LOL #3 “NAKED”

Hari Minggu yang lalu di Monas, isenk saya hampiri suara gaduh seorang Bapak tua yang dikerumuni orang-orang dengan mimik wajah penasaran . Seperti tebakan saya, ada pertunjukan mistis yang memang akhir-akhir ini sangat menarik perhatian banyak manusia di Jakarta ini. Kenapa begitu? Waktu saya ke Kota Tua juga begitu, pertunjukan berbau mistis sepertinya menjadi tontonan sangat menarik bagi masyarakat kota yang seharusnya tidak lagi percaya penuh terhadap hal-hal seperti itu.

Saya tidak akan membahas kebiasaan menonton hal mistis seperti itu, karena motif penonton mungkin berbeda-beda. Termasuk saya yang hari Minggu itu tumben sekali mau melihat apa yang terjadi sampai segitu banyaknya manusia mengerumuni si Bapak tua.

Rupanya, di hadapan Bapak Tua itu sudah ada lelaki yang diikat dengan kain kafan putih berbentuk seperti pocong (yang dia jadikan media untuk berbicara dengan arwah gitu). Lalu Si Bapak bersumpah bahwa dia dan sukunya (maaf tidak etis menyebutkan suku asalnya ya…) adalah orang yang bersih dan beriman, sekalipun di daerahnya sana mereka hidup dengan telanjang (tak memakai baju seperti manusia modern lainnya). Motifnya, Si Bapak ingin menunjukkan kebolehan arwah Raja-Raja yang mengikutinya. Kurang jelas Raja apa tapi mewakili beberapa penjuru seperti Timur, Barat, Selatan dan Tengah.

Kebolehannya yaitu mampu melihat apa yang tidak bisa dilihat manusia pada umumnya. Si Bapak bilang , Dia bisa tahu keberadaan anak yang hilang bertahun-tahun lalu, atau istri yang bekerja jadi TKW di Arab dan hilang tiada kabar, Si Bapak juga katanya bisa tahu keberadaan istri dan anak itu, apakah itu masih hidup ataupun mati. Hanya saja penonton tidak boleh bertanya kapan ajalnya tiba. Begitulah kira-kira….

Saya akan beranjak pergi dari tempat itu setelah si Bapak menyemburkan air putih ke arah laki-laki berbalut kain putih sambil mengucapkan doa , namun langkah balik saya terhenti saat si lelaki di balik kain berteriak kesakitan, dan si Bapak mulai berteriak ke arah penonton. Kira-kira begini katanya : ” Silahkan uji kami, kami bukan sembarang dukun yang gila harta dan bla bla bla. saya bisa melihat kamu semua telanjang, baju kamu bagus itu cuma tampilan luar. Dan maaf, saya bisa melihat perempuan berjilbab sekalipun ada yang telanjang di mata saya karena birahinya dan bla bla bla”
Dan singkatnya si Bapak itu katanya bisa lah liat macem-macem aslinya manusia di sana meski tertutup rapat sama baju atau pakaian bagus. Tapi dia ga bisa liat aurat kita? Lho? Saya jadi bingung.. kalo dia liat warna pakaian dalam kami dan lain-lainnya, terus apa nya lagi dong yang di liat di dalam? ^^ (maaf ya kalo kata-kata saya vulgar)

Sambil berbalik karena merasa makin ga masuk akal, saya teringat kata-kata pendeta saya dulu, bahwa Tuhan tahu apa saja yang kita perbuat. Baik dan buruk kita , benar dan salah kita, Tuhan itu Maha Tahu. Saya tidak butuh dukun atau orang-orang pintar lain yang merasa seperti Tuhan bisa tahu segalanya. Tahu pakaian dalam saya warna apa, tahu merek baju saya apa, atau tahu akan seperti apa masa depan saya. Saya hanya perlu tahu bagian saya , yaitu percaya saja dan melakukan yang baik semampunya.

