MUDIK’s TIME

huaaaa…..

kangen rasanya sama komputerku, kangen nulis, kangen chatting sama temen-temen ^^
Yang pasti ga kangen sama pekerjaan yang numpuk *_*
Seminggu kemarin aku lewati bersama keluarga tercinta di sebuah dataran tinggi di Sumatera Utara, namanya Kabanjahe..sekitar 30 menit dari Berastagi. Atau mungkin ada bloggers yang pernah ke sana juga? ^^

Karena dataran tinggi, udaranya pasti dingin dan sejuk dong…. Apalagi menjelang 17 Agustus kemarin, kebetulan rumah saya sangat dekat dengan lapangan besar tempat upacara-upacara besar diadakan jadi suasananya ramai banget lho…

Jadi terkenang masa lalu…saya dulu pelatih drumband lho…karena prestasi saya dalam baris-berbaris dan kecerewetan saya, makanya saya dipilih melatih sekolah saya dulu.

Agak sedih sih begitu tahu sekolah itu tak menjadi juara sejak tim saya tidak melatih lagi di sana. Jamannya saya dulu masih jadi pemain belira, sekolah saya menang jadi juara 1 lho se kabupaten karo ^^
Sekarang baris-berbarisnnya aja kurang rapih dan kompak seperti kami dulu ^^
Untung bukan saya pelatihnya, bisa-bisa 3 kali saya dinobatkan jadi senior tercerewet ^^

Hal pertama yang saya lakukan ketika sampai di kota Kabanjahe adalah menjemput ortu yang sama sekali tidak tahu rencana mudik saya kali ini 🙂
Sungguh lucu melihat wajah Bapak yang gelagapan ketika melihat saya di depan pintu masuk gereja sesaat sebelum dia mulai bernyanyi paduan suara di depan altar ^^
Apalagi mama yang speechless ketika tiba2 saya memeluknya dengan begitu erat dari belakang ^^

Sampai di rumah masih terasa hangatnya suasana rumah ketika adik-adik saya memberi kecupan sayang di kedua pipi tembem saya ini ^^
Seburuk-buruknya rumah sendiri tetep saja saya masih merasa lebih nyaman di situ dibanding kosan saya yang super nyaman tapi tak dikelilingi keluarga tercinta…

Foto di samping ini adalah foto dua adik saya yang sama-sama dengan saya lahirnya di bandar lampung. Baru sadar ternyata mereka sudah lebih tinggi dan ganteng-ganteng dibanding sejak terakhir ketemu 2 tahun lalu.

Dua-duanya ganteng lho…sapa yang mau daftar jadi ipar saya? Seleksinya berat yah… hihihihihi

Nah, ini adalah Bapak, mama dan Rheina yangselalu mendekap saya sejak awal datang hingga saya akan pulang ^^
Yang dipegang mama saya adalah dompet besar yang ternyata memang lagi dia butuhkan. Senang deh melihat tawa ceria semuanya ^^

Saya dan Rheina berbeda banget. Orang bilang saya mirip Bapak, dan Rheina mirip mama. Kalo someone spesial saya bilang, saya ga mirip keduanya ^^

Gimana menurut teman bloggers?

Melelahkan sih, karena waktunya singkat, tapi menyenangkan bisa bertemu teman-teman lama, berkumpul bareng-bareng bersama keluarga tercinta…
Belum tentu 2 atau 3 tahun lagi bisa pulang, apalagi kesibukan kuliah dan kerja bakal makin padat. Huaaaa….rasanya tekanan beberapa minggu lalu terobati dengan kepulangan saya tahun ini ^^

Baru beberapa hari kembali ke Jakarta, tapi sudah rindu lagi T_T
But i always believe , Tuhan menjaga ortu dan adik-adik saya, juga semua orang yang sayang dan saya sayangi ^^

SEMANGAT DEBBY!!!!
SEMANGAT TEMANS!!!

Advertisements

GATHERING SPECIAL (day 2 and 3)

Pagi-pagi, Debby niatnya liat sunrise, tapi terbangun di jam 7….ga mungkin bisa T_T
Karena itu setelah mandi dan sarapan pagi, Deb segera menuju ruang aula untuk mendengarkan beberapa ‘ceramah’ dari consultant dan direksi.

