Weekend MUMER

Sehari setelah pulang kampung minggu lalu, saya dan temen-temen kos berencana menikmati kebersamaan bareng-bareng yang akhir-akhir ini jarang dilakukan karena kesibukan masing-masing.

Banyak pilihan tempat jalan yang dekat dari kos-kosan. Mulai dari mall taman anggrek, Citra land, Semanggi bahkan Senayan juga dekat…maksudnya hanya sekali naik taksi dengan harga 15 ribulah berlima, murah kan? hihihihihihi

nah, karena tempat-tempat di atas itu sudah bosan dikunjungi, makanya kami memilih tempat baru yang juga ga jauh dari kos-kosan. Namanya Central Park.
Bagi yang tinggal di kawasana jakarta Barat atau penggemar Indonesia Idol mungkin udah tahu tempat ini…
Masih baru sih, belum banyak toko yang dibuka.
Tapi tempatnya ternyata asyik banget lho. Tamannya luas… sehingga yang ga doyan belanja seperti saya, cukup menunggu sambi menikmati suara air dan udara sejuk aja di taman itu.

Pemandangan indah dan suasana bagus seperti itu tidak kami lewatkan dengan sia-sia lho. pastinya berfoto-foto ria. Mulai dari lobby aja kami udah seheboh foto di atas.
Ga perduli sama bapak2 yang kepalanya nongol deh di antara kami bertiga ^^
Foto yang di bawah ini mirip seperti animasi game berantem-berantem gitu yah…Ini aku dan Mayang…

sejujurnya memang kita suka ribut-ribut sih di kosan (buka kartu gitu deh…)
Siapa yang kalian dukung hayoooo???

Karena dari awal niatnya memang akan belanja bulanan, setelah puas berkeliling, berfoto ria dan lirik sana-sini kami berempat akhirnya menuju lantai paling bawah untuk berbelanja. Carrefournya luaas banget lho…Lengkap banget… waktu saya menulis ini, boss saya juga sedang kesana cek harga sembako untuk keperluan sumbangan Lebaran.
Si boss kesana karena informasi saya, bahwa di CP itu Carrefournya besaaaaaar, lengkaap dan luaaaaaaaaaaas banget ^^

Ternyata weekend di jakarta sekarang ga harus menikmati yang sejenis restoran dan mall-mall dengan tipe yang sama aja. Yang buat CP yaitu Podomoro Group idenya keren bangeeeeet lah buat mall segede itu jadi kayak empat wisata and refreshing rakyat Jakarta bagian Barat khusunya.
Cuma modal ongkos Rp 2000 kalo naik Kopaja atau Metro Mini, tapi udah puas menghibur diri dengan suasana berbeda dari aktivitas ngantor sehari-hari.

Gimana dengan akhir pekan kalian teman? ^^

BINTANG di LANGIT

Ketika pagi datang, mentari menyambutku
mengingatkanku tentang hangatnya senyummu
dekap eratmu dan empatimu membuktikan kasih dan sayang itu

Ketika siang datang, mentari menyengatku dengan cahaya super terangnya
Mengingatkanku tentang betapa kerasnya memperjuangkan aku
Genggaman dan tatapanmu membara semangatku tuk selalu maju

Ketika sore menjelang indahnya langit kupandang
Pantulan sinar mentari senja mengingatkanku tentang perjalanan kita
Saat senja datang kau pun menghilang bersama malam

Dan ketika malam menjelang, bintang-bintang tersenyum padaku
Semula kuanggap itu cemoohnya ketika kau pergi tinggalkan kenangan
Tapi ternyata di antaranya adalah kamu….

Malam ini…ketika aku memandang rembulan dan ribuan bintang…
Di saat wajahmu dan kenangan tentangmu melalui ingatanku
Di saat air mataku jatuh tak terbendung mengenang tentangmu
Hanya senyummu di antara ribuan senyuman bintang-bintang
yang membuatku teduh….

