ANYTHING

Sudah 10 hari ga menulis dan rasanya tangan ini begitu gatal. Thanks God kerjaan baru berhasil membuat saya bebas dari FB, Blog bahkan whatsapp sampe sms dari siapapun nyaris tak terbalas.
Baiklah… saya punya banyak utang cerita, mulai dari farewell , first day on my new job and all about me in this 10 days (sok penting banget lu Deb… *__^)

Mulai dari permintaan maaf buat komentar sahablog yang beberapa berupa pertanyaan ga bisa saya jawab, tapi percayalah saya baca semua komentar masuk meski tidak sempat membalasnya T_T

Kedua, tentang farewell… Puji Tuhan semua berjalan lancar. Baik foto-foto maupun chit chat sana sini untuk terakhir kalinya di kantor yang lama. Dan.. ini dia yang ditunggu…. beberapa gambar kecil yang terangkum ini mungkin bisa menghibur sahablog, hehehe…

FAREWELL

Ketiga, tentang pekerjaan baru yang membuat saya sangat sibuk. Sibuk tapi senang ^^
Sejak hari kedua sampai hari ini, saya lembur terus sampai jam 8 malam. Karena outstanding bejibun yang dtinggalkan oleh orang yang saya gantikan posisinya disana tidak ada yang bisa handle. Yah… anehnya saya ga mengeluh atau merasa capek meski invoice yang menggunung setiap hari tersenyum malu menyapa saya setiap pagi. hahahaha…..

Mungkin ini maknanya kalimat yang pernah saya dengar, kalo pekerjaan seberat apapun akan terasa ringan karena si pekerja memang menyukai pekerjaan tersebut.

Ke empat, saya senang hari ini bisa menulis tulisan ini ^^
Semoga besok bisa pulang on time (jam 8 malam dari kantor maksudnyaaa) jadi bisa tetap menulis meski hanya sekilas info seperti ini.

HAPPY BLOGGING ^^

Advertisements

WHAT’s ON MY MIND???

Katanya, kalo punya keinginan atau harapan, ga cukup cuma di impikan atau dipikirkan, tapi harus didoakan dan diucapkan setiap kali kita keinget sama keinginan atau harapan kita itu atau sedang berjuang meraih harapan itu . Nah, kalo Deb tuliskan, artinya sama dengan diucapkan ga ya?
Mungkin bisa berhasil , karena banyak yang tahu dan doain apa yang jadi harapan saya ini… Sederhana saja sih, saya ingin lulus diet (karena pola hidup saya bener-bener jauh dari kata ‘sehat’, no exercise just sleep after eat all the time when i had my free time ^^) , saya ingin cepet lulus sarjananya (masih stuck di semester 6 😦 ), stay di 1 perusahaan bonafit (yang ga cuma bonafit tempatnya, tapi kesejahteraannya) dan menikah (dengan orang yang saya harapkan untuk menghabiskan hidup bersamanya tentunya ):)

O, ya… ada lagi neh yang Deb lagi pikirin slain tentang si harapan ini. Kenapa ya saat saya udah memantabkan hati untuk 1 hal, slalu aja dateng hal ke dua. Untungnya saya sekarang ga mau bingung lagi sih…
Misalnya saja, saya udah fix memutuskan mau kerja di perusahaan retail hotel mulai Selasa depan , lalu Senin kemarin, dapet tawaran menggiurkan di sebuah perusahaan IT Consultant (yang udah pernah interview juga sih di situ). Secara income sih dibandingkan jarak, sama aja nilainya, tapi secara pengalaman, saya masih awam soal retail hotel dibanding IT Consultant 🙂 (but i like it so much kok, i’ll try to do my best in this company and if i can’t survive at this company, i will take that IT Consultant’s bid ^__^ )

Slain tentang harapan dan pilihan, ada juga soal drama KOREA yang sempet Deb bahas beberapa minggu lalu. Itu lho, yang judulnya ONE WARM WORD , happy ending ternyata (I am happy too 🙂 ) . Kedua pasangan yang pernah melakukan kesalahan, ga melulu diakhiri dengan perceraian. Bahkan kalo bisa jangan sampe deh bercerai, karena siapapun pasti pernah buat kesalahan. Yang terpenting bukan tenggelam dalam kesalahan itu, tapi justru berusaha memperbaiki kesalahan itu. Menurutku itu sih pesannya ^__^ .

