SERENDIPITY ???

Ini adalah hari ke-18 di bulan ke-2 di tahun 2014, dan adalah hari ke-80 setelah Bapakku tersayang pergi ke Surga. Dan 20 hari lagi, tepatnya 100 hari setelah Bapak pergi, aku juga akan mengakhiri masa kerjaku di perusahaan tempatku sekarang bekerja dan tepat di hari ke-101 setelah Bapak pergi, saya memulai sebuah petualangan kerja baru di tempat baru.
Saya percaya itu bukan kebetulan, karena saya ga sempat hitung jumlah hari saat menerima pekerjaan baru tersebut, ga sempet liat kalender waktu ditanya kapan bisa mulai bekerja di tempat baru itu.

Yeppp… Tuhan memang baik banget, ^^ (dan slalu baik pastinya *_^)
Banyak kebahagiaan di balik kesedihan, dan itu yang saya alami dan imani sampai saat ini… Banyak hal di dunia ini yang katanya kebetulan, tapi setelah saya renungkan, ini semua adalah RENCANA TUHAN ^^ . Manusia banyak ga ngerti kenapa Tuhan kasih kita berkat di hari A, dan kenapa Tuhan kasi ijin duka di hari B. Tapi manusia dituntut percaya saja bahwa yang Tuhan berikan adalah yang TERBAIK sbab itu adalah pemahaman dari IMAN yang sesungguhnya ^^

Saya ga tahu kenapa Tuhan ambil Bapak di hari ulang tahun adik saya si nomor 3. Saya ga tahu kenapa Tuhan ambil Bapak di saat kami semua masih membutuhkannya, dan saya sampai sekarang ga tahu kenapa mama belum sembuh juga meski segala doa dan harapan serta usaha udah tercurah .
Tapi saya tahu pasti, bahwa sepanjang perjalanan saya baik saat Bapak tersayang masih ada di sini maupun tidak, atau saat kami masih berlutut merayu Tuhan untuk kesembuhan mama, saya selalu percaya bahwa Tuhan selalu ada menopang saya, keempat adik saya dan terlebih mamaku tersayang ^^

Dan secara kebetulan kado Valentine berbalut kertas hijau yang saya pamerkan kemarin itu isinya cocok sekali dengan apa yang terlintas dalam benak saya beberapa hari ini tentang kebaikan Tuhan.
Ini dia kadonya , dari Bu Fara salah seorang rekan kerja yang slalu ikut mendoakan yang terbaik buat saya dan keluarga. (Thanks a lot Bu Fara ^^)
IMG_20140215_013333
Kata-kata dalam piring cantik ini semakin menguatkan hati saya untuk slalu bersyukur atas segala ‘kebetulan’ yang Tuhan lakukan dalam hidup saya.

Saya selalu ingat kata-kata alm. Bapak tentang mengucap syukur ini. Bahwa adalah hal yang biasa bila kita bersyukur atas apa yang baik yang Tuhan berikan, tapi kalau kita ingin jadi manusia yang luar biasa, mengucap syukurlah untuk hal-hal buruk yang Tuhan ijinkan terjadi untuk kehidupan kita. Dan saya bersyukur, saya masih mengingat nasehat itu sampai sekarang ^^

SEMANGAT Deb!!! ^^
SEMANGAT juga buat semua sahablog yang setia saling mendukung dalam doa dan komentar ^^

Advertisements

BUTTERFLY FLY AWAY

IMG_20140126_212108Si cantik di sebelah ini saya temukan di halaman kampusku kemarin sepulang sekolah. Pas lagi ngobrol sama temen, serasa ada yang mengintip dari tempat duduk di sebelahku, dan mataku tertumbuk pada si cantik ini. And then sisi mellowku ini tetiba mengingat lagu yang aku suka, yang filosofinya diambil dari makhluk bernama BUTTERFLY. Anehnya, si kupu anteng banget beberapa kali aku shoot dengan kamera androidku yang tidak seberapa canggih itu. Seolah dia mengaku sedang mengawasi aku bercengkrama di sana.

