17 hari

Ini hari ke tujuh belas aku tak menuliskan apapun di sini. Meski ingin tapi rasanya jemariku begitu enggan mengetikkan beberapa rangkai huruf yang menjelaskan isi hatiku beberapa hari belakangan ini.

Mulai dari perasaan tentang perasaan kacau balau, masalah keuangan dan kesehatan yang mulai membuatku bosan dengan kebisingan kota ini rasanya semua kembali membuat jemariku beberapa saat lalu berhenti berekspresi. Meski jauh di lubuk akalku aku menginginkan sensasi melegakan tentang hari-hariku yang berarti.

Di tengah padatnya tugas menanti pagi ini, aku berharap akan ada pelangi hari ini.
Berharap waktu bergulir bersama hujan yang saat ini begitu deras mengguyur langitku, dan mentari yang asyik menonton pertunjukan panggung kehidupanku…
Pelangi, ya aku sangat membutuhkan keajaibannya hari ini.

Smoga harimu dan hariku penuh warna-warni, Semangat pagi!!!!

Aku Merindukanmu…

Tuhan menitipkan aku padamu…
Gadis keras kepala yang manja dan super sensitive
Gadis yang selalu merasa pemikirannya yang paling benar
Gadis yang menurutmu paling cantik setelah cinta sejatimu…

Hampir dua puluh lima tahun kau mengenalku dengan sangat baik, bahkan terkadang lebih memahami aku dibandingkan diriku sendiri.
Lipatan-lipatan di wajahmu merupakan beberapa bukti tentang betapa susah dan payahmu membesarkan aku, melihatku bertumbuh dengan segala tingkah polahku
Keegoisanku dan kecengenganku tak pernah membuatmu marah, kau hanya slalu berusaha memberiku pelukan dan ciuman di keningku seperti biasanya ketika aku begitu kesal dan marah…

Setiap hari kau berjuang dengan penuh kesabaran.
Tak kenal lelah menghabiskan hampir seluruh waktumu untuk memperjuangkan aku dan empat orang lainnya bertahan menghadapi kehidupan kami selanjutnya.
Menghadapi cinta sejatimu yang tak jauh berbeda sikapnya denganku.
Kepanikan dan ketergesa-gesaan yang diwariskan olehnya membuatku sering menjengkelkan hatimu.

Tapi tak pernah kulihat raut marah di wajahmu…
hanya saja, aku begitu menyesal setelah membuat wajah ceriamu bersedih melihat kenakalanku…
Tapi tak sering kuucap maaf ketika seharusnya kata-kata itu benar-benar harus kuucapkan, namun kau tak pernah bilang kecewa padaku…

Seperti hari ini, seperti waktu-waktu sebelumnya…
Sering sekali aku tak bisa mengendalikan emosiku yang tak memahami kesibukanmu mencari nafkah.
Lagi-lagi aku kesal karena kau terkesan tak peduli padaku, tapi ciuman jarak jauhmu selalu ampuh meluluhkan hatiku yang keras…
Senyumanmu yang slalu terlukis di hati dan ingatanku membuatku melunak.
Dan semua reaksimu yang selalu membuat aku merasa begitu beruntung memilikimu membuatku tersadar akan baiknya Tuhan menitipkan aku kepadamu…

Bapak..
Kaulah teladan hidupku
Tak pernah aku temukan lelaki sesabar dan setegar dirimu dalam hidupku
Skalipun berpuluh lelaki yang lain mengatakan ‘cinta’ padaku, tapi tak ada yang bisa menyayangi dan mencintaiku sepertimu…
Hidup untuk mengasihi kami dengan tulus, membuat kami begitu berharga meski kita tak punya apa-apa slain cinta dan iman…

Bapak…
Tetaplah di sisiku, sampai suatu hari nanti tiba saatnya kau membiarkan aku pergi dengan lelaki yang bisa memberikan kasih sayang terbaik sepertimu, genggam aku agar aku tak jatuh…

Bapak…
Diluar sikap keras dan marahku akan semua hal yang tak bisa kupahami dari dirimu, aku sungguh ingin kamu tau, aku sungguh menyayangimu…

Aku rindu padamu, Bapakku….