Sekarang lagi seneng sama film EMERGENCY COUPLE , ada yang lagi ikutin tuh film gag ya? Film ini lucu, bikin kesel plus bikin haru aja. Ceritanya tentang dokter UGD yang pernah menikah dan ketemu lagi jadi dokter magang di RS yang sama. Lumayan lho buat hiburan selagi istirahat kerja .

Yang terakhir yang maugemukkanlah Deb ocehin di sini, hari ini hari terakhir saya jajan sampe 40 hari ke depan (mungkin berakhir di tanggal 13 Maret 2014). Ntah karena stress sama kerjaan atau memang dasarnya ga bisa ga ngemil, tapi beberapa minggu ne nafsu makan saya bener-bener menggila. Jadi, setelah beberapa kali mencari alasan untuk menahan diri ga jajan (slain karena diet ya), maka saya manfaatin waktu PUASA PANTANG (menahan diri untuk ga makan daging dan ga melakukan kesenangan seperti makan, nonton, browsing dll yang sifatnya menyenangkan diri sendiri – biasanya dilakukan umat Kristiani untuk menyambut PASKAH berdasarkan komitmen individu atau kelompok/gereja ) dimulai dari besok, 05 Maret 2014 , doakan saya ya … (masalahnya, ini ga sekedar puasa loh, ini janji saya sama Tuhan soale ) ^__^

Biasanya jam 10 pagi dan jam 4 sore adalah jam krisis buat saya melawan nafsu makan yang menggila ini. Dan karena ga merasa ada tanggungjawab slain karena omongan beberapa temen yang sesekali bilang saya nambah gendut, kemarin-kemarin saya tetep aja jajan yang ga sehat T__T
But, karena ini tantangan baru yang membuat tubuh saya sehat, saya akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menahan nafsu makan ini!!! ^__^

Happy Tuesday 🙂

LOL #3 “NAKED”

Hari Minggu yang lalu di Monas, isenk saya hampiri suara gaduh seorang Bapak tua yang dikerumuni orang-orang dengan mimik wajah penasaran . Seperti tebakan saya, ada pertunjukan mistis yang memang akhir-akhir ini sangat menarik perhatian banyak manusia di Jakarta ini. Kenapa begitu? Waktu saya ke Kota Tua juga begitu, pertunjukan berbau mistis sepertinya menjadi tontonan sangat menarik bagi masyarakat kota yang seharusnya tidak lagi percaya penuh terhadap hal-hal seperti itu.

Saya tidak akan membahas kebiasaan menonton hal mistis seperti itu, karena motif penonton mungkin berbeda-beda. Termasuk saya yang hari Minggu itu tumben sekali mau melihat apa yang terjadi sampai segitu banyaknya manusia mengerumuni si Bapak tua.

Rupanya, di hadapan Bapak Tua itu sudah ada lelaki yang diikat dengan kain kafan putih berbentuk seperti pocong (yang dia jadikan media untuk berbicara dengan arwah gitu). Lalu Si Bapak bersumpah bahwa dia dan sukunya (maaf tidak etis menyebutkan suku asalnya ya…) adalah orang yang bersih dan beriman, sekalipun di daerahnya sana mereka hidup dengan telanjang (tak memakai baju seperti manusia modern lainnya). Motifnya, Si Bapak ingin menunjukkan kebolehan arwah Raja-Raja yang mengikutinya. Kurang jelas Raja apa tapi mewakili beberapa penjuru seperti Timur, Barat, Selatan dan Tengah.

Kebolehannya yaitu mampu melihat apa yang tidak bisa dilihat manusia pada umumnya. Si Bapak bilang , Dia bisa tahu keberadaan anak yang hilang bertahun-tahun lalu, atau istri yang bekerja jadi TKW di Arab dan hilang tiada kabar, Si Bapak juga katanya bisa tahu keberadaan istri dan anak itu, apakah itu masih hidup ataupun mati. Hanya saja penonton tidak boleh bertanya kapan ajalnya tiba. Begitulah kira-kira….

