DUA jadi SATU

Hari Jumat lalu saya berangkat ke Lampung nebeng mobil nenek (opung). Bukan karena mau jalan-jalan, tapi karena ada sepupunya mama yang menikah di sana. Berhubung saya dekat dengan yang menikah, maka saya memutuskan untuk wajib datang ke acara itu.

Saya kan lahir di Bandar lampung. Bahkan mama saya sejak kecil sudah besar di sana. Jadi baik keluarga kandung maupun keluarga yang ketemu di rantau karena persamaan marga banyak sekali yang mengenal mama dan bapak saya.  Yang selalu saya temukan setiap saya bertemu dengan orang yang udah lamaaaaaaaa banget ga ketemu ortu adalah pelukan2 erat mereka dan ucapan kagum terhadap gedenya saya sekarang O_O

Saya maklumin sikap histeris mereka karena saya meninggalkan Lampung di usia 10 tahun dengan tubuh saya waktu itu begitu imut-imut dan lucu. Dibanding dengan sekarang, yang yah….saya sendiri ga sanggup menjelaskannya. wkwkwkwkwkwkw

Ada banyak orang yang memberi kesan-kesan mereka ketika bercerita pada saya tentang ortu saya. Dan saya sangat bangga terutama kepada Bapak saya yang sangat mereka kagumi.
Meski dia ga setampan bapaknya orang-orang di luar sana, tapi Bapak saya memberi kesan yang sangat dirindukan oleh orang-orang yang mengenalnya. Rata-rata membanggakan keramahan dan jiwa sosial Bapak yang begitu tinggi. Saya semakin bangga ketika banyak orang bilang semakin hari wajah saya semakin mencerminkan wajah Bapak saya.

Tentang ibu saya, ga banyak yang spesial kecuali bagaimana orang-orang yang mengenalnya sejak kecil mengagumi kecantikannya. Yah…dibanding Bapak yang biasa aja dari segi fisik dan status sosial mungkin mama begitu luar biasa. Mama cantik dan jadi primadona di UNILA di tahun 1985-1990.

Selain itu status sosial kakek yang katanya lumayan terpandang begitu berpengaruh terhadap betapa tenarnya mamaku. Namun, semua cuma tinggal kenangan…karena mama dengan kondisi sakitnya sekarang bahkan jarang diingat penggemar-penggemarnya dulu di lampung.

Saya ga bermaksud menyakiti hati mama saya (jika saja dia membaca ini) atau memberikan rasa kagum berlebihan kepada Bapak saya… tapi hanya ingin belajar dari dua orang yang telah bekerjasama untuk menghadirkan saya ke bumi ini ^__^

Dua orang dengan dua karakter dan latar belakang berbeda. Mama dengan rasa bangga atas segala kemanjaannya dan papa yang rendah hati dengan segala perjuangannya menjalani kehidupan yang begitu keras dan menggila ini. Keduanya berpartisipasi membangun karakter saya sekarang. Rasa percaya diri saya tentu saja karena mama, mama selalu mengatakan bahwa saya pintar, saya cantik dan saya ini luar biasa. Pujian-pujian mama membuat saya selalu merasa percaya diri berada di kalangan manapun.

Kebanyakan yang saya warisi adalah karakter-karakter Bapak yang pintar bersosialisasi dan berjiwa sosial tinggi. Buktinya, saya gampang bergaul meski dilempar ke tempat paling kejam sekalipun. Saya berteman dengan banyak orang, bahkan tukang ojek yang sering saya lewatin setiap saya pulang kerja begitu akrab dengan saya.  Bapak ga pernah mengajarkan saya untuk memilih teman, asalkan saya berjanji untuk ga mengikuti teman-teman yang buruk, Bapak membebaskan saya bergaul dengan mereka.

Yang paling diingat teman-teman Bapak ketika mereka bertemu saya adalah senyuman saya yang sangaaaaaat mirip dengan senyum ceria Bapak. Dan kebanyakan yang mengagumi senyuman itu adalah kaum ibu yang semasa gadis ‘katanya’ mengagumi Bapak saya.