Tetiba aku merindukan Bapakku lagi, merindukan senyumnya, merindukan dekapan dan segala nasihatnya di masa lalu.
Kuingat lirik demi lirik dari sebuah lagu yang kusuka ini :

You tucked me in, turned out the light
Kept me safe and sound at night
Little girls depend on things like that

Brushed my teeth and combed my hair
Had to drive me everywhere
You were always there when I looked back

You had to do it all alone!
Make a living, make a home
Must have been as hard as it could be

And when I couldn’t sleep at night
Scared things wouldn’t turn out right
You would hold my hand and sing to me

Caterpillar in the tree
How you wonder who you’ll be
Can’t go far but you can always dream

Wish you may and wish you might
Don’t you worry, hold on tight
I promise you there will come a day
Butterfly fly away

Butterfly fly away, butterfly fly away
Take your wings now you can’t stay
Take those dreams and make them all come true

Butterfly fly away, butterfly fly away
You’ve been waiting for this day
All along and knowing just what to do
Butterfly, butterfly, butterfly, butterfly fly away

Aku seperti si kupu cantik itu.
Perlahan bermetafosa dari gadis kecil yang sangat bergantung padanya, menyanjungnya, mengandalkannya, dan kemudian sampai saatnya aku berdiri sendiri , menjauh darinya sejak semua kesibukan pekerjaan mulai mendominasiku, dan segudang alasan untukku terbang jauh mengikuti arus angin kehidupanku ^^

Satu hal yang slalu membuatku tersenyum adalah kata-kata penyemangat yang selalu ia lontarkan di saat aku mengeluh tentang kejamnya kehidupan fana, tentang banyak hal yang membuatku takut akan hari berikutnya dia berkata, ” Jangan takut Nak… Tuhan akan slalu menjagamu karena doa kami menyertaimu ”

And i miss your pray Dad… i miss your smile and laugh ^^

Butterfly fly away ^^


*sayangnya Miley Cyrus gag sepolos saat dia nyanyiin ini lagu ya, padahal saya ngefans sama dia dulu karena lagu ini*

GOD IS FAIR ?!

Baru-baru ini Deb aktifin FB lagi setelah lama ga nyentuh dunia maya karena sang pacar dulu itu gag suka saya punya dunia di luar dunia dia 🙂 jadi setelah lama ga tahu kabar teman di sana dan di sini, beberapa hari teraIMG-20131129-WA0020khir saya mampir tuh ke profile FB mereka.
Dan tahu gag? Ada yang buat nangis, ada yang buat senang, yang paling sebel adalah saat merasa iri sama apa yang terjadi sama temen-temen selama saya menghilang dari peredaran T__T

Jelek sih sifat Debby ini ya. Kalo liat orang yang tadinya jelek jadi cantik banget, yang tadinya ga eksis jadi eksis banget, yang susah sama-sama dulu sekarang seneng-seneng dewe, rasanya sakit banget ya? gitu ga sih yang kalian rasain sahablog?

Tapi lama-lama kok ya saya tertawa sendiri lihat kebodohan diri ini. Lha masak orang susah aku senang dan orang senang aku susah ya? Ini kan jahat namanya ^^
Dan setelah ngobrol tengah malam lewat WhatsApp sama Kak Jul , kenapa ya pikiran waras saya balik lagi dan malah bisa berhasrat nulis macem-macem di sini ya? #lirik kak Jul#

Jadi ceritanya semalam kita curhat-curhatan gitu soal kerjaan dan lain-lain, dan sejujurnya neh saya menangis pas cerita sama kak Jul beberapa filosofi Alm. Bapak saya yang ga pernah punya musuh karena hatinya yang baik luar biasa itu. Bukan kak Jul sih yang buat saya tobat (biar ga GR si kakak ^^) , tapi keinget sama omongan Bapak saya , kalo ternyata yang buat kita sakit hati tu bukan orang lain lho, tapi diri kita sendiri. Karena kita suka pake ukuran yang salah stiap kali bersikap, berfikir terhadap orang lain.
IMG_20131130_101028
Ya contohnya saya ya… kalo saya ga banding-bandingin temen saya si A yang udah nikah , punya keluarga bahagia , suami penyayang, anak cakep, dengan kehidupan saya yang sekarang yatim, jomblo, masih suka sakit-sakitan, hidup saya bakal nambah sakit kali ya…
Tapi kalo saya bandingin si A sama hidup saya yang penuh cinta karena mama dan adik-adik saya, pekerjaan saya yang luar biasa, teman-teman yang super care dan segudang kebaikan lainnya, pasti saya berhasil awet muda ya karena ga pernah cemberut sama Tuhan ^^

Yah… semalam saya mikir kalo saya jadi si A apa saya sebahagia sekarang ya? Sepertinya gag. Soale sampek sekarang ne saya sedang merajut banyak mimpi yang kalo saya married mungkin ga bakalan bisa terwujud. Kalo saya punya anak kasian kali ya soale saya juga urus diri sendiri masih suka nyeleneh kok. Kalo saya punya suami lebih kasian lagi ya karena saya masih lebih cinta sama diri sendiri sampek sekarang ^^

