LANGITKU

Ingin berlari di bebasnya ruang tak terbatasmu
Menyentuh gumpalan-gumpalan putih itu serasa segar dahagaku kan terhapus
Sambil berbisik pada bulatan kecil yang tak begitu benderan nyalanya
‘Aku ingin bebas dan terlepas melompati belengguku’

Tak ingin menggayut si hitam pekat memeras keluhku terlontar jauh
Asaku tak sehebat dulu tentang pertarungan dewa maut
Buailah aku dalam kelembutan hangatmu, desir menari disekitarmu
Seakan mengatakan dunialah periangmu, warnamu menghempaskan emosiku

Coba dan kucoba menyentuhmu semuku, peluhku bergayut
Tak seperti indahmu ternyata rasamu dan asaku
Si bulat besar disekitarmu tlah menyengatku mengkerut-kerut
Berteriaklah dan buat mereka tak lagi bersungut-sungut

Jangan hanya gemetar, tapi goncangkan saja
Tak ingin lagi kurasa menggayut hitam dalam asaku
Menghempaskannya melebihi pelangi di hati yang sepahit brotowoli
Kesemuanku menyempit tak lagi memberi ruang indahnya warna warni mejikuhibiniu

Esok nanti kan tiba waktuku, tangga-tangga itu kan membawaku padamu kan?
Lalu tak kuingat dan kulihat lagi semu yang dulu-dulu
Kulangkahkan kaki menapaki birumu, menengadahkan mahkotaku untuk PenciptaMu
Kubersyukur, masih ada kamu menaungi hari-hariku….

Langit….

Advertisements

8 thoughts on “LANGITKU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s