Pagi ini, sambil duduk di busway memperhatikan orang-orang yang berdiri di sekitar saya, saya teringat lagi kejadian Minggu sore itu. Ga kebayang kalo saya jadi si Bapak Tua yang bakal sangat pusing melihat semua orang itu telanjang di matanya seperti kata-katanya ^^
Bukannya bangga, mungkin saya pusing kali ya melihat orang sampai ke dalam-dalamnya. Hahaha… Melihat orang dari luar aja kadang buat saya seperti sudah menelanjangi dia.
MONAS

(gambar tak colong di sini )

Misalnya, lihat cewe di busway pakai baju bermerek, bodi seksi, kulit terawat, make up poll, kadang udah membuat penilaian macam-macam di kepala saya. Pasti dia orang berada, kenapa naik busway? Pacarnya mungkin diporotin kali ya? Dan bla bla bla…
Jujur saja, sebagai manusia, kadang saya masih suka ngoceh sendiri dalam hati untuk hal-hal kurang penting seperti ini lho… untungnya ada gadget yang bisa mengalihkan mata saya untuk meneliti orang-orang yang ada di dalam jarak pandang saya. ^__^

Apalagi kalo saya bisa liat dalam-dalamnya, misalnya siapa dia sebenernya dan bla bla bla ^^ , bisa gawat kan pikiran saya ini jadi berdosa karena sudah menghakimi manusia lain yang harusnya bukan hak saya untuk menghakimi mereka.
Pada dasarnya, kita semua memang telanjang di mata Tuhan. Dan saya bangga menunjukkan ketelanjangan saya di hadapan Tuhan saya. Karena Tuhan ga bakal menghakimi saya dengan kejam karena ketelanjangan saya ini, tapi justru melingkupi saya dengan kasih supaya saya tidak telanjang begitu saya di hadapan manusia.
And then, saya juga tidak takut jika ada orang seperti si Bapak Dukun bisa lihat ketelanjangan saya, karena saya tahu, di mata Tuhan dia juga telanjang kok ^^

Any way bus way , Happy Friday ya ^^

LOL means LESSON OF LIFE

THE GUARDIAN ANGELS

They are 3 guardian angels in my wonderful life ^^

God send me 3 brothers and make me laugh, cry and mad through them all
Tobias is the oldest brother than Weago and Wewin

I love them all…

I am happy when i remember how Tobias made me cry sometimes because of our stupid fights.
I love being laugh when Weago start to tell me his imagination about Pentagon, about NASA and being a billionaire someday to buy me a red Jaguar
And I felt regret after mad because of the youngest , Wewin who is silly and annoying , but also he has always been persuading me to laugh with a funny expression on his face after that all 🙂

I love to have them on my life.
I want to tell them how happy I am as their older sister, as the first daughter of my parent … and as their rasper 😉

Suddenly, today I remember that day…
When I was in 5 years old, I asked my mom to give me one or two brothers to protect me someday when we all grown up. Yeah, I have 3… not only 2. ^^

And when Tobias come in my 6th years life, i felt so excited . More excited when 2 years after Tobias, Weago was born. A charming brothers make me proud .
But when Wewin was born at my 16th years life , i am very excited than before. He was very cute and his smile always melt me.

dearest brotherObi, Me and Igo (Ewin took the pic)

I love them all. And finally, we are still protect each other til now.

Now? Tobias has been grown up well with his large heart for protecting our Mom. He always pickaback our Mom every morning to her wheelchair, and never complained. He looks like my Dad, his face and his caring of my Mom.
Weago at his first year of the college and still fighting with his ego. Like Tobias do at his age, but it will change him to be a better person than yesterday. I am very happy that he can get the scholarship but i am very upset when he failed to keep his performance in the first semester. Now, he is trying to survive and my responsibility is always helping him to through all obstacles for getting a bachelor degree .
And our little Wewin, still dream of becoming a preacher someday. Like my Dad’s dream at his childhood.

I can’t imagine how their lives in the next 10 years , but I always pray for the best of them.
Pray for their dream, their health and their life.

When I feel unhappy or sad especially when I feel this life become so heavy for me without my Dad , I try to remember the three guardian angels, and say to my self that everything gonna be alright ^^

Thank You Bro for loving me so much ^__^

BUTTERFLY FLY AWAY

IMG_20140126_212108Si cantik di sebelah ini saya temukan di halaman kampusku kemarin sepulang sekolah. Pas lagi ngobrol sama temen, serasa ada yang mengintip dari tempat duduk di sebelahku, dan mataku tertumbuk pada si cantik ini. And then sisi mellowku ini tetiba mengingat lagu yang aku suka, yang filosofinya diambil dari makhluk bernama BUTTERFLY. Anehnya, si kupu anteng banget beberapa kali aku shoot dengan kamera androidku yang tidak seberapa canggih itu. Seolah dia mengaku sedang mengawasi aku bercengkrama di sana.