Memandang langit membuatku menangis….mengenangmu…
Tapi langit juga membuatku teduh karena kutahu…
di sana ada kamu… ^__^

again…for my 1st love

Lembur Pancawati, 310710

DUA jadi SATU

Hari Jumat lalu saya berangkat ke Lampung nebeng mobil nenek (opung). Bukan karena mau jalan-jalan, tapi karena ada sepupunya mama yang menikah di sana. Berhubung saya dekat dengan yang menikah, maka saya memutuskan untuk wajib datang ke acara itu.

Saya kan lahir di Bandar lampung. Bahkan mama saya sejak kecil sudah besar di sana. Jadi baik keluarga kandung maupun keluarga yang ketemu di rantau karena persamaan marga banyak sekali yang mengenal mama dan bapak saya.  Yang selalu saya temukan setiap saya bertemu dengan orang yang udah lamaaaaaaaa banget ga ketemu ortu adalah pelukan2 erat mereka dan ucapan kagum terhadap gedenya saya sekarang O_O

Saya maklumin sikap histeris mereka karena saya meninggalkan Lampung di usia 10 tahun dengan tubuh saya waktu itu begitu imut-imut dan lucu. Dibanding dengan sekarang, yang yah….saya sendiri ga sanggup menjelaskannya. wkwkwkwkwkwkw

Ada banyak orang yang memberi kesan-kesan mereka ketika bercerita pada saya tentang ortu saya. Dan saya sangat bangga terutama kepada Bapak saya yang sangat mereka kagumi.
Meski dia ga setampan bapaknya orang-orang di luar sana, tapi Bapak saya memberi kesan yang sangat dirindukan oleh orang-orang yang mengenalnya. Rata-rata membanggakan keramahan dan jiwa sosial Bapak yang begitu tinggi. Saya semakin bangga ketika banyak orang bilang semakin hari wajah saya semakin mencerminkan wajah Bapak saya.

Tentang ibu saya, ga banyak yang spesial kecuali bagaimana orang-orang yang mengenalnya sejak kecil mengagumi kecantikannya. Yah…dibanding Bapak yang biasa aja dari segi fisik dan status sosial mungkin mama begitu luar biasa. Mama cantik dan jadi primadona di UNILA di tahun 1985-1990.

Selain itu status sosial kakek yang katanya lumayan terpandang begitu berpengaruh terhadap betapa tenarnya mamaku. Namun, semua cuma tinggal kenangan…karena mama dengan kondisi sakitnya sekarang bahkan jarang diingat penggemar-penggemarnya dulu di lampung.

Saya ga bermaksud menyakiti hati mama saya (jika saja dia membaca ini) atau memberikan rasa kagum berlebihan kepada Bapak saya… tapi hanya ingin belajar dari dua orang yang telah bekerjasama untuk menghadirkan saya ke bumi ini ^__^

Dua orang dengan dua karakter dan latar belakang berbeda. Mama dengan rasa bangga atas segala kemanjaannya dan papa yang rendah hati dengan segala perjuangannya menjalani kehidupan yang begitu keras dan menggila ini. Keduanya berpartisipasi membangun karakter saya sekarang. Rasa percaya diri saya tentu saja karena mama, mama selalu mengatakan bahwa saya pintar, saya cantik dan saya ini luar biasa. Pujian-pujian mama membuat saya selalu merasa percaya diri berada di kalangan manapun.

Kebanyakan yang saya warisi adalah karakter-karakter Bapak yang pintar bersosialisasi dan berjiwa sosial tinggi. Buktinya, saya gampang bergaul meski dilempar ke tempat paling kejam sekalipun. Saya berteman dengan banyak orang, bahkan tukang ojek yang sering saya lewatin setiap saya pulang kerja begitu akrab dengan saya.  Bapak ga pernah mengajarkan saya untuk memilih teman, asalkan saya berjanji untuk ga mengikuti teman-teman yang buruk, Bapak membebaskan saya bergaul dengan mereka.