LANGITKU

Ingin berlari di bebasnya ruang tak terbatasmu
Menyentuh gumpalan-gumpalan putih itu serasa segar dahagaku kan terhapus
Sambil berbisik pada bulatan kecil yang tak begitu benderan nyalanya
‘Aku ingin bebas dan terlepas melompati belengguku’

Tak ingin menggayut si hitam pekat memeras keluhku terlontar jauh
Asaku tak sehebat dulu tentang pertarungan dewa maut
Buailah aku dalam kelembutan hangatmu, desir menari disekitarmu
Seakan mengatakan dunialah periangmu, warnamu menghempaskan emosiku

Coba dan kucoba menyentuhmu semuku, peluhku bergayut
Tak seperti indahmu ternyata rasamu dan asaku
Si bulat besar disekitarmu tlah menyengatku mengkerut-kerut
Berteriaklah dan buat mereka tak lagi bersungut-sungut

Jangan hanya gemetar, tapi goncangkan saja
Tak ingin lagi kurasa menggayut hitam dalam asaku
Menghempaskannya melebihi pelangi di hati yang sepahit brotowoli
Kesemuanku menyempit tak lagi memberi ruang indahnya warna warni mejikuhibiniu

Esok nanti kan tiba waktuku, tangga-tangga itu kan membawaku padamu kan?
Lalu tak kuingat dan kulihat lagi semu yang dulu-dulu
Kulangkahkan kaki menapaki birumu, menengadahkan mahkotaku untuk PenciptaMu
Kubersyukur, masih ada kamu menaungi hari-hariku….

Langit….

CINTALAH Apa-Apanya…

Cintaku,tak ada apa-apanya dibandingkan prestasi sang juara dunia
Kisahku tak seindah kisah cinta bidadari di surga
Senyumku tak semanis gula Jawa
Tawaku tak serenyah Kerupuk Bangka

Tapi cintaku padamu, tulus tak ada apa-apanya
tak ada apapun yang kusembunyikan lagi darimu
tak ada apapun yang kuinginkan slain kehadiranmu di sisiku sampai akhir hidupku
tak ada apa-apanya, hanya kamu saja…..

Dirimu tak segagah pangeran dalam setiap cerita
Wajahmu tak setampan Romeo
Bahumu tak selebar pahlawan berkuda
Tubuhmu tak seseksi Brad Pitt
Apalagi senyum mahalmu, tak semahal berlian di pasar permata

Tapi cintaku padamu, tak ada apa-apanya
tak ada makna lain slain merasa begitu BAHAGIA, itu saja
tak mengharap kamu jadi pangeran berkuda seseksi Brad Pitt
apalagi berharap kamu jadi Paman Gober bermandikan berlian

Tak ada apa-apanya, bukanlah brarti kamu tak cukup berharga dibanding semua
Tak ada apa-apa membuatmu begitu sempurna
Karena ketidak ada apa-apanya itu membuatku percaya
CINTALAH APA-APANYA….

INDAH

Pagi dan pagi, kubuka dan kubuka
Jendela, Pintu dan Asaku menyambut hari baru
Udara segar membelaiku, kicau burung menyapaku
Indah…..

Pukul sembilan pagi, dan aku pun menanti
Beberapa gunung menjulang nun jauh di sana mendongak tinggi
Sepanjang jalan ini, akupun bernyanyi, pepohonan digunung berseri
Hijau…….

Kuhentakkan kaki tanda berhenti, saatnya mengais rezeki
Berharap Sang Khalik tak henti memberi limpah yang kusyukuri
Sejauh hatiku berdoa, mataNya melebihi sempurnanya mentari
Syukur…..

Dan sepi membuatku kenang langkah lalu-lalu, pikirku terhenti
Hanya pada jauh asa yang slalu kurindu di hati
Mengharapkan masa depan nanti kan mirip mimpi ini
Angan…..

Senjapun membuatku terpekur menata hati
Ya, hatiku penuh warna-warni oleh simphoni
Seperti bunga mawar, melati dan Lily
Indah….

MAAFKAN DIRIKU

Kasih sudah kuakui
Semua salahku padamu
Beri aku kesempatan
Untuk buktikan cinta setia padamu lagi

Oh.. Maaf.. Maafkan diriku
Yang telah membuat hatimu terluka
Hanya kau cintaku
Ku tak pernah pikir tuk pergi darimu
Walau hanya sekejap saja

Jangan pernah kau berpikir
Untuk tinggalkan diriku
Beri aku kesempatan
Untuk buktikan cinta setia padamu lagi

Kan ku peluk dirimu
Takkan kulepas lagi
Untuk buktikan cintaku oh
Kan ku hapus lukamu
Akhiri semua ini
Hanya untukmu

Ohh janjiku janjiku padamu
Tuk mencintaimu sekali dalam hidupku
Kasihku dengarkan hanya engkau yang bisa
Temani hidup ini
Sampai akhir usia kita

lyric by Rio Febrian

*dinyanyikan sepenuh hati untukmu yang slalu dihati. Semoga kau mengerti 😉

Cinta itu….

Cinta itu basah…
air mata yang mengalir karena kamu nyebelin, kamu cuek dan kamu suka usil sama aku bikin aku basah…

Cinta itu manis…
semanis kata-kata cinta yang terucap dari bibirmu kala aku sibuk dengan ngambekku

Cinta itu sabar…
Waktu kamu bujuk rayu aku yang menjengkelkan dengan manismu, membuat gugah hati melihat sabarmu…

Cinta itu Pesona…
Gambar dan wajah datarmu kok buat aku dag dig dug?