Lucu juga sih… saya ceritain ke Bapak bagaimana respon orang-orang itu dan Bapak hanya terkekeh mendengarnya. Sementara ibu saya ngedumel (pura2 cemburu) di belakangnya.

Selain banyaknya orang yang tidak saya ingat memeluk saya dengan penuh semangat, saya juga bertemu dengan tante-tante saya yang sejak kecil sudah bermain-main bareng ke sana ke sini. Jarak kami terpaut 2-3 tahun saja. karena mama adalah anak pertama dan saya adalah cucu pertama, makanya jarak saya dengan tante-tante saya yang bungsu tidaklah begitu jauh.
Itu juga suatu keuntungan buat saya, jadi meski badan saya kadang lebih besar dari mereka, saya masih manggil mereka dngan sebutan ‘Tante’ ^^

Dan keuntungan jadi ‘keponakan’ adalah dimanja sana sini ^^
Meski ga semanja dulu, tapi saya tetep merasa seperti anak kecil saja kalau bertemu tante-tante saya itu.

Hm… ini cerita saya tentang hari pertama, kalau sudah ada futu2 kegiatan saya hari kedua, pasti bakal saya ceritain kejadian lucu di pinggir sawah ^^

Smangat pagi!!!!

DON’T BE AFFRAID

The pressure is on
You feel it
But you got it all
Believe it

German…

Bener-bener ga bisa terima rasanya kekalahannya, tapi mau gimana lagi, kata pelatihnya, German kalah mental . Bukan hanya karena Mueller ga masuk tapi juga karena mereka udah kalah mental… T__T

But, tetep ngefans sama GERMAN ^^

Dari pertandingan tadi pagi saya akhirnya menemukan keberanian lagi untuk menghadapi banyak hal dalam kehidupan ini. Pelajaran sangat berharganya hari ini ‘Jangan kalah sebelum perang dimulai’.
Musuh terbesar saya selama ini adalah rasa ‘khawatir’
Dalam buku favorit saya (tentu saja Alkitab) juga udah dijelaskan bahwa kekhawatiran bisa menghancurkan keberhasilan yang seharusnya menjadi milik saya. (jangan tanya saya ada di kitab dan ayat berapa karena saya ga jago menghafal ^^)

Beberapa hari ini blogwalking dan sungguh berwarna-warni suasana hati sahabat-sahabat bloggers. Apapun saat ini yang kalian rasakan dan alami, jangan pernah lagi khawatir. German sudah membuktikan bahwa kekhawatiran memang tak ada gunanya ^^

Seperti obrolan saya hari ini dengan sahabat saya nun jauuuuuuuuuuuuh di sana ^^
Dia salah satu inspirasi saya setiap kali saya menghadapi kesulitan-kesulitan. Akhir-akhir ini saya jarang bercerita apapun tentang kesulitan2 saya, tapi ketika dia menceritakan pergumulan berat dia tentang ibunya, saya merasa pergumulan yang saya hadapi tak seberapa.

Kenapa saya jadi jarang bercerita? Karena dia selalu memberi saya kata-kata yang tepat sebelum saya menceritakan apapun masalah saya. Entah mengapa seperti dia mengerti kata-kata apa yang saya butuhkan saat itu. Meski kadang menusuk hati sensitif saya, tapi tetap saja membuat saya merubah cara pandang saya tentang masalah itu sendiri.

Blog ini juga dibuat atas saran dia, mungkin sebagian temans yang sudah lama membaca blog ‘Debhoy’ mengenal sosoknya.
Saya berencana membuat sebuah novel tentang dia dan keluarganya, tentang bagaimana mereka melalui setiap pergumulan dengan berserah penuh kepada Tuhan.
Tentang bagaimana banyak orang mencontoh gaya hidup mereka yang penuh kepasrahan dan ketaatan. Bukan untuk sebuah balasan tapi untuk memuliakan Tuhan.