Yang paling diingat teman-teman Bapak ketika mereka bertemu saya adalah senyuman saya yang sangaaaaaat mirip dengan senyum ceria Bapak. Dan kebanyakan yang mengagumi senyuman itu adalah kaum ibu yang semasa gadis ‘katanya’ mengagumi Bapak saya.

Lucu juga sih… saya ceritain ke Bapak bagaimana respon orang-orang itu dan Bapak hanya terkekeh mendengarnya. Sementara ibu saya ngedumel (pura2 cemburu) di belakangnya.

Selain banyaknya orang yang tidak saya ingat memeluk saya dengan penuh semangat, saya juga bertemu dengan tante-tante saya yang sejak kecil sudah bermain-main bareng ke sana ke sini. Jarak kami terpaut 2-3 tahun saja. karena mama adalah anak pertama dan saya adalah cucu pertama, makanya jarak saya dengan tante-tante saya yang bungsu tidaklah begitu jauh.
Itu juga suatu keuntungan buat saya, jadi meski badan saya kadang lebih besar dari mereka, saya masih manggil mereka dngan sebutan ‘Tante’ ^^

Dan keuntungan jadi ‘keponakan’ adalah dimanja sana sini ^^
Meski ga semanja dulu, tapi saya tetep merasa seperti anak kecil saja kalau bertemu tante-tante saya itu.

Hm… ini cerita saya tentang hari pertama, kalau sudah ada futu2 kegiatan saya hari kedua, pasti bakal saya ceritain kejadian lucu di pinggir sawah ^^

Smangat pagi!!!!

DON’T BE AFFRAID

The pressure is on
You feel it
But you got it all
Believe it

German…

Bener-bener ga bisa terima rasanya kekalahannya, tapi mau gimana lagi, kata pelatihnya, German kalah mental . Bukan hanya karena Mueller ga masuk tapi juga karena mereka udah kalah mental… T__T

But, tetep ngefans sama GERMAN ^^

Dari pertandingan tadi pagi saya akhirnya menemukan keberanian lagi untuk menghadapi banyak hal dalam kehidupan ini. Pelajaran sangat berharganya hari ini ‘Jangan kalah sebelum perang dimulai’.
Musuh terbesar saya selama ini adalah rasa ‘khawatir’
Dalam buku favorit saya (tentu saja Alkitab) juga udah dijelaskan bahwa kekhawatiran bisa menghancurkan keberhasilan yang seharusnya menjadi milik saya. (jangan tanya saya ada di kitab dan ayat berapa karena saya ga jago menghafal ^^)

Beberapa hari ini blogwalking dan sungguh berwarna-warni suasana hati sahabat-sahabat bloggers. Apapun saat ini yang kalian rasakan dan alami, jangan pernah lagi khawatir. German sudah membuktikan bahwa kekhawatiran memang tak ada gunanya ^^

Seperti obrolan saya hari ini dengan sahabat saya nun jauuuuuuuuuuuuh di sana ^^
Dia salah satu inspirasi saya setiap kali saya menghadapi kesulitan-kesulitan. Akhir-akhir ini saya jarang bercerita apapun tentang kesulitan2 saya, tapi ketika dia menceritakan pergumulan berat dia tentang ibunya, saya merasa pergumulan yang saya hadapi tak seberapa.

Kenapa saya jadi jarang bercerita? Karena dia selalu memberi saya kata-kata yang tepat sebelum saya menceritakan apapun masalah saya. Entah mengapa seperti dia mengerti kata-kata apa yang saya butuhkan saat itu. Meski kadang menusuk hati sensitif saya, tapi tetap saja membuat saya merubah cara pandang saya tentang masalah itu sendiri.