Saya akan beranjak pergi dari tempat itu setelah si Bapak menyemburkan air putih ke arah laki-laki berbalut kain putih sambil mengucapkan doa , namun langkah balik saya terhenti saat si lelaki di balik kain berteriak kesakitan, dan si Bapak mulai berteriak ke arah penonton. Kira-kira begini katanya : ” Silahkan uji kami, kami bukan sembarang dukun yang gila harta dan bla bla bla. saya bisa melihat kamu semua telanjang, baju kamu bagus itu cuma tampilan luar. Dan maaf, saya bisa melihat perempuan berjilbab sekalipun ada yang telanjang di mata saya karena birahinya dan bla bla bla”
Dan singkatnya si Bapak itu katanya bisa lah liat macem-macem aslinya manusia di sana meski tertutup rapat sama baju atau pakaian bagus. Tapi dia ga bisa liat aurat kita? Lho? Saya jadi bingung.. kalo dia liat warna pakaian dalam kami dan lain-lainnya, terus apa nya lagi dong yang di liat di dalam? ^^ (maaf ya kalo kata-kata saya vulgar)

Sambil berbalik karena merasa makin ga masuk akal, saya teringat kata-kata pendeta saya dulu, bahwa Tuhan tahu apa saja yang kita perbuat. Baik dan buruk kita , benar dan salah kita, Tuhan itu Maha Tahu. Saya tidak butuh dukun atau orang-orang pintar lain yang merasa seperti Tuhan bisa tahu segalanya. Tahu pakaian dalam saya warna apa, tahu merek baju saya apa, atau tahu akan seperti apa masa depan saya. Saya hanya perlu tahu bagian saya , yaitu percaya saja dan melakukan yang baik semampunya.

Pagi ini, sambil duduk di busway memperhatikan orang-orang yang berdiri di sekitar saya, saya teringat lagi kejadian Minggu sore itu. Ga kebayang kalo saya jadi si Bapak Tua yang bakal sangat pusing melihat semua orang itu telanjang di matanya seperti kata-katanya ^^
Bukannya bangga, mungkin saya pusing kali ya melihat orang sampai ke dalam-dalamnya. Hahaha… Melihat orang dari luar aja kadang buat saya seperti sudah menelanjangi dia.
MONAS

(gambar tak colong di sini )

Misalnya, lihat cewe di busway pakai baju bermerek, bodi seksi, kulit terawat, make up poll, kadang udah membuat penilaian macam-macam di kepala saya. Pasti dia orang berada, kenapa naik busway? Pacarnya mungkin diporotin kali ya? Dan bla bla bla…
Jujur saja, sebagai manusia, kadang saya masih suka ngoceh sendiri dalam hati untuk hal-hal kurang penting seperti ini lho… untungnya ada gadget yang bisa mengalihkan mata saya untuk meneliti orang-orang yang ada di dalam jarak pandang saya. ^__^

Apalagi kalo saya bisa liat dalam-dalamnya, misalnya siapa dia sebenernya dan bla bla bla ^^ , bisa gawat kan pikiran saya ini jadi berdosa karena sudah menghakimi manusia lain yang harusnya bukan hak saya untuk menghakimi mereka.
Pada dasarnya, kita semua memang telanjang di mata Tuhan. Dan saya bangga menunjukkan ketelanjangan saya di hadapan Tuhan saya. Karena Tuhan ga bakal menghakimi saya dengan kejam karena ketelanjangan saya ini, tapi justru melingkupi saya dengan kasih supaya saya tidak telanjang begitu saya di hadapan manusia.
And then, saya juga tidak takut jika ada orang seperti si Bapak Dukun bisa lihat ketelanjangan saya, karena saya tahu, di mata Tuhan dia juga telanjang kok ^^

Any way bus way , Happy Friday ya ^^

LOL means LESSON OF LIFE

SERENDIPITY ???