Tetiba aku merindukan Bapakku lagi, merindukan senyumnya, merindukan dekapan dan segala nasihatnya di masa lalu.
Kuingat lirik demi lirik dari sebuah lagu yang kusuka ini :

You tucked me in, turned out the light
Kept me safe and sound at night
Little girls depend on things like that

Brushed my teeth and combed my hair
Had to drive me everywhere
You were always there when I looked back

You had to do it all alone!
Make a living, make a home
Must have been as hard as it could be

And when I couldn’t sleep at night
Scared things wouldn’t turn out right
You would hold my hand and sing to me

Caterpillar in the tree
How you wonder who you’ll be
Can’t go far but you can always dream

Wish you may and wish you might
Don’t you worry, hold on tight
I promise you there will come a day
Butterfly fly away

Butterfly fly away, butterfly fly away
Take your wings now you can’t stay
Take those dreams and make them all come true

Butterfly fly away, butterfly fly away
You’ve been waiting for this day
All along and knowing just what to do
Butterfly, butterfly, butterfly, butterfly fly away

Aku seperti si kupu cantik itu.
Perlahan bermetafosa dari gadis kecil yang sangat bergantung padanya, menyanjungnya, mengandalkannya, dan kemudian sampai saatnya aku berdiri sendiri , menjauh darinya sejak semua kesibukan pekerjaan mulai mendominasiku, dan segudang alasan untukku terbang jauh mengikuti arus angin kehidupanku ^^

Satu hal yang slalu membuatku tersenyum adalah kata-kata penyemangat yang selalu ia lontarkan di saat aku mengeluh tentang kejamnya kehidupan fana, tentang banyak hal yang membuatku takut akan hari berikutnya dia berkata, ” Jangan takut Nak… Tuhan akan slalu menjagamu karena doa kami menyertaimu ”

And i miss your pray Dad… i miss your smile and laugh ^^

Butterfly fly away ^^


*sayangnya Miley Cyrus gag sepolos saat dia nyanyiin ini lagu ya, padahal saya ngefans sama dia dulu karena lagu ini*

YANG BARU DI 2014

Sore kemarin telepon di meja kerjaku berdering.

R : Deb, ada kirimian dari shop online ZALORA yah untuk dirimu
D : Ok Mba… meluncur.

Dengan riang kuhampiri meja Resepsionis (R) dan menemui kurir yang udah siap dengan barang pesanan dan pulpen untuk mengesahkan penerimaan barang tersebut.
Sebelum tandatangan, dengan bersemangat kubuka plastik pembungkus dan kotak yang melindungi sesuatu yang kupesan dari ZALORA.

Dan inilah dia :

sepatu baroe

Gambar diambil dari website ZALORA ya. Baru kali ini belanja online dan sangat puas karena ukuran sepatu ini pas banget untukku. ^^
Bentuknya simpel dan ternyata lebih bagus daripada yang ada di gambar lho. Sepatu ini hasil dari ngeblog juga lho. Dapet voucher sebagai reward karena ZALORA masuk ke blog Debhoy. So, daripada bingung mau belanjain tuh voucher, ya saya pakai untuk beli sepatu flats yang memang sedang saya butuhkan.

Yah slain sepatu baru, status baru juga mengikuti saya di awal tahun 2014 ini. Sudah yatim, jomblo juga, begitulah kata Debhoy. Tapi don’t be worry, kesibukan di pekerjaan dan keluarga yang membutuhkan perhatian lebih, sudah membuat saya lebih bersemangat daripada terus-terusan menangisi hari yang lalu.

Seperti mendukung saya, si sepatu cantik menandakan bahwa saya siap melangkah dengan lebih baik lagi di tahun 2014 ini.
Almarhum Bapak pernah bilang, bahwa orang disebut dewasa bukanlah dinilai dari usianya atau besarnya fisiknya , tapi dari cara berfikir dan bertindaknya. Saya sangat berharap tahun 2014 ini saya bisa menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Belum terlambat kan untuk menyampaikan harapan dan perubahan yang harus saya lakukan di tahun ini? Lebih dekat dengan Tuhan (nambahin jam-jam doa dan perbanyak baca Alkitab) , lebih perhatian sama keluarga dan lebih rajin kuliah (mudah-mudahan pekerjaan di kantor ga buat saya malas kerjain tugas), yang terakhir, saya sungguh berharap agar tahun ini saya lebih banyak tersenyum daripada menangis ^^

Semangat!!!