Ga terlalu banyak yang spesial kecuali pesan-pesannya yang membangkitkan semangat pantang menyerah meraih impian, bertahan dan tetap fokus pada tujuan menggapai impian ^^

SPECIAL artinya Service Oriented, Passion, Excellence, Integrity, Accountable dan Learn. Semua hal yang berhubungan dengan 7 kata itu adalah bagian dari visi dan misi kantor kami ke depannya.
Jadi setelah seminar kami pun outing alias olahraga sambil melatih team work dan keakraban kami.

Dari lima permainan yang paling saya suka adalah Flying Fox yang gampang banget dijalani kecuali bagian manjat pohonnya ^^
Saya ga mau lagi deh manjat pohon kalo belum langsing, nyaris kehilangan nyawa rasanya waktu ketakutan menggantung ga sanggup naik ke tempat mas2 petugas pemasangan alatnya ^^

Sayang banget ga ada fotonya waktu saya ketakutan, hohohohoo
adanya foto waktu seminar dan saya nyengir ketika ada kamera yang mengintip dan siap membidik saya ^^

Oh, ya…malamnya sebelum acara penutup ada acara ‘GOT TALENT’ dimana saya adalah koordinator gayanya ^^
Kelompok saya menang juara II lho… lihat saja gaya saya waktu mulai berjoget…
Kami namakan kelompok kami PINK PANTHER dan mendapat giliran menari dengan iringan lagu.

Setelah outing saya masih semangat turun ke lembah terbawah melihat teman2 cowo sambil menemani Pak Stevan dan pak iron (satpam jaga dr panitia) berkeliling.
Udara malam yang sejuk, langit penuh bintang dan bulan yang terang benderang menambah suasana malam ga memaksa mata saya tidur tapi justru makin semangat hunting pemandangan indah yang ga sering saya nikmati di jakarta.

Hari ketiga kami agak bebas…karena hari kedua begitu lelah jadi bisa bangun jam 8 (sayangnya ga kuat liat sunrise)
Sebenernya masih banyak foto-foto perjalanan seru saya yang pertama kali secara keseluruhan teman-teman di kantor, tapi sebaiknya mampir saja ke FB saya yah… di sana masih ada 40 lagi foto menarik yang lucu dan bagus untuk dilihat.
Jadi saya sudahi cerita saya ini dengan memberikan satu foto favorit saya selama di Lembur pancawati ^^

GATHERING SPECIAL (day 1)

Ok, lama tak menulis akhirnya bisa juga lepas sejenak dari kesibukan yang mengikatku di kantor berjam-jam. Bukannya bela diri, tapi memang itu kenyataannya 😀

Jadi, tanggal 30 Juli sampai tanggal 1 Agustus, kantor saya mengadakan outing alias gathering yang bertemakan ‘You are SPECIAL’ di suatu tempat bernama ‘Lembur Pancawati’ di daerah Bogor ke sana dikit ^^.
Awalnya saya mengira outing ini tidak akan semenarik outing di organisasi yang biasa saya ikuti. Karena panitianya masih awam soal event besar sperti ini.

Puji Tuhan acara berlangsung seru. Hari pertama, berangkat dari kantor antri di bus, kebetulan saya dapet jatah duduk di BIS 2. Ada 3 bis yang mengangkut sekitar 150 orang, dan 5 mobil untuk karyawan yang tak bisa meninggalkan tugasnya di hari Jumat karena tanggungjawab terhadap customer.