Blog ini juga dibuat atas saran dia, mungkin sebagian temans yang sudah lama membaca blog ‘Debhoy’ mengenal sosoknya.
Saya berencana membuat sebuah novel tentang dia dan keluarganya, tentang bagaimana mereka melalui setiap pergumulan dengan berserah penuh kepada Tuhan.
Tentang bagaimana banyak orang mencontoh gaya hidup mereka yang penuh kepasrahan dan ketaatan. Bukan untuk sebuah balasan tapi untuk memuliakan Tuhan.

Saya masih ingat bagaimana dia bilang blog saya ‘Metamorphosis’ hanyalah sebuah blog keluhan. Dan akhirnya saya bisa buktikan bahwa keluhan saya telah bermetamorphosis menjadi kupu-kupu indah yang bisa membuat banyak orang tersenyum. Tak hanya di dunia maya, tapi juga di dunia nyata. Dan saya yang sekarang sungguh telah banyak berubah, sahabat… ^__^

Dulu saya sering merasa kecil hatiberharap akan seorang sahabat yang bisa memeluk saya ketika saya butuh pelukannya, tapi sepertinya kata-katanya saja setiap saya menghadapi masa-masa sulit sudah lebih dari cukup untuk menghibur dan mendukung saya…

Saya sangat ingin menjadi pengaruh juga untuk orang-orang di sekitar saya, bukan karena hebat saya, tapi karena saya menjalani langkah-langkah hidup ini bersama Tuhan ^^

terimakasih sahabat… 🙂

Persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu ^^

A Drop of Longing for My Star

It is a long journey, Star
U always here in my mind
Like my shadow

It is true, Star
U never know what i felt at that time
At the same time when u gone

The blue sky, the green grass, an the birds that singing around us
It were make me always remembering your smile
Rain, reminds me of the warmth of your arms

Star… did you ever cry for me anymore?
Am i wrong if i am still missing you?
please…. just one time i want to see u again

But i must be tough
Because of that promise
See u at heaven, Star…

If i have a second chance in this life
I wanted to do something in seven years a go
Just told u something about my desire at that time

Star, as my promise
I will never sad again, but please….
Allow me to always remember you even with the longing tears

(missingualways)

COMPLICATED

What next God?
it is really make me shocked…
U know he loves u
U know he always live with Your way more than me

But why did this happen with him?
I just asking myself….
are You keeping him from a badway?

He is one of good young man that i ever know,
he loves You, Lord….

I just can pray for his family,
I believe as i know he always believe that You always guide us

dedicated to my friend Yeremia E Rahardjo

It is nice to know you brother, u make me realize that God is never failed
Even i always failed, but His hand always there to carried me
And i do believe He carried you in heaven now….
See u at that place someday big Brother…. we’ll miss u!

MY LAST DAY in BALI

Tulisan ini dalah postingan teraakhir saya seputar Bali. Tak terasa sudahlebih dari  seminggu kenangan tentang Bali berlalu. Satu-satunya alasan yang membuat saya begitu ingin kembali lagi ke sana adalah keindahan langit dan laut yang terhampar luas mengelilingi pulau kecil nan elok itu. Pantas saja banyak orang tak bosan berlibur ke Bali. Tapi untuk menjadi tempat tinggal saya tetap masih suka dengan ketenangan kota Jogja, kedisiplinan dan keramahan masyarakatnya.

Nah, hari terakhir di Bali… seperti biasa saya dan mba Nunik sehabis berendam dan berbenah menghampiri restoran tempat kami biasa sarapan. Saya merasa harus memanfaatkan keindahan pemandangan dari kamar kami dengan berfoto-foto memakai gaun dan highheels yang saya bawa jauh2 dari Jakarta. Rencananya kan ada GALA DINNER, tapi ga terealisasi karena acara berantakan. Jadi, daripada tidak terpakai, saya akhirnya berfoto2 saja di kamar dengan gaun dan higheels itu. Foto di atas adalah pemandangan dari balkon kamar kami. Di balik pepohonan itu laut biru membentang luas. Dari balkon ini saya sering bolak-balik duduk sebentar untuk menikmati suara ombak dan udara sejuk Bali.

