CINTALAH Apa-Apanya…

Cintaku,tak ada apa-apanya dibandingkan prestasi sang juara dunia
Kisahku tak seindah kisah cinta bidadari di surga
Senyumku tak semanis gula Jawa
Tawaku tak serenyah Kerupuk Bangka

Tapi cintaku padamu, tulus tak ada apa-apanya
tak ada apapun yang kusembunyikan lagi darimu
tak ada apapun yang kuinginkan slain kehadiranmu di sisiku sampai akhir hidupku
tak ada apa-apanya, hanya kamu saja…..

Dirimu tak segagah pangeran dalam setiap cerita
Wajahmu tak setampan Romeo
Bahumu tak selebar pahlawan berkuda
Tubuhmu tak seseksi Brad Pitt
Apalagi senyum mahalmu, tak semahal berlian di pasar permata

Tapi cintaku padamu, tak ada apa-apanya
tak ada makna lain slain merasa begitu BAHAGIA, itu saja
tak mengharap kamu jadi pangeran berkuda seseksi Brad Pitt
apalagi berharap kamu jadi Paman Gober bermandikan berlian

Tak ada apa-apanya, bukanlah brarti kamu tak cukup berharga dibanding semua
Tak ada apa-apa membuatmu begitu sempurna
Karena ketidak ada apa-apanya itu membuatku percaya
CINTALAH APA-APANYA….

INDAH

Pagi dan pagi, kubuka dan kubuka
Jendela, Pintu dan Asaku menyambut hari baru
Udara segar membelaiku, kicau burung menyapaku
Indah…..

Pukul sembilan pagi, dan aku pun menanti
Beberapa gunung menjulang nun jauh di sana mendongak tinggi
Sepanjang jalan ini, akupun bernyanyi, pepohonan digunung berseri
Hijau…….

Kuhentakkan kaki tanda berhenti, saatnya mengais rezeki
Berharap Sang Khalik tak henti memberi limpah yang kusyukuri
Sejauh hatiku berdoa, mataNya melebihi sempurnanya mentari
Syukur…..

Dan sepi membuatku kenang langkah lalu-lalu, pikirku terhenti
Hanya pada jauh asa yang slalu kurindu di hati
Mengharapkan masa depan nanti kan mirip mimpi ini
Angan…..

Senjapun membuatku terpekur menata hati
Ya, hatiku penuh warna-warni oleh simphoni
Seperti bunga mawar, melati dan Lily
Indah….

Akhirnya Datang …………..

akhirnya datang juga
hari dimana aku melepaskan semua kepenatan sekaligus kebahagiaan

akhirnya datang juga
waktu yang kunantikan, membuktikan betapa aku ini seorang pembosan

akhirnya datang juga
saat-saat mengegangkan menantikan hal-hal baru meski dengan sedikit kekhawatiran

akhirnya datang juga
ketika yang kurasakan tak lagi kurasakan

akhirnya datang jua………..
hari dimana tiga setengah tahun sedikit lagi akan menjadi tiga setengah tahun saja

akhirnya……. AKU RESIGN !!!!! 🙂
meski tinggal dua minggu lagi, tapi rasanya beban ini terlepaskan…

akhirnya aku sampaikan, kalo ada info lowongan dimana aja mau dong teman????
^__^

ditulis dengan keyakinan dalam sebulan pekerjaan baru akan kudapatkan, SEMANGAT!!!!!

DEWASAKAH AKU???

Setelah lama ga menuliskan apapun yang ada di hati ini, akhirnya kepenatan yang Deb rasa sungguh tak dapat terbendung lagi. Melalui banyak hal hanya dengan curhat sana sini, emosi tak tersalurkan yang malah membuat sakit penyakit meradang, akhirnya Deb memutuskan untuk ga mau lagi lari dari realita.
Bukan realita namanya jika tak mengaduk-aduk segala jenis rasa yang ada di pikiran , hati dan perut. Lapar terus karena stress, sampe-sampe akhirpekan lalu dilewati dengan perut super kram pertama kalinya seumur hidup.
Dan beginilah dialog saya dengan dokter Jumat sore silam…