Kesimpulannya? Tuhan itu adil banget ya? Setuju kan????IMG-20131129-WA0027

o, ya… foto-foto narsis saya di atas itu diambil sehari sebelum Bapak meninggal, saya ada di Puncak rame-rame temen kantor lagi liburan. Dan saya bersyukur karena Tuhan ambil Bapak saya sewaktu saya ada bersama teman-teman yang care sama saya. Kalau bukan karena mereka mungkin saya ga bisa on time lihat Bapak untuk yang terakhir kalinya ya… Mungkin juga saya pingsan sendiri di kamar ya pas denger kabar duka itu, tapi karena ada mereka tangan saya jadi lebih kuat dan hati saya bisa lebih tegar karena doa mereka ^^
Terimakasih ya temans untuk semua perhatian dan dukungan kalian…. 🙂

LESSON OF LIFE #2

Pukul 08.25 WIB, kulangkahkan kakiku dari halte busway yang hangat menuju gedung perkantoran di seberang dengan percaya diri, bahwa sang hujan akan berhenti tepat saat aku akan melangkah menyentuh trotoar di seberang sana.
Tapi sayang, keberuntungan tak berpihak lagi padaku pagi itu. Si pemalas ini mencoba mencari-cari sosok yang sering ku temukan beredar di sekitar halte membawa payung besar untuk membantunya menghindari sentuhan kasar titik hujan yang begitu deras.

Yap, di sana dia… seorang ibu bercucu empat itu lagi pikirku.
Jas hujan biru tua yang selalu dipakainya, senada dengan payung biru hadiah sebuah perusahaan asuransi dengan tulisan putih ‘Pr*d*nT*al” yang dipinjamnya dari tetangganya, adalah jejak penanda yang ia tinggalkan setiap kali kami bertemu di musim hujan ini.

” Nenk, ketemu lagi. Seperti biasa kan Nenk?” tanyanya dengan senyum semangat meski mentari malu-malu di balik awan hitam pagi itu.
” Iya Bu.” kusambut payung biru itu dan setengah terburu-buru mulai melangkah menuju gedung kokoh tempatku biasa menghabiskan setengah dari hari-hariku selama 1.5 tahun belakangan ini.

Namanya Nenek Mirah. Umurnya 62 tahun, badannya kurus dan keriput sudah menghiasi wajahnya yang sendu. Senyumnya untukku pagi itu kusyukuri, bahwa hidup hari ini patut disyukuri.
Dia bertanya bagaimana kabar ibuku di kampung dengan suara bergetar, ntah itu kedinginan atau karena terenyuh tentang situasi keluargaku di kampung sejak kami saling bercerita sambil menikmati hujan minggu lalu

” Masih seperti biasa Nek, tanpa Bapak hidup kami terus berjalan. Meski terkadang mama di kursi rodanya dan aku di sela-sela pekerjaanku menangisi kehilangan kami yang begitu dalam. Tapi karena Tuhan memberi kekuatan, kami bisa bertahan. Nenek juga kan? ” Ia tersenyum, matanya semakin berbinar senang mendengar jawabanku.

Dan dalam pertemuan singkat itu ia menceritakan kehidupannya setelah lebih dari seminggu kami tak bertemu. Cucu-cucunya yang nakal, dan anaknya yang suka mabuk dan main perempuan. Juga sang menantu yang telah tiada sejak cucu ke empatnya hadir ke bumi ini.

Namun keluh kesahnya selalu diakhiri dengan ucapan syukur, bahwa ia masih diberi kesehatan oleh Yang Kuasa untuk tidak menjadi pengemis. Menjadi buruh cuci, menjadi ojek payung, bahkan joki 3 in 1 sudah dia lakoni demi keberlangsungan hidup keempat cucu kesayangannya.

Setiap berpisah di depan satpam yang berjaga di pintu gedung , dia slalu berujar ‘ Smoga Ibu Nenk dan Nenk Debby diberkahi kesehatan dan rejeki yang melimpah dari Allah ‘ sambil berharap besok kami dapat bersua kembali dalam hujan.

Yah… hujan mempertemukan kami dan memberi kami pelajaran bahwa hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti ^^

Happy Sunday 🙂

LESSON OF LIFE #1

One day, I went home with my Dad with motorcycle from the traditional market with some heavy grocery that I held.
At that time, the rain has just come down and the way we pass through was perforated and slippery.
My Dad rode on the motorcycle carefully , but I was still afraid we could fall because of slipped.
He was felt my worried.

He stopped the motorcycle and said , “Boruku (in Batakness it means my dearest daughter), Jangan takut . Kamu kan udah tahu Bapak selalu berhati-hati dan penuh perhitungan setiap kali mengendarai motor ini”
Since i was in primary school, my Dad always take me to school by motorcycle.
And he never fault or get on an accident.
But because of his age , and the growth of my body that is greater than him, I was afraid we could fall.