Setelah check out dari hotel, bus kami dibawa menuju tanah Lot. Saya tidak lagi turun ke pantainya tapi sibuk berbelanja. Setelah mendapatkan titipan adik-adik saya yang Oktober nanti akan saya bawa pulkam, saya memutuskan masuk ke bus saja. Udaranya panas menyengat ditambah saya sudah terlalu lelah sejak Jumat berkeliling Jakarta.

Dari tanah Lot kami semua menuju Krisna. Pusat Oleh-oleh di Bali yang harganya setelah saya pikir-pikir sama saja dengan di Jakarta. Sayang banget sih ga bisa ke pasar Sukowati. Padahal saya berniat menjual lagi belanjaan saya jika harganya terjangkau. Ternyata tidak bisa sama sekali…harga2 di Krisna bener-bener mahal. Kejadian lucu di krisna adalah saya dengan cuek memakai celana baru saya di depan kasir setelah dibayar. Maklum, saat itu celana yang saya pakai sangat pendek dan ketat. Kalo di jakarta pake celana itu bisa jadi bahan tontonan. Jadi lebih baik ditonton di krisna daripada di bandara Soekarno hatta kan? hihihihihihi

Lanjut cerita perjalanan aja deh daripada bahas harga-harga di Krisna dan kekonyolan say itu… ^^

Ada yang namanya Ka Ewink usulin makan siang di warung Made. Katanya sih warung itu cukup favorit di Bali. Dan dengan rasa penasaran aku dan beberapa temanpun bergabung memisah dari kelompok menuju warung Made. Suasananya asyik. Udara terbuka dan bule-bule yang asyik makanpun begitu kontras dengan suasana Bali sebagai daerah wisata mancanegara.

Foto di samping ini adalah suasana bar dan dapur Warung Made. Deretan wine, racikan bumbu khas dan meja kasir…

Yang memakai celana putih dan baju hitam itu adalah Pak Made, si empunya warung yang pastinya sangat beruntung. Warungnya ramai dan laku keras. Pelanggannya juga bule-bule jadi otomatis penghasilannya ada dolarnya tuh ^^

Dari Warung Made, kami berpencar. Saya dan Fery memilih mencari sandal ke Joger, sementara kelompok ka Ewink mencari salon pijat terdekat untuk di spa. Memberanikan diri, saya mencari taksi dan menuju Joger. Tempat terkenal yang katanya harganya tak terlalu mahal. Benar saja, dibanding Krisna, harga sendal-sendal di JOGER lebih murah dan bekualitas. Setelah memperoleh apa yang kami cari, buru-buru kami mencegat mobil yang menuju Cental Park dimana bus kami parkir di sana.

Tujuan akhir setelah Joger adalah bandara Ngurah Rai. Bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Ada cerita lucu lho temans… Karena barang-barang saya bertambah banyak, tas saya kepenuhan. Dengan tergesa-gesa dan dibantu Mba Nunik, Fery dan Ibnu, saya memasukkan barang-barang itu dalam ransel dan tas khusus oleh-oleh yang sudah overload. Bener-bener lucu ekspresi kami waktu itu. Sayangnya ga ada yang ambil gambarnya sih ^^

Yang jelas, saya tetap merasa senang sekali bisa menginjakkan kaki di Pulau Dewata dan melihat sendiri keindahan pantainya. Meski beberapa hal membuat saya sedikit kecewa tapi tetap berkesan.