D: Keluhannya apa Bu?
S: Maaf Dok, saya masih single, berasa tua kalo dipanggil ‘Ibu’
D: Maaf ya Mba (sambil senyum-senyum salah tingkah, melihat saya dengan lebih teliti seakan bilang ‘kok mukanya tua ya?’
S: Perut saya sakit Dok, rasanya ini namanya kram.
D: (masih senyum) memangnya Mba tau kram rasanya gimana?
S: Ya seperti ini neh, sakit Dok… (sambil menahan kesal dan rasa sakit yang ga jelas gimana mw menjelaskan rasanya)
D: Biasanya kram perut diakibatkan oleh kondisi kejiwaan penderitanya Mba. Apa akhir-akhir ini Mba mengalami masalah yang begitu berat?
S: Iya Dok…masalah di kantor yang ga bisa saya terima sampe sekarang, rasanya kepala pusing kalo udah mikirin setiap hari harus bekerja di sana Dok.
D: Oh, kalobegitu saya buatkan resep untuk Mba minum selama seminggu ini. Sebenernya stress seperti ini sering terjadi pada karyawan-karyawati yang workholic apalagi di Jakarta ini. Tapi obatnya adalah kedewasaan kita menyikapi hal-hal yang menekan psikologi kita itu Mba.
S: Jadi menurut dokter orang stress seperti saya belum dewasa? (dengan wajah meringis saya malah menjawab pertanyaan sang dotker itu)
D: Maaf Mba kalo Mba merasa penilaian saya salah (sambil memberikan kertas resep dengan terburu-buru)

Setengah menahan tangis, sampe di rumah pikiran rasanya makin penat. Mau ga mau, harus cari sang pacar untuk curhat. Selesai curhat gamblang soal masalah di kantor, lagi-lagi respon yang kuharapkan dari beberapa orang dekat kurang memuaskan. Sang pacar cuma bisa bilang ‘Bodoh’ , ‘Pengecut’, dan ‘Penakut’ serta ‘Tak Dewasa’
Bertambah lagi beberapa kata-kata perusak mood di kepalaku. Apakah bener aQ seperti itu?

Curhat sama beberapa teman, bahkan rasanya semua langkah emosionalku memang kekanakan. AQ cuma bisa bengong-bengong semalaman, merenungkan, sambil sesekali terisak-isak ga jelas di ruangan tempat aQ tidur. Sesekali ke ruang depan berharap seseorang datang menjelaskan apa dan bagaimana aQ harus keluar dari masalah demi masalah ini.
Yang ada, sekarang kepala cuma pusing saja, ga bisa mikir apa-apa, cuma bisa liat-liat seabrek pekerjaan, seliweran orang di ruangan, dan menahan sakit d perut yang masih ‘kram’ tapi lapar, ditambah leher sampai punggung berasa baru digebukin orang se RT karena salah posisi tidur semalam.

Betapa tak dewasanya saya ketika curhatan ga jelas kemarin ternyata jadi bumerang wat saya yang kemungkinan bakal gagal bergabung sama perusahaan tempat dia bekerja. Setelah nulis kok perasaan sudah tenang yah?
Ternyata cuma ini kali cara saya meluapkan emosi ga jelas kemarin.

Setelah nulis, mungkin akan ada yang bertanya ‘Dewasakah Kamu, Deb?’
Oh, sudahlah, cukup sekian!

Kesempatan Kedua

Tuhan melemparkanku ke sebuah arena pertandingan yang cukup menegangkan selama beberapa tahun terakhir ini. Musuh-musuh berbadan besar, tinggi dan kupikir tak dapat kukalahkan.

Seringkali aku kalah, jatuh dan terjerembab, namun tangannya SELALU ada menopangku
Seringkali aku ingin lari dari arena itu, dan mendapati diriku semakin lelah, tak sadar keringatku diseka dengan jubahNya yang begitu lembut.

Pertarungan demi pertarungan itu harus kulalui untuk dapat segera keluar dari arena ini.
Arena Kehidupan yang berarus deras, berbatu tajam, dengan suhu dahsyat yang mengikis ketahanan tubuhku, namun memperkuat jiwaku.

Aku selalu bilang Tuhan tak terlalu baik karena semua ketentuanNya dalam hidup setiap orang. Seakan semuanya yang Dia berikan harus dengan syarat, yaitu memenangkan pertandingan kehidupan.

Namun setelah aku melaluii sesuatu yang terlalu besar bagiku dalam kehidupan ini, aku justru mengucapsyukur meski hal itu belum benar-benar diubahkan. Meski tubuhku terkoyak-koyak, tercabik-cabik oleh semua luka akibat kecerobohanku, entah mengapa semalam dan semalamnya lagi aku cukup tegar tersenyum mengucapkan berjuta syukur.

Tak seperti aku yang biasanya menjadi pecundang. Mempertanyakan banyak hal padahal jawaban sudah kutemukan, menyalahkan hal-hal yang kulakukan kepada semua orang, menyalahkan ketentuan Tuhan karena rasanya dunia begitu tak adil dan tak nyaman.