Ini adalah hari ke-18 di bulan ke-2 di tahun 2014, dan adalah hari ke-80 setelah Bapakku tersayang pergi ke Surga. Dan 20 hari lagi, tepatnya 100 hari setelah Bapak pergi, aku juga akan mengakhiri masa kerjaku di perusahaan tempatku sekarang bekerja dan tepat di hari ke-101 setelah Bapak pergi, saya memulai sebuah petualangan kerja baru di tempat baru.
Saya percaya itu bukan kebetulan, karena saya ga sempat hitung jumlah hari saat menerima pekerjaan baru tersebut, ga sempet liat kalender waktu ditanya kapan bisa mulai bekerja di tempat baru itu.

Yeppp… Tuhan memang baik banget, ^^ (dan slalu baik pastinya *_^)
Banyak kebahagiaan di balik kesedihan, dan itu yang saya alami dan imani sampai saat ini… Banyak hal di dunia ini yang katanya kebetulan, tapi setelah saya renungkan, ini semua adalah RENCANA TUHAN ^^ . Manusia banyak ga ngerti kenapa Tuhan kasih kita berkat di hari A, dan kenapa Tuhan kasi ijin duka di hari B. Tapi manusia dituntut percaya saja bahwa yang Tuhan berikan adalah yang TERBAIK sbab itu adalah pemahaman dari IMAN yang sesungguhnya ^^

Saya ga tahu kenapa Tuhan ambil Bapak di hari ulang tahun adik saya si nomor 3. Saya ga tahu kenapa Tuhan ambil Bapak di saat kami semua masih membutuhkannya, dan saya sampai sekarang ga tahu kenapa mama belum sembuh juga meski segala doa dan harapan serta usaha udah tercurah .
Tapi saya tahu pasti, bahwa sepanjang perjalanan saya baik saat Bapak tersayang masih ada di sini maupun tidak, atau saat kami masih berlutut merayu Tuhan untuk kesembuhan mama, saya selalu percaya bahwa Tuhan selalu ada menopang saya, keempat adik saya dan terlebih mamaku tersayang ^^

Dan secara kebetulan kado Valentine berbalut kertas hijau yang saya pamerkan kemarin itu isinya cocok sekali dengan apa yang terlintas dalam benak saya beberapa hari ini tentang kebaikan Tuhan.
Ini dia kadonya , dari Bu Fara salah seorang rekan kerja yang slalu ikut mendoakan yang terbaik buat saya dan keluarga. (Thanks a lot Bu Fara ^^)
IMG_20140215_013333
Kata-kata dalam piring cantik ini semakin menguatkan hati saya untuk slalu bersyukur atas segala ‘kebetulan’ yang Tuhan lakukan dalam hidup saya.

Saya selalu ingat kata-kata alm. Bapak tentang mengucap syukur ini. Bahwa adalah hal yang biasa bila kita bersyukur atas apa yang baik yang Tuhan berikan, tapi kalau kita ingin jadi manusia yang luar biasa, mengucap syukurlah untuk hal-hal buruk yang Tuhan ijinkan terjadi untuk kehidupan kita. Dan saya bersyukur, saya masih mengingat nasehat itu sampai sekarang ^^

SEMANGAT Deb!!! ^^
SEMANGAT juga buat semua sahablog yang setia saling mendukung dalam doa dan komentar ^^

AND SHE WAS GONE THIS MORNING

Pertengahan tahun 2008, saya dan Mba Sukma menyusuri daerah Kemanggisan dan sekitarnya untuk nyari kos-kosan dengan suasana nyaman dan murah. Ya, setelah berkeliling dan hampir putus asa mencari, pilihan kami tertumbuk pada sebuah rumah berpagar hijau yang terlihat sejuk dan suasananya hangat.

Rumah itu ga tampak seperti kos-kosan lain yang bentuknya kaku. Hanya ada 6 kamar yang dijadikan kos-kosan dan bentuknya seperti rumah tinggal pada umumnya. Karena itu saya merasa seperti tinggal di rumah sendiri.