Thanx to Telkomsel dan maaf sempat memaki-maki ternyata salah sasaran, dan thanx juga untuk teman-teman baru yang asyik dan seru untuk pengalaman-pengalamn baru yang bener-bener berkesan buat saya. Especially thanx to my Lord Jesus yang menjawab doa saya di awal 2010, akhirnya saya sungguh-sungguh sampai di BALI ^^

BALI FREE TRIP II

Hari ini menyempatkan diri di sela sibuknya mengerjakan semua tugas sendiri tanpa bos, saaya tetep semangat untuk menuliskan sedikiti pengalaman saya di Bali bersama teman-teman baru.

Karena terlalu bersemangat, saya, Fery, Ibnu dan Mba Nunik subuh-subuh sudah bangun dan berbenah menuju Tanah Lot yang ga juh dari loksi hotel Pan Pacific. Berbekaal semangat dan kamer masing-masing untuk bernarsis ria, kami menyusuri kompleks golf dan melewati rumah-rumah penduduk yang pastinya bernuansa Bali. Udara sejuk bercampur embun pagi menambah semngt kami berempt menyusuri jalan setapak yang menhubungkan loksi hotel dengan kawasan wisat Tanah Lot. Cuaca mendung tak mengurungkn niat kami untuk sampai di sana.

Sampai di bawah, kami dismbut oleh 2 orng petugas penjaga kuil di sana yaang menawarkan kami untuk membsuh wajah dan berdoa. Saya pribadi sih tidak terllu yakin tentang hal-hal mistik, karena saya percaya Tuhana lebih berkuasa di atas segalanya. Tapi karena penasaran, katanya air itu air tawar, maka iseng-iseng saya membasuh wajah saya di sana. Dan benar sjaa teman, entah daari mana air tawar itu. Kalo kata Mb Nunik sih air itu disambungkan dari PAM setempat untuk cari penghasilan orang-orang di sana dibilang aja itu tempat suci ^^ (entahlah….)

Yang jelas setelah diciprat-cipratin sama salah seorang Bapak penjaga, saya minta berfoto bersama mereka.

Setelah puas berkeliling dan berfoto, kami berempat kembali ke hotel dan sarapan masih sambil menikmati pemandangan laut lepas dari restoran dan mendengarkan suara ombak di kejauhan… sungguh kangen lagi menikmati suara dan udara di sana yang juh beda dengan Jakarta.

Kejadian setelah sarapan sepertinya ingin saya lewatkan karena disitulah saya dan rekan-rekan saya diremehkan oleh panitia penyelenggara acara yang sangat tidak profesional. Tapi kami terutama saya tetap berusaha menikmati perjalanan itu. Perjalanan hari itu dimulai dari hotel menuju Dreamland.

Dreamland… Awalnya saya pikir seperti Dufan yang penuh wahana permainan untuk anak-anak ternyata Dreamland bener-bener lahan impian… ^^

Pantainya luas dan pasirnya begitu bersih. Butuh tenaga ekstra untuk menuruni tanah licin yang menjadi satu-satunya cara menuju pantai indah itu. Karang-karangnya kokoh dan banyak ditemukaan di pinggir pantai. Cuaca siang itu begitu terik, tapi tak membuat saya enggan untuk mengabadikan keindahan langit dan ombak yang seakn menyatu di satu titik nun jauh di sana. Sungguh ajaib Tuhan… ^^

Tempat kedua setelah Dreamland adalah Kuta. Tempat yang terkenal di Bali sebagai pantai dengan pemndangan sunset terindah. Makanya kelompok kami dibawa ke sana, tapi sayangnya cuaca sore itu tak secerah cuaca siang di Dreamland. Daripada mengeluh kecewa, sayapun memutuskan  memanggil seorang ibu yang berjalan di sekitar pantai membawa alat-alat manicure untuk menghias kuku saya.Sambil dihias, sedikit-sedikit saya bertanya bagaimana kehidupan ibu itu di Bali. Ternyata, saya masih lebih tau Bali (setidaknya sdah ke Tanah Lot dan Dreaamland) daripada ibu itu yang setiap hari hanya sibuk mencari uang di pantai Kuta dan ga pernah tahu tempat lain selain Denpasar dan Kuta.