R.I.P MY GREAT-GRANDMOTHER

Selang 27 hari setelah Bapak pergi, dirimupun pergi Nantulang…

Seakan kau memang menunggu untuk bertemu cucu mantumu itu…GREAT GRANDMOTHER

Lelah kau melalui hari-hari yang sulit di masa tuamu, akhirnya berakhir juga.

Selamat Jalan Nantulang!!! Sampaikan salamku untuk Bapak di sana ^^

Kuharap kalian sedang bersama memuji nama Tuhan dengan riang di atas sana 🙂

Talking To The Star Because of The Sun

Dear Star,
last night was so painful night for me. My heart was going to exploded because all sadness that he had decided.
Ini mungkin lebih berat dibanding kehilanganmu beberapa tahun lalu. Tapi aku harus menjadi lebih kuat dari apa aku saat ini harapmu.

It’s hard but i have to go through this after all the way. Much stronger than before. Isn’t it?
Merasakan kesepian mendalam setelah bertahun-tahun lalu aku pernah mengalami kesedihan yang sama. Mengapa? Apakah sedikit kebahagiaan harus terganti dengan setangkup kesedihan semalam?

Bukankah kau janji setelah semua ini berlalu aku akan menjadi lebih tegar dari hari-hari sebelumnya? Namun mengapa hatiku resah…???
Star, i wish i could see u here right now. Tell me that it is gonna be alright for tomorrow, next week, next year and for two years that he promised me.

I’m looking at the sky and realize that i can’t see u there.Because it’s still sun light up there. I need your big hug and tap on my shoulder Star… because he and some people makes me feel very lonely.

I just only can sing a piece of a song like this :

I know you’re somewhere out there
Somewhere far away
I want you back
I want you back
My neighbours think
I’m crazy
But they don’t understand
You’re all I have
You’re all I have

Tell him how much i love all the way he is…
That u hope for our dreams comes and be real.

I’m The Moon, You are my Star and He is my Sun
I love him like you love me last time

17 hari

Ini hari ke tujuh belas aku tak menuliskan apapun di sini. Meski ingin tapi rasanya jemariku begitu enggan mengetikkan beberapa rangkai huruf yang menjelaskan isi hatiku beberapa hari belakangan ini.

Mulai dari perasaan tentang perasaan kacau balau, masalah keuangan dan kesehatan yang mulai membuatku bosan dengan kebisingan kota ini rasanya semua kembali membuat jemariku beberapa saat lalu berhenti berekspresi. Meski jauh di lubuk akalku aku menginginkan sensasi melegakan tentang hari-hariku yang berarti.

Di tengah padatnya tugas menanti pagi ini, aku berharap akan ada pelangi hari ini.
Berharap waktu bergulir bersama hujan yang saat ini begitu deras mengguyur langitku, dan mentari yang asyik menonton pertunjukan panggung kehidupanku…
Pelangi, ya aku sangat membutuhkan keajaibannya hari ini.

Smoga harimu dan hariku penuh warna-warni, Semangat pagi!!!!

Percakapan Aku dan Daku

A : Ga tau kenapa hatiku mulai merasa beku. Menunggu terlalu lamakah?Atau karena tekanan psikis yang aku terima darinya?Tapi aku masih berharap hubungan ini berhasil…

D : Aku sudah bilang, dia bukan yang terbaik. Dia memang baik, tapi bukan yang terbaik.

A : Tapi aku sungguh-sungguh mencintainya

D : Kamu yakin ini cinta?Bukan emosimu yang seperti biasa meledak-ledak bak bom Bali I dan II?

A : Sebenarnya aku tak tahu apa artinya cinta, aku hanya bisa merasakannya. Dan aku merasa bersamanya aku bisa bahagia.

D : Cinta saja ga buat kamu bisa bahagia.Pakai logikamu!

A : Kenapa dia berubah? Salahku katanya…. aku juga yang harus mengubahnya.

D : Kau sungguh keras kepala…tapi logikamu entah kau sembunyikan kemana.Dia memberimu tekanan psikis, dan aku sungguh tak suka melihatnya…

A : Setidaknya dia tidak memberiku tekanan fisik.