Saya masih ingat bagaimana dia bilang blog saya ‘Metamorphosis’ hanyalah sebuah blog keluhan. Dan akhirnya saya bisa buktikan bahwa keluhan saya telah bermetamorphosis menjadi kupu-kupu indah yang bisa membuat banyak orang tersenyum. Tak hanya di dunia maya, tapi juga di dunia nyata. Dan saya yang sekarang sungguh telah banyak berubah, sahabat… ^__^

Dulu saya sering merasa kecil hatiberharap akan seorang sahabat yang bisa memeluk saya ketika saya butuh pelukannya, tapi sepertinya kata-katanya saja setiap saya menghadapi masa-masa sulit sudah lebih dari cukup untuk menghibur dan mendukung saya…

Saya sangat ingin menjadi pengaruh juga untuk orang-orang di sekitar saya, bukan karena hebat saya, tapi karena saya menjalani langkah-langkah hidup ini bersama Tuhan ^^

terimakasih sahabat… 🙂

Persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu ^^

It’s Not Only For Me

Gol pertama Jerman di menit ke tiga, saya masih di rumah tante bermain bersama sepupu kecil saya dan masih dengan suasana hati yang begitu bahagia. Rasanya meski lelah tapi saya menikmati semua kegiatan saya hari itu.

Sampai pada saat gol kedua dicetak saya sudah berada di sebuah warung pinggir jalan di bilangan Fatmawti menikmati sate kambing dan es teh manis ditemani seorang teman.
Agak susah menjelaskan bagaimana kami bisa berteman sih…. tapi yang jelas, sudah hampir setahun kami saling sharing dan banyak bertukarpikiran.

Dia suka sekalai becerita tentang banyak hal, orangnya hampir sama karakternya dengan saya yang sanguin, tapi bedanya dia sangat sulit ditebak. Entah mengapa tiba-tiba dia banyak bertanya soal apa tujuan saya setelah ini, bagaimana harapan saya dan berakhir pada kesimpulaan baahwa dia sesungguhnya sangat suka bercerita kepada saya dan menjadikan saya sebagai temen bertukarpikiran.

Well…. bukan sombong, 90% teman yang dekat dengan saya banyak yang bilang saya ini teman sharing yang baik. 10% lagi adalah teman yang menganggap pedasnya kata-kata saya sebagai cambuk negatif. Karena saya tipe orang yang blak-blakan, dan ga pernah bisa menyembunyikan apa yang sebenernya sedang saya rasakan.

Jadi, kata2 temen saya ini ga begitu membuat saya ‘fly’ karena bukan dia saja yang memuji saya 🙂
Pada akhirnya teman saya (yang sudah lelah mungkin mendengarkan panjang lebar harapan saya), mengutarakan komentarnya kepada saya secara gamblang.
Menurut dia saya terlalu tinggi menggantungkan harapan, dan jujur, saya juga sering diperhadapkan dengan pertanyaan yang sama.

Ketika saya melihat tab halaman yang bertuliskan ‘My Dreams’ saya selalu menarik nafas panjang sambil berfikir ulang, apakah saya terlalu muluk-muluk? O__O
And then… saya jeda sebentar ketika gol terakhir menambah skor German menjadi 4-0.

Gol menginspirasi saya, temans….
Saya masih ingat bagaimana saya memaki ketika German melawan Ghana kurang memuaskan. German tampak begitu loyo…
Seperti saya sekarang, yang masih sering terjatuh di kasalahan yang sama (bukan lagu Kerispatih lho).
Tapi German dan teamnya pasti punya mimpi yang mungkin awalnya terlihat muluk-muluk seperti saya.
Seperti Afrika yang banyak diragukan orang-orang, pada akhirnya mereka bisa menjadi tuan rumah yhang baik.
Mungkin keberuntungan saat ini belum memihak pada saya…tapi saya yakin ada saatnya suatu saat keberuntungan 100% menghargai tekad dan harapan saya 🙂