Ternyata kehidupan orang-orang Bali ga jauh beda dengan kehidupan di Jakarta. Ada yang sukses banget, ada yang susah bener. Dan di Bali tetep aja ada kemacetan ^^

Kami sempat berama-ramai menyusuri jalan penuh pertokoan di sepanjang jalan menuju Kuta. Sempat juga membelikan tas untuk adikku Obi. Untung saja ga jadi belanja banyak di sana karena setelah esok hariny ke Krisna (pusat oleh-oleh), harga di Kuta lebih mahal lho… dasar tempat wisata ^^

Setelah cukup lelah berjalan-jalan hari itu, kegiatan terakhir menjelang tidur adalah makan malam dengan ditemani musik dan tarian khas Bali yang disuguhkan pihak hotel. Penampilan penari-penari Bali yang matanya indah dan gerak kakinya yang lincah, akhirnya bisa saya nikmati langsung lho… Sungguh pengalaman tak terlupakan ….

Sekiaan dulu laporan saya tentang perjalanan ke Bali hari ke dua ini ^^

BALI FREE TRIP I

Nah…. sepertinya ini cerita yang sudah ditunggu teman-teman semua yah…
My free trip to Bali. Sebelumny mungkin say perlu mengingatakan bahwa perjalanan GRATISAN ini tidak begitu saja saya dapat tanpa melakukan apa-apa. Saya menuliskan sesuatu sehingga saya bisa menjadi pemenang.

Ternyata, acara Nobar dan trip to Bali itu murni gratisan dari sebuah EO yang baru aja akan eksis di Indonesia. Sebut saja PH, dialah yang membiayai segala macam acara yang beratributkan TELKOMSEL (begitulah informasi yang saya peroleh).
Sayangnya, pengaturan (managing) PH sangat-sangat minim. Koordinasi dan kerjasamanya sangat kurang melihat hasil tour GRATISAN ini menorehkan kekecewaan pada beberapa peserta ((termasuk saya)).

Bagaimana ga kecewa, beberapa kali tour mengalami pengunduran waktu, beberapa kali berganti hotel dan yang terakhir yang lebih membuat semacam kecemburuan sosial adalah pembagian group menjadi 2 bagian. Group pertama 4 hari 3 malam, sementara group kedua dua hari dua malam saja. Bener-bener terlalu singkat waktu menikmati perjalanan GRATISAN ini sehingga kelompok II (kami) berusaha menegoisasikan sebuah kompensasi (ga hanya tentang uang), tapi sayang banget…yang kami dapet malah caci maki dari panitia bermasalah itu.

Yah… begitulaah singkat ceita kekesalan kami temans…dibilang ‘GRATISAN’ dan dianggap ga sadar diri udah dikasih gratisan memang itu benar? tapi setidakny kata2 kasar seperti itu ga perlu terucap. Kalo memang tidak ikhlas mending jangan daripada jadi kutuk buat dia karena peserta yang kecewa sempat mengutuki untuk merespon kejahatan lidah si leader EO ini terhadap kami. Apalagi itu event organizer baru dan masih belum terlalu dikenal kok malah buat onar ^^

Bener-bener perjalanan yang menyiksa batin sebenernya, tapi berkat dukungan orang-orang yang sayang sama saya, saya akhirnya bisa berusaha menikmati Bali dengan semaksimal mungkin. Berfoto, belanja, makan, berenang dan yang terpenting mengenal banyak teman baru ^^

29 May jam 14.30
saya, mb Nunik, Fery dan Ibnu berkumpul di kos-kosan harian yang saya cari untuk Fery sebelum berangkat ke bandara:

Dengan sedikit rasa kesal di hati, kami berempat berharap ada pengertian tentang berapa banyak waktu dan materi yang terpakai karena berbagai kesalahan EO yang sempet disangka TELKOMSEL.