After arriving at home, I was realize that it wasn’t because of his strength so my Dad could rode the motorcycle carefully , although the road was very slipped and my weight was very heavy, but because of love.
Loves reinforce my Dad so he could carrying on my mom to the church every Sunday, and love strengthen him to take care of his children with every problem.

And how about me?
Sometimes I feel too worried in facing this hard life like when I was behind my Dad when he rode the motorcycle.
But as the time passed, I realized that if I surrender and believe like when I was holding on my Dad, I will save and feel comfort. Life is like that road.
Maybe we think that God can’t help us because of our heavy sin, but in faith that God’s love is more than anything we can’t get slipped or fall.

Happy Sunday!

EMPAT PULUH HARI

Tuhan tersayang ,
Terimakasih untuk penyertaanMu sepanjang hidupku
Terimakasih juga untuk kekuatan menahan pedih, sakit dan rindu yang Kau anugrahkan
Empat Puluh Hari telah berlalu sejak Kau ambil Bapak dari hidupku
Dan aku masih bisa tersenyum menatap pagi, melalui malam dan mengagumi langit di sore hari
Terimakasih…
Photop_20140105074245

Dear God,
Trimakasih untuk mama yang masih memberikan kami kehangatan
Juga adik-adik yang kuat dalam iman untuk menyongsong masa depan
Terlebih untuk waktu yang masih panjang untuk kami perjuangkan bersama
Terimakasih untuk kehidupan ini….

Dear Lovely God,
Kalau boleh sampaikan salam rindu ini pada Bapak di sisiMU
Meski merindu, aku tahu tak boleh lagi menangisi waktu yang lalu
Hanya luapan rindu yang bisa kuhantarkan dan kuluapkan saat ini
Juga iman bahwa Bapak sedang berada di tempat terbaik yang Kau sediakan
Terlebih pengharapan akan hari esok untuk kami yang masih membumi untuk terus berjuang

DEDICATED FOR MY LOVELY DAD…

SELAMAT JALAN UNTUKMU DAN SELAMAT BERJUANG UNTUK KAMI

YANG BARU DI 2014

Sore kemarin telepon di meja kerjaku berdering.

R : Deb, ada kirimian dari shop online ZALORA yah untuk dirimu
D : Ok Mba… meluncur.

Dengan riang kuhampiri meja Resepsionis (R) dan menemui kurir yang udah siap dengan barang pesanan dan pulpen untuk mengesahkan penerimaan barang tersebut.
Sebelum tandatangan, dengan bersemangat kubuka plastik pembungkus dan kotak yang melindungi sesuatu yang kupesan dari ZALORA.

Dan inilah dia :

sepatu baroe

Gambar diambil dari website ZALORA ya. Baru kali ini belanja online dan sangat puas karena ukuran sepatu ini pas banget untukku. ^^
Bentuknya simpel dan ternyata lebih bagus daripada yang ada di gambar lho. Sepatu ini hasil dari ngeblog juga lho. Dapet voucher sebagai reward karena ZALORA masuk ke blog Debhoy. So, daripada bingung mau belanjain tuh voucher, ya saya pakai untuk beli sepatu flats yang memang sedang saya butuhkan.

Yah slain sepatu baru, status baru juga mengikuti saya di awal tahun 2014 ini. Sudah yatim, jomblo juga, begitulah kata Debhoy. Tapi don’t be worry, kesibukan di pekerjaan dan keluarga yang membutuhkan perhatian lebih, sudah membuat saya lebih bersemangat daripada terus-terusan menangisi hari yang lalu.

Seperti mendukung saya, si sepatu cantik menandakan bahwa saya siap melangkah dengan lebih baik lagi di tahun 2014 ini.
Almarhum Bapak pernah bilang, bahwa orang disebut dewasa bukanlah dinilai dari usianya atau besarnya fisiknya , tapi dari cara berfikir dan bertindaknya. Saya sangat berharap tahun 2014 ini saya bisa menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Belum terlambat kan untuk menyampaikan harapan dan perubahan yang harus saya lakukan di tahun ini? Lebih dekat dengan Tuhan (nambahin jam-jam doa dan perbanyak baca Alkitab) , lebih perhatian sama keluarga dan lebih rajin kuliah (mudah-mudahan pekerjaan di kantor ga buat saya malas kerjain tugas), yang terakhir, saya sungguh berharap agar tahun ini saya lebih banyak tersenyum daripada menangis ^^

Semangat!!!