Saya mungkin sekarang ga punya sepeserpun untuk menabung setiap bulan, saya mungkin butuh seseorang untuk membantu saya dan keluarga saya (seperti yang temen saya sarankan, untuk menikah dan mencari pasangan yang bisa menopang kebutuhan saya), saya mungkin terlihat ga bisa jadi orang sukses, saya mungkin ga kan menikah karena semua harapan saya ini butuh waktu yang mungkin sangat panjang, tapi itu semua cuma kemungkinan yang terlihat oleh mata sebagian orang ^__^

Saya masih meyakini kemungkinan lain, yaiitu mimpi almarhum kakek saya ketika saya masih berusia 5 tahun dan mimpi Bapak saya 15 tahun lalu…
Saya yakin saya bisa menjadi seseorang yang berarti untuk keluarga saya, seorang gadis yang tangguh menghadapi apapun untuk mencapai keberhasilan, dan saya sangat yakin, Tuhan setuju dengan ide saya ini 🙂

Lama temen saya bengong… Saya meyakinkan dia bahwa ketika saya gagalpun, saya tidak sakit hati dan menjadi kecewa, karena bagi saya keberhasilan bukan tentang jumlah dan besar, tapi tentang bagaimana kita bertahan….

Sekarang, ketika saya mulai merasa ingin menyerah (saya pernah lho ingin berhenti kuliah dan pulang kampung 😀 ) saya membuka dompet saya dan melihat gambar keluarga yang mendoakan saya dari kejauhan….

Saya berdiri bukan untuk diri saya sendiri… saya bertahan bukan untuk diriku sendiri tapi kesuksesan ada di tangan saya sendiri ^^

SEMANGAT!!!!

It’s Colourfull Day

Ini hari kedua aku kesiangan datang ke kantor…

Ga terlalu buruk sih, soalnya selama dua tahun 7 bulan bekerja di sini aku ga pernah terlambat. Baru 2x saja ^^

Ok, bukan terlambat’ poinnya…tapi mengapa terlambat? Pertama karena insomnia, kedua karena nonton film yang dibintangi Hillary Duff, ketiga karena pagi-paginya mesti berberes untuk siap-siap nginep di rumahnya pamanku. ^^

Begitu masuk kantor, ga berapa lama si Boss dateng dana kasi pertanyaan yang sungguh-sungguh mengagetkan daku.

” Kalo saya resign, kamu bisa kan gantiin saya, Deb? “

Omigotttttt!!!!!!! Menghandle ‘sebagian’ pekerjaan dia aja selama dia cuti daku masih merasa pontang-panting, apalagi ‘seluruhnya’ ???? *_*

Hm…yang terlintas di pikiranku ketika ditawarkan seperti itu hanyalah ‘Aku OK, kalo gajinya setimpal duonggggg’
Ga munafik, tapi itu kan yang terpenting 😀
Yah…mudah-mudahan boss sya bersedia menaikkan gaji saya setimpal dengan tanggungjawab segudang yang pastinya bakal buat waktu menulis saya berkurang ^^

Ok, itu poin pertamanya hari ini, yang kedua, saya masih terus memikirkan apa yang saya tonton tadi malam (yang jelas bukan ‘video’ ga jelas itu lhooo).
Intinya tentang kasih sayang seorang ayah, ditambah lagi tulisan di blog salah seorang blogger yang saya baca tadi pagi makin menggugah hati saya yang akhir-akhir ne sungguh kangen sama bapak saya ^^

Bapak saya memang bukan jenis Bapak yang cuek tapi care. Saya sering memanggil dia dengn sebutan ‘Bapak Genit’ karena dia ga pernah bisa menyembunyikan rasa sayangnya terhadap saya dan adik-adik saya.
Pelukan, kadang bahkan sudah sebesar ini masih suka menyentuhkan hidungnya di hidung saya ^^
Kalo saya tanya ‘kenapa sih Bapak ini ga malu apa anaknya dah gadis neh Pak…’ setiap dia peluk saya di depan umum, dia selalu bilang ‘Kau kan anakku, ya suka-sukakulah gimana aku mw sayang-sayang dia’ dengan logat lucu khas Batak tp nada Jawa ^^

Atau kalo saya sedang ngomel-ngomel di rumah, Bapak selalu menyentuh bahu saya lembut sambil bilang ‘Tenangkan hatimu, Nak…’ dan sekarang saya baru menyadari efek belaian itu ketika saya berada jauh terpisah beribu-ribu kilometer dari Bapak.