Ini wajah2 ceria kami ketika panitia menyatakan untuk berkumpul dan siap2 berangkat menuju TKP ^^

Nah, setelah semua di absen, maka setiap koordinator bus meminta kami berbaris ^^
Sejak awal hari Jumat (meski bangunnya telat sekali karena nonton film Korea) aku bersemangat bener untuk mengikuti outing. Entah kenapa rasanya asyik aja bisa agak bebas di depan bos… ^^

Ini wajah-wajah sabar kami menanti koordinator BUS 2 selesai mengatur anggotanya yang bersiap memasuki bus…

Ada 2 tas yang Debby bawa… pertama ransel, kedua tas yang nyaris mirip sama tas kantongan di mall2, agak ekren dikit karena itu hadiah dari majalah Cosmopolitan di acara nobar gratis Telkomsel ^^
Isi tas? yag pasti make up, makanan dan pakaian ^^

Sebelum melanjutkan perjalanan, semua bis mampir dulu ke cibubur Square yang ada di pinggir tol. Tempatnya OK kalo diliat dari luar, tapi ga tahu kalo dari dalam, karena Debby lebih memilih futu2 di depannya daripada ke dalem menghabiskan uang tuk berbelanja ^^

Sampai di TKP, kami semua langsung menyerbu dan menjelajahi tempat itu. Ternyata Lembur artinya ‘Lembah’, dan nama Lembah itu adalah ‘Pancawati’…
Kamar Debb ada di tengah-tengah, artinya…di atas Debby ada bukit yang terdapat kamar tempat temen-temen lain menginap, dan di lembah terbawah ada kamar temen-temen cowo …
Penasaran dengan suara air yang mengalir, maka Debby memutuskan untuk turun, meski banyak temen yang masih setengah jalan bilang turunnya mudah, naiknya sangat melelahkan.

Ternyata bener…baru setengah jalan turun, Debb merasa mungkin kaki akan patah kalo naik nanti…
Tapi tekad untuk hunting foto menarik ga mengundurkan niatku ^^
Ada kali (sungai) kecil yang menjadi sumber suara teduh tadi…

acara hari pertama hanya kata sambutan dari panitia dan presiden direktur sekaligus acara perkenalan. Debby nyanyi lho…tapi malu ahh nampilin futu lagi nyanyinya ^^
Setelah makan malam Debby masih menikmati suara jangkrik dan hembusan angin sejuk yang sesekali menggelitik dan membuat menggigil…
Ada bulan 3/4 dan bintang2 malam itu,,,, Ga sadar Debby sudah berjam2 duduk di sana sampai subuh …
Ini ada temen yang kebetulan lewat mengambil gambar Debby waktu merenung ^^

Be happy Debby!!!!

Dua minggu berturut-turut aQ dapet tiket gratis nonton bareng dari Simpati. Dan karena lagi bokek habis, aQ mengajak temen-temen kos untuk bersama-sama ikut dengan syarat mereka yang nanggung ongkos PP sampe kosan… hahahaha

Bukan temen yang buruk kan aku ini? Hanya saja terpaksa berbuat demikian , lho???

Ok, sebenernya…dua minggu ne banyak banget aktifitas yang tak pantas disebut tak menyenangkan. Beberapa kali menikmati keceriaan bersama temen-temen yang klop dan bisa saling berbagi apapun bener-bener menyenangkan.
Tapi herannya, akhir-akhir ini rasanya kok malah merasa sepi…entah sudut mana dari hati ini yang sepi Yang jelas mungkin ini cuma bagian dari proses yang bakalan dialami setiap orang kali yah….

Makanya, atas saran lama dari seorang sahabat yang akhir-akhir ini jarang ngobrol lagi (mungkin masalahnya masih belum selesai), saya berniat menunjukkan hal-hal indah saja yang saya alami minggu ini daripada mengeluh dan mengeluh lagi ^^

(kak Dana , aQ, Cindy dan Mayang)


Foto di atas adalah wajah capek sebenernya karena sepulang kerja langsung nonton ke Grand Indonesia, belum lagi film yang ditonton termasuk film yang lumayan mengasah otak. Judulnya “Inception”.. Cerita ini tentang tingkatan-tingkatan dunia mimpi. Jadi semuanya ternyata cuma mimpi yang bakaln berpengaruh pada kehidupan nyata setiap tokoh dalam film itu. Untuk jelasnya bagusnya bloggers tonton deh neh film…dijamin seru lhoo ^^

(kak Dana, Audy, Fitri, aQ)

Kalo foto yang satu ini adalah foto tadi malam. Lagi-lagi nonton tapi Cindy ga ikut, digantikan Fitri (mantan tetangga sebelah kamar) ^^

Film yang ditonton kali ini adalah film “Kamui Gaiden”

FIlm nya action Jepang, ninja2 gitu…asli seruuu

Thanx to Telkomsel yang udah kasih kita kesempatan bersenang-senang… ^^

Happy weekend plends!