Cinta itu malu…
Semalu aku waktu kamu teriak-teriak di depan umum kalo kamu sayang aku…

Cinta itu memabukkan…
Sampai tertidur kita telponan, seperti orang mabuk tak perduli waktu dan alasan ^^

Cinta itu cemburu…
tentang semua komentar teman pria, temen wanita yang buatmu selalu merasa cemburu 🙂

Cinta itu Rindu…
tentang waktu dan jarak yang begitu jauh, tentang pelukan dan kecupan yang kubutuhkan selalu, itu Rindu…

Cinta itu ….
Kamu, serta semua hal menyebalkan, memabukkan, manis, penuh pesona dan selalu kurindukan yang menggetarkan hatiku ^^

i love u jelekk!!!
Hsppy val’s Day ^__^

Untuk Kita

Kamu yang jauh di sana…
Kuharap waktu kan segera berlalu…
Membuktikan rasa dan asa yang telah kita jalin dalam raga

Kamu yang jauh di sana…
Kuharap akan selalu ada sabar dan ikhlas di dada
Meski cemburu dan rindu mencipta luka dan mesra

Kamu yang aku cinta…
Semoga saja hanya ada aku dan kamu di ujung jalan juang ini
Kuharap mentari dan pelangi menyambut kita di sana….

Kamu yang aku cinta…
Semoga saja semua kerikil dan batu tak membuat kita lunglay
Meski sesekali kita terjatuh, kita tetap bergenggaman tangan

Janji tak sekedar janji, begitu katamu sayang
Romantisme tak cukup menggambarkan rasamu, begitu kan?
Waktu akan berputar , tak usah dikejar, begitu lagi ucapmu penuh sabar

Untukmu, aku serahkan rasa dan asa
Untukmu, aku percayakan segala harapan indah penuh cinta
Untukmu, aku menunggu menikmati cinta meski dari kejauhan

Smoga cita kita kan berujung bahagia.. ^__^

Nb. Gambar nyontek Om Google, suka sama rambutnya…kapan ya sepanjang itu rambut saya?> 😀

YOUR LOVE

Mengapa masih saja Kau berikan aku kesempatan?
Bukankah aku begitu bebal?

Mengapa semua jawaban yang kuminta tak Kau berikan?
Seribu pertanyaan menjadi alasan tentang betapa aku begitu tak bisa mempercayaiMu lagi…

Mengapa di kala aku ingin menjadi lebih terpuruk, Kau kirimkan malaikat-malaikat tak bersayap?
Mengapa di kala cinta mengelilingiku, aku masih merasa semua begitu gelap?

CahayaMu menggelapkan padangku untuk sesaat, mencoba berlari tapi selalu saja kutenggelam dan hanyut dalam airMu
Berlari lagi dan lagi, namun hanya lelah dan senyap kutemukan
Ya…aku menginginkan senyap rontaku ketika cahaya tak kunjung kutemukan
Dan, lagi kau menarikku ke dalam arus deras dan tak terlepas…

Tuhan…. Di masa lalu….
Ayatmu kudendangkan, suaraMu begitu jelas kudengar, Belaimu begitu sering kurasakan…
Meski aku tahu semua dosa dan nista begitu nanar, namun mengapa kasihMu tak pudar?

Tak hanya tentang hutang nyata, segala hutang tak berwujud telah kau lunaskan 🙂
Bapa, adakah bapa lain sepertiMu?
Yang membelaiku, ketika aku menangis meski tangisku karena berbalik dari jalanMu
Yang memelukku ketika aku kesepian dan merasa begitu buruk dengan semua dosa yang terpuruk
Yang menggendongku ketika aku terjatuh dan terluka melalui jalan bebatuan yang aku pilih dengan keegoisanku T__T

Mereka melihat dan Kau menyelami hatiku yang terdalam…
Mereka bicara dan Kau menyentuh nuraniku dengan Kasih…
Akankah semua berubah? Aku hanya ingin mengikutiMu, itu saja….
Orang-orang yang Kau kirimkan, aQ tahu semuanya karena Kau tak ingin gadis kecilmu ini dalam bahaya kan?
Tapi kok kadang mereka menjadi bumerang ???

Tuhan, aku cuma ga bisa memahami DIRIMU, bahkan DIRIKU saja aku ga paham kok…
Jadi, maaf kalo selama ini sudah berjalan dengan kekuatankupun aku ga sadar…
Terimakasih udah ingetin aku lewat pacar, teman seatap, mantan pacar, bahkan melalui mobil-mobil yang aku liat dari kaca ruangan kerjaku pun bisa kupahami keberadaanMu…

Ironis yah aku… T_T
But, aku masih percaya kok sama semua hal yang telah Kau ijinkan ini cuma supaya aku bisa nambah yakin Kamu mengasihi aku…

Happy Monday ^^