Aku terdiam ketika melihat bayanganku di cermin, tingkah laku dan kebobrokanku selama kakiku kubanggakan, selama tanganku kuandalkan, selama pikiranku kudewakan…
Tak lagi sanggup meratapi hidupku yang nista ketika Tuhan memelukku dan mengatakan betapa cinta Ia terhadapku.

Tersentak aku ketika saudara-saudaraku dihempasnya jauh oleh air dan panasnya lahar…
Seakan jeritan mereka memintaku segera menentukan langkah-langkah damai dalam kehidupan. Mengalah pada pikiran dan hatiku yang tercabik-cabik karena kebodohan

Jadi…sekarang hidup ini bukanlah tentang kami, aku atau dia, tapi ini semua tentangMu dan semua keagunganMu…

Terimakasih masih memberiku dan yang lain sebuah kesempatan…

Kuharap pertarungan ini kan kuselesaikan dengan baik karenaMu 🙂

Another Weekend

Dua hari kemarin, saya menghabiskan waktu di rumah dan di Rumah Sakit. Sibuk tes sana sini memeriksa kesehatan yang memang akhir-akhir ini menurun drastis.
Badan rasanya bener-bener ga nyaman, dan terbukti dari dugaan dokter bahwa gejala ini menjurus kepada penyakit Tyroid. Entah benar atau salah yang jelas gejala yang dijelaskan dokter 85% menjurus ke penyakit ini.
Kata dokter, ga boleh terlalu banyak mikir – gimana caranya yah hidup tapi ga mikir… Jadi pengen seperti someone out there yang bisa SELALU hidup dengan ga pake mikir

Kata dokter, ga boleh terlalu capek – gimana ga capek? kadang Debb ga tau rasanya cape sangkin terlalu sering merasa capek 😀

Kata dokter, ga boleh tidur larut malam – lha wong perkerjaan rumah, tugas kampus, kerjaan kantor banyak tenan…

Tapi kesemuanya itu ga membuat Debby berhenti bersemangat teman. Banyak pelajaran yang Debby dapat ketika divonis ‘sakit’. Banyaknya pengeluaran untuk berobat, rasa sakit dan lemah yang membuat sangat2 tak nyaman dan kesemua rasa sakit itu membuat Debby jera deh. Debby jadi lebih sayang sama hidup tepatnya ^^

==================================================================

Meletusnya gunung Merapi dan Tsunami di mentawai membuat hati saya begtu sedih. Tapi entah mengapa kematian Mba Marijan membuat saya sedikit tenang. Bukan saya mendoakan kematiannya lho, tapi ini memang rencana Tuhan untuk membuat orang mendewakan dia menjadi percaya akan kuasaNya.
Karena seharusnya manusia itu menghadap Tuhannya ketika dia membutuhkan pertolongan, bukan memberi sesajen kepada alam yang sebenarnya adalah ciptaanNya. Yah…ini sih menurtu Debby lho….

==================================================================

Baru selesaikan film Korea yang judulnya ‘Playfull Kiss’, dan buat yang doyan nonton Korean Drama, Debby sarankan wajib nonton lho….
Apalagi yang jadi pemeran utama prianya favoritnya Debby ^^

==================================================================

Akhir-akhir ini kangen banget sama masa SMP. Kangen cinta monyet, temen-temen yang solid, dinobatin jadi senior tercerewet dan membuat banyak karya yang kreativ dan energik. Setelah bekerja, rasanya hidup jadi seperti berlari secepat-cepatnya.

Hm….ternyata ga cuma saya yang merasa kangen masa lalu, someone out there juga lho *__^

==================================================================

Oh ya, makasih ya untuk Bang Brad yang memberikan tiket gratisnya ke Pesta Blogger untuk saya… Akhirnya akhir pekan saya bertambah warna merah mudanya ^^
Setidaknya bertemu dengan temen-temen yang doyan nulis bisa membuat saya makin bersemangat melalui minggu yang akan datang 🙂

Yang jelas minggu ini lebih berwarna dari minggu lalu, meski harus saya akui, warna hitamnya lebih besar dari minggu lalu, tapi Debby harus tetep semangat menjalani ini biar ga makin terasa berat….

SEMANGAT!!!!

BAHAGIAKU

Hembusan angin, Kicau burung dan hangatnya mentari hari ini mengapa begitu indah dari biasanya? Seperti warna-warna pelangi setiap sudut hatiku…

Aku memimpikan masa lalu, tentang aku dan kamu, akankah kamu juga sedang mengingatku disana?