Dan saya berkunjung lagi ke blog lain alias blogwalking dan mendapati bagaimana seorang blogger merindukan pelukan ayahnya, karena ayahnya tuh jenis Bapak yang cool tapi sebenernya baik. Yah setipe sama ayah tirinya Hillary Duff dalam film yang saya tonton semalam.
Saya sekarang merasa sangat beruntung bisa banyak dipeluk oleh ayah saya meski bau keringatnya kadang-kadang membuat saya enggan di dekatnya. ^^
Meski kadang di depan cowo idaman saya dia suka peluk saya tiba-tiba… ^^

Duh….jadi pengen cepet-cepet Oktober….saya berencana merayakan ultah dan dipeluk Bapak di hari ultah saya ke-23 tahun ini.

Poin ketiga… saya kangen sama cinta pertama saya ^^
Akhir-akhir ini saya memimpikan kejadian-kejadian ketika dia masih ‘ada’…
Di Film yang 2 malam lalu (masih dibintangi sama Hillary Duff) saya tonton, si Hilary itu buat sebuah lagu untuk dibawakan dalam suatu kontes di sekolahnya. Dia bikin lagu berduaa gitu deh sama cowoknya… ^^
Saya jadi sampe mimpi waktu first love saya dulu suruh saya buat puisi tentang dia dan saya kemudian dia buat dalam nada2…

Nah…mellow-mellow saya ini dilengkapi dengan lagu ‘Lucky’ Jason Miraz feat Colliat yang ternyata ga sengaja diputer sama partner kerja sayaa ^^
Uhhhhhh,…bener-bener hari yang berwarna-warni ^^

Masih ada satu lagi neh yang buat hari saya berwarna, slain dapet tiket nobar gratis di sebuah kafe di Kuningan, hari ini saya juga dapet tiket nonton Twilight Eclipse gratis dari temen (sesama winner undian Bali) yang memenangkan undian melalui twitter di majalah tertentu. Nontonnya sih besok pagi di Sency, cuma bawa majalah ‘Sister’ yang agak susah dicari sbagai tiket utk 2 orang. Mudah2an dapet deh ^^

Gimana perasaan bloggers hari ini?

SEMANGAT!!!!

Brazil or Portugal ?

Waw…. setelah sakit karena kebanyakan begadang dan terpaksa seharian ga masuk kantor saya masih belum jera nonton World Cup sampai tengah malam ^^
Hari ini dua team yang menurut saya lumayan OK pemain dan permainanny akan berlaga. Bingung juga memilih yang terganteng dan terbaik di antaranya…

Saya sebenernya suka banget sama gaya permain si kecil RobinHo tapi sayang dia ga secakep CR-7 ^^
Kalo ditanya Debby dukung siapa hari ini, ya tentu saja (dengan terpaksa mengabaikan kegantengan CR-7 dkk) aQ memilih Brazil… (lumayanlah ada si ELano yang agak putih dari semuanya) ^^

Kenapa saya pilih Brazil?
Yang pasti bukan karena mereka ganteng-ganteng, tapi tehnik permainannya dan kekuatannya itu lho yang bikin Debbs ga bisa meragukan ketangguhan Brazil.

But, who knows? Siapa tahu ada keajaiban untuk Portugal seperti keajaiban-keajaiban di WC’10 ini…

Jadi Anda mendukung siapa neh? ^__^

Whoaaaaaaaa….. (KARATE KID Synopsis)

Pernah ga temans nonton film dengan emosi yang berganti-ganti dalam waktu singkat? Bisa merasakan sedih, seneng, lucu, khawatir, geregetan, kesel, sampe menegangkan dalam waktu dekat?