D : Sekarang iya, esok setelah resmi kau miliknya? Pikirkan pendapat orang tua dan keluargamu…

A : Aku tahu, aku juga tak ingin ada yang terluka lagi.

D : Jadi? Selesaikanlah semua…

A : Aku belum sanggup melakukannya.

D : Arghhh…aku ingin kau berhenti saja. Dirimu terlalu berharga untuk dia lukai lagi dan lagi.

A : Aku takut…terlalu takut tak bisa menemukan laki-laki lain sebaik dia.

D : Apanya yang baik? Caciannya?Makinya?

A : Dia masih punya sisi lembut, meski penyampaiannya tak selembut hatinya.Situasinya memaksanya bersikap seperti itu.

D : Situasi?Pasangan sejati adalah pasangan yang mampu melewati segala situasi dengan luar biasa. Bukan dengan caci maki, menuduhmu penyebab dari kegagalan-kegagalannya.

A : Aku lelah berdebat denganmu…

D : Aku juga lelah mendengarnya mencaci makimu sesuka hatinya.

A : Andai waktu bisa kuputar kembali…

D : Tak ada kata terlambat. Bangkit dan katakan padanya kau tidak membutuhkannya lagi. Kamu pasti bisa menemukan laki-laki baik yang siap menerima lebih dan kurangmu…

A : Aku takut..terlalu takut gagal untuk beribu kali lagi. Usiaku, Waktuku….semua begitu mahal harganya

D : Hey..usiamu 25 thn, masih panjang untuk kau isi dengan cinta yang lebih berkualitas. Dia terlalu sia-sia untuk kau pertahankan.

A : Menurutmu ada yang bisa menerima aku? Penyakitku, Masa laluku, dan segala hal buruk yang kulalui yang berpengaruh terhadap emosiku?

D : Apakah pernikahan tak bahagia atau hidup bahagia yang kau inginkan?

A : …..

D : Sudahlah, hitung saja berapa banyak orang yang menyayangimu yang suka kalian bersatu dan yang tidak suka kalian bersatu…

A : Entahlah…aku yakin hasilnya tak sesuai dengan inginku.

D : Lakukanlah inginmu dan jangan pernah bertanya lagi. padaku, pada semua orang…nikmatilah itu…

A : Lama-lama kau seperti si “V*R*”

D : Dia bertindak sebagai sahabat yang benar menurutku.

A : Tapi dia tidak akan membantuku ketika aku melewati masa-masa sulit setelah semua ini.

D : Kau yakin? Bukankah hatimu terlalu rapat tertutup untuk semua kemungkinan? Di kepalamu hanya ada pertanyaan yang sebenernya sudah terjawab tapi tak kau indahkan…

A : Kau semakin berterus terang.

D : Ini karena kau memaksaku. Aku cukup lelah hingga tak merasakan kantuk lagi beberapa malam ini…

A : patut saja mataku masih mengantuk.

D : Doa adalah jawaban semua pertanyaanmu. Jangan pernah pakai lagi kekuatanmu yang tak seberapa itu…

A : …

D : Hidup ini tak cuma tentang urusan ‘cinta-cintaan’. Nikmati saja dan jangan pernah mau terjajah oleh perasaanmu sendiri…

A : Sudahlah, aku kerja dulu!

D : Kau selalu saja begitu….

 

 

Dimana Letak Surga Itu?

Kalau baca judul postingan ini, jangan fikir saya sedang menuliskan kembali lirik lagu Agnes Monica idola saya yah… Tapi ini pertanyaan konkret dari seorang anak kecil yang tak sengaja saya temui di salah satu ibadah di gereja beberapa minggu yang lalu. Dia tanya sama mamanya begini ‘ Ma, Tuhan Yesus katanya sudah naik ke surga yah?Jadi surga itu di atas ya Ma?’
Sambil bertanya si anak mendongak ke langit cerah di atas kami dengan wajah penuh pertanyaan. Saya juga terhipnotis dan ikut melihat indahnya awan berarak di atas langit biru yang indah di atas sana sambil bergumam, ‘Mungkin benar, karena dari bawah sini keindahan surga bisa saya nikmati’

Besok adalah hari peringatan kenaikan Isa Almasih. Buat yang beragama Nasrani seperti saya, selamat merayakannya yah…
Kata ‘naik’ membuat saya tertarik mengulas dan menyelami pengertian tentang’surga’. Orang bilang surga itu di telapak kaki ibu. Ada yang bilang surga itu sebenarnya ada di atas langit ke tujuh. Dan ada pula yang bilang sebenernya sorga adalah dunia ini, yang dimana pada suatu saat tertentu memberikan ‘sorga’ bagi sebagian orang.

