan buat mereka tak lagi bersungut-sungut

Jangan hanya gemetar, tapi goncangkan saja
Tak ingin lagi kurasa menggayut hitam dalam asaku
Menghempaskannya melebihi pelangi di hati yang sepahit brotowoli
Kesemuanku menyempit tak lagi memberi ruang indahnya warna warni mejikuhibiniu

Esok nanti kan tiba waktuku, tangga-tangga itu kan membawaku padamu kan?
Lalu tak kuingat dan kulihat lagi semu yang dulu-dulu
Kulangkahkan kaki menapaki birumu, menengadahkan mahkotaku untuk PenciptaMu
Kubersyukur, masih ada kamu menaungi hari-hariku….

Langit….