Ok, memang Debbs sangat doyan nonton film, apalagi kalo yang main filmnya kece-kece, tapi kali ini bener-bener bukan karena ganteng atau engga deh… ini karena yang jd pemeran utamanya anaknya Will Smith yang kece itu (teuteup).
Awalnya liat covernya ga begitu tertarik sih karena keliatannya anaknya doi tuh kurus gimana gituuu….
Kayaknya ga cucoklah main kungfu, ternyata oh ternyataaaaaaaaaaaa…..

Itu film most recommended bangets temans…
Ceritanya tentang si Dre dan mamanya yang janda (sangat sebel dengan kebiasaan Dre yang suka sembarangan meletakkan jaketnya) pindah ke China karena alasan pekerjaan. Awalnya sih Dre merasa tertekan dengan kepindahan itu karena dia ga bisa bahasa Mandarin, menurut majalah yang dia baca CHina itu kuno dan ga menarik, yang terakhir, Dre ga bisa kungfu sementara temen-temennya di sekolah yang ga suka sama dia itu bisa kungfu dan terus-terusan mengerjai dan memukuli Dre hanya karena ada seorang gadis deket dan senang bergaul dengan Dre…

Dre punya kenalan Mr. Han (petugas maintenance gedung apartemen yang disewanya) yang bisa speaking in English dan ternyata jago banget kungfunya. Sampai suatu titik dimana Dre bener-bener merasa harus berlatih kungfu untuk membela diri, akhirnya ia memelas minta bantuan Mr. Han yang jutek abiss… soalnya tempat latihan kungfu terbesar di sana adalah tempat temen-temen sekolahnya yang nakal itu juga berlatih.

Temen-temen sekolah Dre yang jahat itu ternyata berlatih kungfu di tempat berlatih yang pelatihnya nyeleneh abisss. Bayangin aja, muridnya dididik untuk menghabisi lawan sampai mati, ga pake perasaan sama sekali.
Dengan suatu sikon yang memaksa , akhirnya Mr. Han sendiri yang meminta Dre siap untuk dilatih menghadapi pertandingan kungfu kid se China

Awalnya Debbs pikir si Dre bakal latihan2 dasar kungfu kayak di film Bo Bo Ho , ternyata Dre dilatih menggantungkan jaket, menaruhnya d lantai, memakainya (begitu berulang-ulang) sampe Dre makin ga yakin sama si Mr Han (Jackie Chan). Dan akhirnya Mr. Han meyakinkan dia bahwa kungfu bukan tentang pertarungan semata, tapi tentang bagaimana membiasakan hal-hal baik sebagai suatu kebiasaan dalam hidup.

Jadilah Dre semakin semangat, kemampuannya lama-lama makin meningkat. Hubungannya dengn Mr Han pun semakin akrab. Bahkan Dre tahu dan bisa menyemangati Mr Han utk bangkit dari keterpurukan masa lalunya tentang keluarganya.

Mr Han membawa Dre ke puncak gunung Naga dimana di sana ada ai suci yang katanya bisa membuat orang menjadi tak terkalahkan. Disitu Dre melihat macam-macam orang yang sedang beryoga dan melakukan berbagai gerakan kungfu.
Dre ini anak yang cerdas, cepat tanggap dan bnyk bertanya, makanya dia cepat belajar.
Dre sangat kagum sama seorang wanita yang berlatih kungfu bersama ular… dia pikir wanita itu mengikuti gerakan ular itu ternyata sebaliknya, si ularlah yang mengikuti gerakan si wanita.

Dan jurus ular itu juga yang dipakai Dre di akhir pertaruingannya. Kaki kiri Dre sudah patah, tenaganya hanya bertumpu pada satu kaki, dan berkat kecerdasannya itu mengikuti gaya sang pekungfu wanita, ia pun berhasil mengalahkan lawannya. Kelicikan sang pelatih kungfu yang melatih teman-teman sekolahnya tidak bisa mengalahkan ketulusan hati Dre. Sampai akhirnya malah temen-temennya Dre berpindah perguruan alias ganti guru dan memberii penghormatan terbaik untuk Mr. Chan yang baik hati.