Saya ga akan bahas tentang dimana sebenarnya letak surga itu, karena saya belum pernah ‘jalan-jalan’ ke sana.Yang jelas saya mau bahas tentang apa arti surga dalam kehidupan saya. Karena saya masih hidup di dunia, pengertian terbatas saya tentang surga adalah sebuah tempat yang isinya kebaikan. Kebaikan yang ga egois, tapi kebaikan yang sifatnya seimbang, selaras dan tidak merugikan lingkungan sekitar.

Meski bumi ini tak bisa dibilang ‘surga’ tapi sebenernya buat saya terkadang bumi ini menjadi’surga’ buat saya.
Suatu hari, saya melihat keindahan bumi dari atas pesawat kemudian saya berfikir, sebenernya dari awal Tuhan menciptakan bumi untuk menjadi surga buat umatNya. Sayangnya, kebencian, iri hati, keserakahan menjadi dominan sehingga bumi yang tadinya seindah surga ini perlahan-lahan mirip neraka ^__^. Neraka yang panas karena lapisan ozon menipis, kebakaran hutan, penebangan pohon secara liar diganti dengan kemewahan bangunan-bangunan komersial yang semuanya itu dipicu oleh keserakahan hati manusia.

Sgala hal yang baik dan jahat ini timbul dari dalam hati setiap manusia. Jadi, menurut Debhoy, surga adalah gambaran/efek yang terpancar dari hati manusia yang pastinya berisi kebaikan. Meski kebaikan-kebaikan kecil, tapi bisa menghasilkan keindahan di sekitarnya.
Sayangnya, masih banyak orang yang apatis tentang bumi dan isinya yang merupakan anugerah Yang Kuasa untuk manusia tapi mengharap banyak pada potensi bumi yang begitu luar biasa yang telah dikurasnya secara brutal.

Jadi aku melanjutkan lamunanku tentang pembicaraan singkatku dengan adik kecil tadi. Aku bilang padanya, ‘Surga itu ada di hatimu, Sayang…’ sambil berharap kelak setelah dia dewasa, dia tetap menjaga surga di dalam hatinya.

Apakah sahablog setuju dengan kesimpulan saya bahwa surga seharusnya ada di hati kita?

Selamat menyambut liburan panjang buat yang menikmatinya (saya ga libur panjang T__T)

Dear Mr. God

Tuhan tersayang….
hari ini aku hanya mampu menuliskan ini kepadaMu…

Sudah lama kita tak bertemu
Sudah lama tak kulukiskan hatiku yang sesungguhnya
Aku membutuhkanmu…
Bukan karena kesusahan-kesusahanku
Karena aku hanya membutuhkanmu
Itu saja….

Mereka semua seakan begitu dekat denganMu
dan aku hanya mampu tertegun…

Tuhan tersayang….
aku yakin saat ini Tuhan sedang menatapku sedih
melihat kenakalan-kenakalanku dan merindukanku kembali
Tapi aku masih saja tak mampu melihatMu

Aku slalu merasa baik-baik saja
Hingga akhirnya aku menyadari
ternyata Kau telah begitu jauh kutinggalkan

Aku butuh Engkau, tapi mengapa terasa begitu sulit untuk melihatMu?
Apakah ini sudah terlambat untukku?
Aku yakin Engkau selalu menungguku
Dan aku harap aku berhenti berlari dari semua ini
karena rasanya terlalu lelah menghindariMu

Tuhan tersayang,
Aku selalu melakukan kesalahan
Aku ingin memulai semuanya lagi
Berhenti melihat kesalahan-kesalahan itu
Dan berhenti membuat kegagalan
Aku butuh Engkau…

Tuhan tersayang,
bolehkah aku memohon kepadaMu???

Jagalah aku dan seisi rumahku, jaga ayah dan ibuku, jaga adik-adikku, jaga kekasihku, juga jaga saudara-saudaraku yang terkasih, terlebih lagi jaga hatiku ya Tuhan untuk segala sesuatu yang  sedang dan akan aku lakukan…karena kami sungguh membutuhkan Engkau ya Tuhan…

 

ditulis kembali darisinihh