AZA-AZA FIGHTING!

Smangat pagi temans… ^^

hari ini Jakarta cerah setelah semalam hujan deras…
Entah kenapa melihat mentari pagi secerah ini jadi kangen suasana di rumah tante di lampung. Hamparan sawah menguning, suara burung berkicau dan angin yang berhembus lembut membuat hasratku menuliskan berpulu-puluh puisi mengalir sedeeras air sungai dari pegunungan… 🙂

Belum lagi masakan tante yang khas Jawa , bikin kangenku sama Mbok yang jago masak dan melantunkan lagu-lagu Jawa.
Tanteku asli Batak, hanya saja lahir di lampung dan menikah dengan ‘Uda’ (sebutan untuk suami tante di Batak) yang asli jawa tapi juga udah lahir di Lampung.
Sejak mereka pacaran aQ sudah lahir… Sering banget aQ dijadiin alasan tante untuk ngeluyur dan diam-diam bertemu ‘uda’.

Mamaku orang yang paling menentang keras hubungan beda agama dan beda suku ini. Maklumlah, sedari dulu opung (kakek) selalu mendidik anak-anaknya untuk menghormati adat. Meski sampai hampir memisahkan dua hati yang mencintai dengan tulus satu sama lain. Tapi pada akhirnya, pernikahan mereka malah meluluhkan hati semua orang yang awalnya begitu menentang keras hubungan itu.

Aku yang ga mengerti apa-apa waktu itu hanya bisa menonton kejadian-kejadian dramatis mulai dari tante pacaran sampai menikah dan bagaimana keluarga terpecah menjadi dua, satu mendukung, satu menolak keras.
But, puji Tuhan, sekarang semua sudah berjalan seperti biasa. Sudah lewat dari 14 tahun tante menikah, dan semua orang termasuk mamaku sudah menerima semuanya dengan pemikiran bahwa hukum KASIH tak bisa mengalahkan hukum apapun di dunia ini.

Ok, topik utamanya sih bukan tentang tanteku dan pernikahannya yang awanya menyakiti banyak orang, tapi tentang warisan mutlak yang tante berikan untuk kami semua dari hasil pernikahannnya itu. Febby, Awan dan Tian.. mereka anak-anak yang baik dan bijak. Selama tinggal di rumah tante, aku selalu menghabiskan waktu belajar, bermain, berantem sampai ngomel2 mengajari mereka untuk ga malas dan ngompol ^^

Ga terasa mereka yang dulu masih kecil sudah besar… termasuk mungkin adik-adikku di kabanjahe kali yah… Sudah hampir dua tahun aku ga pulang ke rumah, pasti mereka juga makin besar dan menyaingi tinggiku sekarang… ^^
Baru Februari lalu aQ ke Lampung, rasanya mereka sekarang cepat sekali bertumbuh ^^

Karena aQ anak sulung dan mamaku juga anak sulung, jadi sepupu-sepupuku semua sangat mengagumi aku sebagai kakak yang patut dicontoh. Dan rata-rata mereka segan sama aQ, meski sesekali bandelnya kumat juga.
Entah harus sedih atau bangga, kadang menjadi ‘kakak’ ga mudah aku lalui. Karena semua adikku memandang aQ sebagai panutan alias contoh nyata dalam hidup mereka sehari-hari ^^

Adik-adik pasti melihat semangatku karena sejak awal saja udah banyak yang bilang ingin semandiri aQ suatu hari nanti 🙂

Semoga saja bisa jadi kakak yang baik, ^^
Semoga saja melalui hidupku, mereka bisa semangat menjalani hidup mereka ^^

Aza-Aza FIGHTING!!!!!