Dari film ini Debbs dapet satu qoute lagi:

Hidup memang mengalahkan kita, tapi kita punya pilihan, menyerah atau bangkit…

Buat sapapun yang sedang dikalahkan oleh hidup, ayo bangkit dan bersemangatlah sebab kekalahan bukan milik kita tapi milik si pecundang ^__^

SPIRIT!!!!!

BANGKITLAH!

BANGSA  yang  BESAR adalah BANGSA yang menghargai  SEJARAHNYA


Mungkin kalimat di atas bukanlah kalimat yang baru didengar oleh sobat blogger sekalian.  Yeah… bagaimana sebuah bangsa bisa bangkit ketika dia belum pernah jatuh kan?

Tapi seperti salah satu  Favourite Quotes Debby, bahwa sekalipun terjatuh namun bangkit adalah hal terbaik darripada jatuh namun tak pernah bangkit, maka sejalanlah dengan prinsip yang tersirat dalam kalimat di atas. Sejarah bangsa Indonesia mengajarkan kita bagaimana rasanya dijajah, dikekang dan disiksa.

Sejarah juga mengajarkan kita bagaimana sebaiknya kita harus bertekad bulat mempersatukan bangsa dengan segala jerih payah kita. Bangsa yang menghargai sejarah adalah bangsa yang tidak egois, tidak korupsi, tidak kolusi apalagi berjudi 😀

Berapa banyak dari kita (termasuk saya) yang hanya tertarik dengan gaya dan modernisasi dibanding dengan hasil-hasil bumi sendiri? Yang selalu memakai produk luar demi gengsi dan harga diri. Yang sibuk dengan diri sendiri tanpa peduli sesamanya, tetangganya, saudaranya?

Indonesiaku pernah terpuruk, berulang kali terjatuh, berulang kali dan berulangkali…tapi slalu ada generasi yang mungkin jumlahnya tak dianggap yang telah memperjuangkan nama dan harga diri bangsa demi kejayaan dan kebangkitan Indonesia.

Yang di atas sibuk berebut bangku, yang di bawah sibuk saling berebut ampas, yang di tengah bingung dan menunduk malu…. Hanya secuil yang melakukan sesuatu dengan benr daan teratur.

Negeriku, tanahku yang malang…. tapi tetap penuh pengharapan.
Selama mentari masih bersinar, slalu ada semangat anak-anak yang berjuang BANGKIT dari keterpurukan
Saya selalu percaya setitik cahaya mampu menerangi kegelapan, seperti kebaikan kecil mampu melenyapkan kegelapan…

BANGKITLAH INDONESIA, JAYALAH SELALU!

PEJUANG

Kami sering disebut Bunga
Tapi semangat kami tidak sama dengan mekarnya bunga
Bunga mungkin begitu cantik hanya ketika ia mekar
Namun semangaat kami selalu berkobar

Kami sering dianggap rapuh seperti kaca
Tapi air mata kami tak selalu mengartikan betpa kami lemah
Karena ketika kami menangis kami menemukan kekuatan
Di setiap air mata kami, ada doa tulus untuk kehidupan…

Kami sering dibuat jadi kambing hitam
Tapi keindahan fisik kami bukanlah bencana
Keindahannya bukanlah untuk pemuas nafsu si hidung belang
Tapi menyatakan betapa Tuhan mulia memberi kami lekukan

Kami adalah perempuan…
memiliki hidup seperti makhluk lainnya
memiliki ketegaran hati tak seperti makhluk lainnya

Kami juga pejuang
Yang taak memilih senjata tajam saja tuk berjuang
Tapi juga welas asih dan kelembutan sebagai tameng menantang

Siapkah kamu berjuang hai pejuang-pejuang?

(teruntuk seluruh perempuan di negeriku Indonesia…Selamat hari Kartini)