Cinta, akhirnya kudapat menyambut masa ini dengan senyum meski tanpamu
Menatap awan tanpa menangis lagi, meski hati terkadang merindu…

Aku sudah mulai pulih, bintangku… aku berharap kamu tak menghawatirkanku lagi.
Aku menunggu saat kita bertemu dan kukatakan berjuta ungkapan rindu ini
Tapi aku berjanji takkan menangis sedih lagi
Hm….. mungkin akan mengeluarkan air mata, karena terlalu bahagia… ^__^

“Berjanjilah untuk selalu bahagia….”

HAPPY Iedul Fitr

Selamat Hari Lebaran tuk semua sahabat bloggers dimanapun berada. Dari hati yang terdalam, Debby dan keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila ada sahabat boggers yang merasa tersinggung hatinya dengan tulisan dan komentar-komentar Debby…

Hari ini pasti hari yang sangat bahagia buat sahabat bloggers yang berhasil menjalankan ibadah puasanya dengan lancar dan luar biasa.
Kiranya kebaikan di bulan ramadhan tak berhenti hanya di bulan ini saja, tapi juga selalu dan setiap hari.

Damai di hati, damailah negeri ini…
Kita semua boleh berbeda, tapi satu nusa dan satu bangsa, satu bahasa kita , satu tujuan kita, yaitu untuk slalu hidup rukun bersama dalam perbedaan-perbedaan yang memberi warna indah di antara kita.

Sekali lagi, Debby ucapkan :

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN!!!

Letter To God

Hellow….Happy Monday bloggers…
Gimana weekendnya? Pastinya semua menikmati weekend dengan bahagia yah…

Dua hari , Sabtu – Minggu kemarin Debby ga kemana-mana selain ke gereja. Berdiam diri di kamar kos tercinta dan menikmati waktu beristirahat dengan sebaiknya. Nonton DVD Korea sampai berlinang air mata ^^
Yang paling sedih sih bukan film Korea, ada satu film yang ga sengaja Debby temuin di kamar seorang temen kos…

Film tentang anak kecil penderita kanker yang penuh iman dan selalu menyebarkan semangat positif bagi orang-orang di sekitarnya. Namanya Tyler…
Ayahnya baru meninggal dunia 2 tahun sebelum ia divonis kanker otak. Ga jelas penyebab kematian ayahnya sih, yang pasti ibunya Tyler itu harus membesarkan Tyler dan abangnya yang masih berusia 16 tahun sendirian. Single Mom gitu deh…
Neneknya Tyler adalah orang yang sangat sabar dan penuh pengertian. ia juga yang menguatkan putrinya untuk tegar menghadapi tiap cobaan dan ujian yang Tuhan ijinkan terjadi.

Tyler ini punya kebiasaan ‘curhat’ dengan Tuhan melauli setiap surat yang ia tuliskan setiap hari ketika merenung di atas loteng kamarnya. Dari situ ia merasa selalu begitu dekat dengan Tuhan. Memandangi bintang-bintang dan keindahan yang Tuhan cipta di malam dan siang, dia nikmati sambil menyatakan seluruh harapan dan isi hatinya melalui kata demi kata di selembar surat…

Surat itu ia titipkan kepada seorang tukang pos yang memang punya ‘masalah’ dengan kehidupannya. masa lalunya membuat dia ragu dan tak berani berharap lebih kepada Tuhan. Dia larut dalam perasaan bersalahnya sehingga tak bisa dengan baik melakukan apapun di kehidupan yang sekarang. Kerjanya mabuk2an saja.
Tapi kehidupannya itu berubah ketika bertemu Tyler.

Tyler mengajarkan Brady si tukang pos bagaimana berharap dan berserah penuh kepada Tuhan. Bagaimana caranya kita bisa dekat dengan Dia meski masa lalu kita rasanya tak pantas untuk diampuni.
Tyler juga mengajari Sam (Samantha) sahabatnya untuk tidak cepat marah dan membalas kejahatan dengan kejahatan. Untuk mengenal Tuhan lebih dekat lagi, menjadi anak yang baik dan tak mengecewakan.

Pokoknya, film ini sarat dengan moral positif bloggers…
Debby ga berhenti nangis, bukan karena cengeng pastinya. Tapi rasanya merasa begitu ‘kecil’ dibanding Tyler yang masih kecil.
Mungkin ga hanya Debby yang pernah berfikir, masalah dalam hidup ini rasanya terlalu berat untuk dipikul. Mungkin ada juga dari antara bloggers yang merasa kesepian. Tapi kita semua punya Tuhan yang pastinya sangat mengasihi kita untuk menanggung beban itu bersama-sama dengan Dia lho…

Itu yang Debby dapat ketika melihat Tyler begitu kuat menanggung segala rasa sakit dan pahitnya obat-obatan yang harus dia hadapi.Tyler begitu terbuka dan bersahabat dengan Tuhannya juga dengan orang-orang yang ia sayangi.