Ini foto terlucu yang diambil sepupuku si Febby, ceritanya lagi menyebrangi kali kecil untuk bisa sampai di sawah ‘bule Adhit’ mengambil pisang kepok untuk oleh-oleh ke jakarta. Bagi yang mau oleh-oleh masih ada tuh di rumah pisangnya ^^

Nyebrangnya butuh mikir-mikir selama 15 menitan neh… kayunya kecil dan keliatan agak tua jadi agak takut, ternyata masih kuat menanggung berat badan saya yang makin hari makin meningkat ^^ . Karena kelamaan nyebrang akhirnya kaki-kaki saya digigitin semut, sampai-sampai futu pun angkat kaki sebelah sangking perihnya menahan gigitan semut… 😀

Kemarin di buat pisang bakar sama temen-temen kos untuk jadi sarapan 2 hari berturut-turut. Rasanya jadi makin kangen makan pisang goreng buatan Mbah ^^

DUA jadi SATU

Hari Jumat lalu saya berangkat ke Lampung nebeng mobil nenek (opung). Bukan karena mau jalan-jalan, tapi karena ada sepupunya mama yang menikah di sana. Berhubung saya dekat dengan yang menikah, maka saya memutuskan untuk wajib datang ke acara itu.

Saya kan lahir di Bandar lampung. Bahkan mama saya sejak kecil sudah besar di sana. Jadi baik keluarga kandung maupun keluarga yang ketemu di rantau karena persamaan marga banyak sekali yang mengenal mama dan bapak saya.  Yang selalu saya temukan setiap saya bertemu dengan orang yang udah lamaaaaaaaa banget ga ketemu ortu adalah pelukan2 erat mereka dan ucapan kagum terhadap gedenya saya sekarang O_O

Saya maklumin sikap histeris mereka karena saya meninggalkan Lampung di usia 10 tahun dengan tubuh saya waktu itu begitu imut-imut dan lucu. Dibanding dengan sekarang, yang yah….saya sendiri ga sanggup menjelaskannya. wkwkwkwkwkwkw

Ada banyak orang yang memberi kesan-kesan mereka ketika bercerita pada saya tentang ortu saya. Dan saya sangat bangga terutama kepada Bapak saya yang sangat mereka kagumi.
Meski dia ga setampan bapaknya orang-orang di luar sana, tapi Bapak saya memberi kesan yang sangat dirindukan oleh orang-orang yang mengenalnya. Rata-rata membanggakan keramahan dan jiwa sosial Bapak yang begitu tinggi. Saya semakin bangga ketika banyak orang bilang semakin hari wajah saya semakin mencerminkan wajah Bapak saya.

Tentang ibu saya, ga banyak yang spesial kecuali bagaimana orang-orang yang mengenalnya sejak kecil mengagumi kecantikannya. Yah…dibanding Bapak yang biasa aja dari segi fisik dan status sosial mungkin mama begitu luar biasa. Mama cantik dan jadi primadona di UNILA di tahun 1985-1990.

Selain itu status sosial kakek yang katanya lumayan terpandang begitu berpengaruh terhadap betapa tenarnya mamaku. Namun, semua cuma tinggal kenangan…karena mama dengan kondisi sakitnya sekarang bahkan jarang diingat penggemar-penggemarnya dulu di lampung.

Saya ga bermaksud menyakiti hati mama saya (jika saja dia membaca ini) atau memberikan rasa kagum berlebihan kepada Bapak saya… tapi hanya ingin belajar dari dua orang yang telah bekerjasama untuk menghadirkan saya ke bumi ini ^__^

Dua orang dengan dua karakter dan latar belakang berbeda. Mama dengan rasa bangga atas segala kemanjaannya dan papa yang rendah hati dengan segala perjuangannya menjalani kehidupan yang begitu keras dan menggila ini. Keduanya berpartisipasi membangun karakter saya sekarang. Rasa percaya diri saya tentu saja karena mama, mama selalu mengatakan bahwa saya pintar, saya cantik dan saya ini luar biasa. Pujian-pujian mama membuat saya selalu merasa percaya diri berada di kalangan manapun.