Lebih kurang 3 tahun lamanya saya menikmati kebersamaan dan seolah melebur menjadi keluarga bagi Tante Sambira sang induk semang. Dipertemukan dan menjadi dekat dengan banyak teman yang berbeda latar belakang dan pekerjaan , memiliki keluarga baru yang dipertemukan karena kasih, rasanya menakjubkan berada di rumah itu. Jl. Anggrek Nely Murni II blok C nomor 6 menjadi saksi bisu keceriaan dan kegaduhan kami setiap malam sepulang dari pekerjaan masing-masing.  Meja makan adalah tempat kami mencurahkan berbagai macam kejadian yang kami hadapi di luar sana untuk bertahan dari kejamnya Jakarta…

Tapi semua tinggal kenangan…

Tadinya kerinduan akan kenangan bisa sedikit terhibur dengan berkunjung sesekali ke rumah itu. Tapi hari ini, saya harus lagi merasakan duka yang mendalam. Tante Sambira telah dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa L . Dia pergi meninggalkan banyak kenangan yang sangat membekas di hati saya.  Dan kesedihan itu termasuk tentang semua kenangan yang akan memudar tentang kos Arnely tercinta 😦

our MemoryDimulai dari saat dimana pertama kalinya saya mengajak kedua orangtua saya ke Jakarta, dan tante Sambira menyambut mama dan Alm, Bapak dengan ramah dan bersahaja. Orangtuaku menerima kesan yang begitu luar biasa disambut dengan kebaikannya. Kemudian saat beberapa teman pria datang bertamu di rumah itu.

Saya masih ingat betapa usilnya tante mengintip saya dan teman pria saya dari balik jendela ruang tamu, hanya untuk memastikan bagaimana rupa sang pria yang mendekati saya yang sudah seperti anak perempuannya. Juga bagaimana ketika saya dirawat di RS Harapan Kita karena tensi dan demam yang sangat tinggi tengah malam di suatu hari, tante dengan hati keibuannya memberikan saya perhatian, doa dan banyak bantuan. Setiap kali saya tidak makan di saat Sabtu dan Minggu datang, Tante Sambira selalu tahu saya sedang irit karena biaya kuliah yang cukup besar bagi saya saat itu. Dia selalu menawarkan saya makan siang atau makan malam, sehingga tak terhitung betapa baiknya dia buat saya.

Juga kenangan berdua Tante beribadah bersama beberapa kali di hari Minggu, dan suatu malam ikut menghadiri persekutuan doa di dekat rumah yang biasa dia hadiri. Semuanya… semuanya teringat dan membuat saya lagi-lagi menangis  T__T

Masih saya ingat bagaimana semangatnya kami menuju Bandung, melayat Alm. Bapak dari teman kami Riska, dan Tante yang penuh sabar seolah menjadi ibu penjaga kami saat itu 🙂

Dan hari ini saya begitu bersemangat ingin melihatnya untuk yang terakhir kalinya….

Tante, Selamat Jalan. Sampai bertemu suatu hari nanti di sana 😦

Sampaikan salamku untuk Bapak jika bertemu ya Tan….

BUTTERFLY FLY AWAY

IMG_20140126_212108Si cantik di sebelah ini saya temukan di halaman kampusku kemarin sepulang sekolah. Pas lagi ngobrol sama temen, serasa ada yang mengintip dari tempat duduk di sebelahku, dan mataku tertumbuk pada si cantik ini. And then sisi mellowku ini tetiba mengingat lagu yang aku suka, yang filosofinya diambil dari makhluk bernama BUTTERFLY. Anehnya, si kupu anteng banget beberapa kali aku shoot dengan kamera androidku yang tidak seberapa canggih itu. Seolah dia mengaku sedang mengawasi aku bercengkrama di sana.