Jadi, siapapun di antara kita yang mungkin masih merasa begitu terbeban dengan skripsi, tugas-tugas kantor, tekanan bos bahkan penyakit mematikan sekalipun… tersenyumlah, sebab hati yang gembira adalah obat dari hati yang sedih.
Semangatmu membuat segala rintangan terasa begitu mudah tuk dilalui…

Satu moral lagi yang luar biasa adalah, Tyler tak hanya pusing dengan semua masalahnya, tapi dia juga begitu perhatian dengan masalah orang-orang yang dia sayangi. Di saat seperti itu mungkin kita ga sempet mikirin bahkan melakukan sesuatu untuk orang yang ada di sekitar kita. Luar biasanya, di saat seperti itu Tyler tetap care dengan sahabat, tetangga dan keluarganya.

Tyler terhibur ketika ia menceritakan dan berharap sesuatu tentang orang2 yang dia sayang….

Hiks….Debby belum bisa setegar dan sepolos Tyler. Jadi pengen nangis lagi neh kalo lama2 cerita tentang film ini T_T

Happy Monday yah teman… Let’s do the best and Be blessed!

My Old Friendship

Saya punya seorang sahabat sejak SMP. Dulu sering sekali berantem sampai pernah membuat pembantas meja dan kursi dan tak ingin bersentuhan. Lucu banget rasanya. Karena orang lain saya sering sekali ribut sama Mina.

Dia orangnya keras dan sangat egois. Kalau sudah benar menurut dia semua juga harus ikut. Sementara saya keras tapi gampang lemah dengan ekspresi memelas. Saya juga ambisius dengan peringkat. Sampai pernah membuat gank kecil untuk menandingi seorang cowo bernama Raymond, yang sama-sama murid pindahan. Dia dari Pekanbaru, saya dari Lampung. Pelajaran paling mencolok yang kami selalu perebutkan adalah Bahasa Inggris.

Saya tidak pernah mau kalah kalau sudah ada tantangan maju ke depan, bahkan rela berpidato in english ^^
Jadi, saya dan Mina dulu ada di satu kubu bersaing dengan gank cowo, sampai akhirnya ada satu cewe menor yang memecah belah persahabatan kami. Lucunya, sebelum lulus, kami ga tahan ingin saling meminta maaf dan berbaikan setelah hampir 2 bulan tak berbicaara. Biasa…endingnya peluk-pelukan gitu deh…..

Nah… hari Minggu kemarin, sahabat saya itu datang dari Salatiga. Memang kalo ‘jodoh’ ga bakal kemana. Begitulah istilahnya persahabatan kami selama kurang lebih 7 tahun ini.
Karena, sejak SMA saya sempat berfikir tak bakal menemui Mina lagi sampai kapanpun, melihat kondisi orang tua yang semakin susah.
Ternyata setelah saya merantaupun ketika pulang kampung, Mina juga kebetulan pulang kampung. Selalu saja (tanpa janjian) kami bisa bertemu entah hanya beberapa menit saja.

Kali ini yang saya sebut ‘jodoh’ adlah ketika dia datang, saya bisa mengajak dia kemana-mana, dapet gratisan beberapa kali dan membantu dia melakukan riset di kantor saya. Tempat saya bekerja dengan jurusan yang dia ambil itu sangat berhubungan.
Jadilah dia melakukan riset di kantor saya per awal tahun depan. kedatangannya kemarin hanya untuk memulai dan mencari gambaran awal topik yang akan dia ambil.

Gratisan pertama, tentu saja dari saya…saya traktir makan sekalian jalan-jalan ke CP.
Gratisan kedua adalah makan malam bersama team MGRadio. Kebetulan ada rapat mengenai IGMA dan Mina tak bisa kutinggal di kosan sendirian…
Gratisan ketiga masih dengan seorang kakak di MGRadio juga. Pulang jenguk seorang teman, kita makan lagi dibayarin. Jalan di sekitar pasar benhil liat ada dimsum emperan…jadilah kita berdua makan dimsum di pinggir jalan ^^

Gratisan keempat adalah hadiah dari Telkomsel untuk Huang (seorang blogger juga), yang baik hati dan tidak sombong telah merelakan tiket gratis dan buka puasa gratisnya untuk saya dan Mina ^^

Nah…itu baru namanya ‘berkat’ alias rejeki.
Segala sesuatu tepat pada waktunya.