29 May Jam 18.15
Pesawat kami delaay 30 menit. AKhirnya kaarena sudah terlalu lapar, kami memutuskan makan di restoran all you can eat terdekat. Bermodalkan Kartu Kredit masing-masing dan bukti tiket penerbangan, kami makan gratis dehhh…

29 May 22.45 WIB
kami sampai di bandara Ngurah Rai, Denpaasar, Bali. Cukup malam lah untuk sebuh perjalanan melelahkan. Pesawat kami transit dulu di Surabaya baru ke Bali. Inilah wajah lelah kami yang menunggu shuttle car menuju Pan Pacific Hotel, Tanah Lot.

Total peserta gelombang kedua adalh 8 orang dri 11 orang yang harsnya ikut. Karena tidak sependapat dalam waktu perjalanan makanya 3 orang membatalkan keikutsertaanya itu.

Sampai di hotel (setelah puas bercengkarama selama dalam perjalanan menuju hotel), kami langsung disambut ramah oleh pihak hotel Pan Pacific Bali. Welcome drink dan disuguhkan dinner (yang terlambat 4 jam) di restoran Nirwana.

Selagi menunggu proses check in, sebelum makan, saya menyempatkan diri menikmati suara debur ombak di kegelapan malam yang bisa kita nikmati dari lobi terbuka hotel tersebut. Sungguh melegakan suasana hati yaang sempet sebel dengan sambutan crew Telkomsel di bandara tadi yang menurut saya kurang bersahabat.

Tidak ada yang spesial ketika sampai di kamar kecuali mengabadikannya sebelum kami buat berantakan… Sayaaa dapat jatah sekamar dengan Mba Nunik. Jadi sudah 3 malam kami melewati malam bersama dalam satu kamar (mohon jangan berfikir macam-macam yah…^^), ditambah 1 malam Mba Nunik menginaap di kos2an saya yang sempit. Yah,,, dibnding kosan saya kamar kami jauh lebih bagus lahhh

Hal pertama yang kami lakukan adalah bergantian berendam dan merilekskan otot2 yang lelah dengan garam spa yang disediakan pihak hotel ^^ (jangan dianggap norak yah temans) maklumlah baru pertama kali nginep di hotel mewaah *_*

Setelah puas bermain air, sebelum tidur saya menyempatkan diri menikmati lagi suara ombak dan angin sepoi-sepoi dari balkon kamar (berhubung AC di kamar terlalu dingin). Tak bisa tidur, maka Ibnu dan Fery nyamperin kami di kamar , ngobrol sampai ngantuk dan lelah…

Sekian dulu laporan perjalanan gratisan saya di malam pertama saya di Bali ^^

cerita selanjutnya akan saya lanjutkan setelah makan siaang yah ^__^

Welcome June….

Awalnya aku begitu bersabar…
namun entah mengapa tiba-tiba suasana membuatku hanyut tuk merasa gusar
Hembusan angin amarah membuncah perlahan
Sepeti puncak gunung tertinggi yang pernah kudaki

Aku tertegun menatap kelemahan ini
Menambah daftar hitamku di buku kehidupan
Mencoreng kisah putihku menjadi jingga

Namun perlahan Setetes embun menyejukkan dahaga
Meyakinkanku tentang langit jingga dan keindahannya
Kesempurnaan….
Satu kata mengandung makna beribu kata
Dan aku tlah mengecapnya saat itu juga

Ya, embun memberikan keteduhan dan ketenangn batin yang dahaga
Dan aku sungguh berbahagia saat itu juga

last June…
That make me remember that i was lose my control
but this June….
Make me feel new and confident
i miss u ini my June, but i have to forget us…

aku ingin menjadi bintang…menggapai langit
Melupakan kesalahan-kesalahan masa lampau
Memulai lembaran demi lembaran kisah memukau
Tersenyum melewati rintangan getir nan pahit

Selamat datang Juni….