Tetiba aku merindukan Bapakku lagi, merindukan senyumnya, merindukan dekapan dan segala nasihatnya di masa lalu.
Kuingat lirik demi lirik dari sebuah lagu yang kusuka ini :

You tucked me in, turned out the light
Kept me safe and sound at night
Little girls depend on things like that

Brushed my teeth and combed my hair
Had to drive me everywhere
You were always there when I looked back

You had to do it all alone!
Make a living, make a home
Must have been as hard as it could be

And when I couldn’t sleep at night
Scared things wouldn’t turn out right
You would hold my hand and sing to me

Caterpillar in the tree
How you wonder who you’ll be
Can’t go far but you can always dream

Wish you may and wish you might
Don’t you worry, hold on tight
I promise you there will come a day
Butterfly fly away

Butterfly fly away, butterfly fly away
Take your wings now you can’t stay
Take those dreams and make them all come true

Butterfly fly away, butterfly fly away
You’ve been waiting for this day
All along and knowing just what to do
Butterfly, butterfly, butterfly, butterfly fly away

Aku seperti si kupu cantik itu.
Perlahan bermetafosa dari gadis kecil yang sangat bergantung padanya, menyanjungnya, mengandalkannya, dan kemudian sampai saatnya aku berdiri sendiri , menjauh darinya sejak semua kesibukan pekerjaan mulai mendominasiku, dan segudang alasan untukku terbang jauh mengikuti arus angin kehidupanku ^^

Satu hal yang slalu membuatku tersenyum adalah kata-kata penyemangat yang selalu ia lontarkan di saat aku mengeluh tentang kejamnya kehidupan fana, tentang banyak hal yang membuatku takut akan hari berikutnya dia berkata, ” Jangan takut Nak… Tuhan akan slalu menjagamu karena doa kami menyertaimu ”

And i miss your pray Dad… i miss your smile and laugh ^^

Butterfly fly away ^^


*sayangnya Miley Cyrus gag sepolos saat dia nyanyiin ini lagu ya, padahal saya ngefans sama dia dulu karena lagu ini*

INDONESIAKU SEKARANG…

Tanah Karo, tempat mama juga adik-adikku menjalani kesehariannya, meski kami bukan suku Batak Karo tapi keluargaku sudah cukup lama bertahan di kota Kabanjahe nan sejuk serta ramah penduduknya.
Kini Tanah Karo tertutup abu vulkanik SiNabung. Smakin hari si Gunung batuknya smakin sering dan smua orang smakin panik. Biasanya kesegaran yang terhirup setiap pagi adalah bukti nyata kokohnya Sang Gunung di Tanah Karo, tapi sudah beberapa bulan belakangan embun pagi berganti menjadi hujan abu 😦
Embun yang menyejukkan tiba-tiba menyesakkan. Rasa takut, Lapar, Dingin dan Sesak… semua terkomplikasi lewat erupsimu Bung…

Jakarta…Mount Sinabung volcano spews ash and lava as seen from Erajaya village in Karo district, Indonesia's North Sumatra province
Di sini aku berjuang mencari sesuap nasi untuk bertahan hidup dan mensupply sedikit hasil peluh untuk adik-adik tercinta… tapi hujan yang tak kunjung istirahat membuat kota besar nan padat penduduk ini mulai digenangi air kotor di sana sini. Berbagai penyakit mulai berdatangan dari si kuman yang tersisa saat banjir datang.

Dan Manado… ??? Ga jauh beda seperti Jakarta dengan masalah banjirnya. Ga disangka, banjir yang dikhawatirkan di Jakarta malah menyambangi Manado dengan lebih dahsyat lebih dahulu. Ayah mencari anak, anak mencari ibu, semua hanyut tersapu si banjir bandang. Tak pandang harta, tak pandang rupa… Bencana, mengapa kamu tega ?

Sementara petinggi negara sibuk dengan urusan politik dan kampanye masing-masing, yang lain sibuk bahu membahu memerangi bencana yang melanda. Yang lain lagi sibuk berdoa memohon ampun. Ada juga yang sibuk meneliti siapa salah, siapa benar padahal bencana tak sibuk mempersalahkan.
Nurani? Kemanakah dia pergi?

Hanya Tuhan Yang Kuasa yang berkenan memberi belas kasih untuk mendidik kita dengan berbagai pencobaan yang Dia ijinkan terjadi saat ini.
Skalipun masih banyak manusia berhati binatang di luar sana, tapi kasih Tuhan untuk bangsa ini tidak akan berkesudahan
Badai pasti kan berlalu. 🙂


Indonesia, May God always bless u ^^