Kebanyakan yang saya warisi adalah karakter-karakter Bapak yang pintar bersosialisasi dan berjiwa sosial tinggi. Buktinya, saya gampang bergaul meski dilempar ke tempat paling kejam sekalipun. Saya berteman dengan banyak orang, bahkan tukang ojek yang sering saya lewatin setiap saya pulang kerja begitu akrab dengan saya.  Bapak ga pernah mengajarkan saya untuk memilih teman, asalkan saya berjanji untuk ga mengikuti teman-teman yang buruk, Bapak membebaskan saya bergaul dengan mereka.

Yang paling diingat teman-teman Bapak ketika mereka bertemu saya adalah senyuman saya yang sangaaaaaat mirip dengan senyum ceria Bapak. Dan kebanyakan yang mengagumi senyuman itu adalah kaum ibu yang semasa gadis ‘katanya’ mengagumi Bapak saya.

Lucu juga sih… saya ceritain ke Bapak bagaimana respon orang-orang itu dan Bapak hanya terkekeh mendengarnya. Sementara ibu saya ngedumel (pura2 cemburu) di belakangnya.

Selain banyaknya orang yang tidak saya ingat memeluk saya dengan penuh semangat, saya juga bertemu dengan tante-tante saya yang sejak kecil sudah bermain-main bareng ke sana ke sini. Jarak kami terpaut 2-3 tahun saja. karena mama adalah anak pertama dan saya adalah cucu pertama, makanya jarak saya dengan tante-tante saya yang bungsu tidaklah begitu jauh.
Itu juga suatu keuntungan buat saya, jadi meski badan saya kadang lebih besar dari mereka, saya masih manggil mereka dngan sebutan ‘Tante’ ^^

Dan keuntungan jadi ‘keponakan’ adalah dimanja sana sini ^^
Meski ga semanja dulu, tapi saya tetep merasa seperti anak kecil saja kalau bertemu tante-tante saya itu.

Hm… ini cerita saya tentang hari pertama, kalau sudah ada futu2 kegiatan saya hari kedua, pasti bakal saya ceritain kejadian lucu di pinggir sawah ^^

Smangat pagi!!!!

Ronggeng Nyasar yang Gagal Audisi

Hihihihihihi….
Sebelumnya makasih wat Mba Isnuansa karena gara-gara postingan dia saya tahu ada kontes The Amazing Picture ini.

Maklum masih newbie (dalam dunia lomba-lombaan) jadi agak kurang gaul kalo ga blog walking ke blog temen-temen yang udah lama berkecimpung di dunia lomba-lombaan.

Futu di atas itu adalah foto saya sekitar April 2009 waktu saya backpacker ke Jogja. Waktu itu masih memakai kacamata dan berambut keriting yaang jarang disisir, ga peduli kulit gosong atau engga yang penting having fun. (beda banget yah dengan saya yang sekarang ) ^^
Ceritanya saya dan 3 orang temen saya dengan 2 motor (berboncengan) dari Jogja menuju Borobudur.

Sudah bosan berpose dengan gaya (sok) manis, maka saya minta difutu dengan gaya gokil seperti ini sampai-saampai semua pengunjung candi yang sungguh megah itu memperhatikn saya. Mungkin dikira saya ‘kesambet’ sampe begaya seperti itu tanpa malu-malu. Ya , ngapain malu, wong saya ga kenal mereka… 3 temen saya dah tahu kok betapa gokilnya saya ^^

Futu ini juga bagian dari kenangan bersejarah saya tentang jalan ke Jogja – Cilacap bawa duit 200rb pulang dengan total uang utuh plus oleh2 sebesar 400rb. (cerita lengkapnya kayaknya dah pernah saya posting deh) ^^
Saya berharap setidaknya setelah setahun lebih kenangan ini tetep bisa menjadi berkat untuk saya, ya…  misalnya saja menang dan dapet award dari pakde Cholik ^^ (AMIN)

Saya beri judul ‘Ronggeng Nyasar yang Gagal Audisi’ terinspirasi dari beberapa kali audisi Idol saya yang gagal dan gerakan tari saya di foto itu yang ‘nyeleneh’

Semoga bisa menghibur bloggers sekalian ^__^