Percakapan Aku dan Daku

A : Ga tau kenapa hatiku mulai merasa beku. Menunggu terlalu lamakah?Atau karena tekanan psikis yang aku terima darinya?Tapi aku masih berharap hubungan ini berhasil…

D : Aku sudah bilang, dia bukan yang terbaik. Dia memang baik, tapi bukan yang terbaik.

A : Tapi aku sungguh-sungguh mencintainya

D : Kamu yakin ini cinta?Bukan emosimu yang seperti biasa meledak-ledak bak bom Bali I dan II?

A : Sebenarnya aku tak tahu apa artinya cinta, aku hanya bisa merasakannya. Dan aku merasa bersamanya aku bisa bahagia.

D : Cinta saja ga buat kamu bisa bahagia.Pakai logikamu!

A : Kenapa dia berubah? Salahku katanya…. aku juga yang harus mengubahnya.

D : Kau sungguh keras kepala…tapi logikamu entah kau sembunyikan kemana.Dia memberimu tekanan psikis, dan aku sungguh tak suka melihatnya…

A : Setidaknya dia tidak memberiku tekanan fisik.

D : Sekarang iya, esok setelah resmi kau miliknya? Pikirkan pendapat orang tua dan keluargamu…

A : Aku tahu, aku juga tak ingin ada yang terluka lagi.

D : Jadi? Selesaikanlah semua…

A : Aku belum sanggup melakukannya.

D : Arghhh…aku ingin kau berhenti saja. Dirimu terlalu berharga untuk dia lukai lagi dan lagi.

A : Aku takut…terlalu takut tak bisa menemukan laki-laki lain sebaik dia.

D : Apanya yang baik? Caciannya?Makinya?

A : Dia masih punya sisi lembut, meski penyampaiannya tak selembut hatinya.Situasinya memaksanya bersikap seperti itu.

D : Situasi?Pasangan sejati adalah pasangan yang mampu melewati segala situasi dengan luar biasa. Bukan dengan caci maki, menuduhmu penyebab dari kegagalan-kegagalannya.

A : Aku lelah berdebat denganmu…

D : Aku juga lelah mendengarnya mencaci makimu sesuka hatinya.

A : Andai waktu bisa kuputar kembali…

D : Tak ada kata terlambat. Bangkit dan katakan padanya kau tidak membutuhkannya lagi. Kamu pasti bisa menemukan laki-laki baik yang siap menerima lebih dan kurangmu…

A : Aku takut..terlalu takut gagal untuk beribu kali lagi. Usiaku, Waktuku….semua begitu mahal harganya

D : Hey..usiamu 25 thn, masih panjang untuk kau isi dengan cinta yang lebih berkualitas. Dia terlalu sia-sia untuk kau pertahankan.

A : Menurutmu ada yang bisa menerima aku? Penyakitku, Masa laluku, dan segala hal buruk yang kulalui yang berpengaruh terhadap emosiku?

D : Apakah pernikahan tak bahagia atau hidup bahagia yang kau inginkan?

A : …..

D : Sudahlah, hitung saja berapa banyak orang yang menyayangimu yang suka kalian bersatu dan yang tidak suka kalian bersatu…

A : Entahlah…aku yakin hasilnya tak sesuai dengan inginku.

D : Lakukanlah inginmu dan jangan pernah bertanya lagi. padaku, pada semua orang…nikmatilah itu…

A : Lama-lama kau seperti si “V*R*”

D : Dia bertindak sebagai sahabat yang benar menurutku.

A : Tapi dia tidak akan membantuku ketika aku melewati masa-masa sulit setelah semua ini.

D : Kau yakin? Bukankah hatimu terlalu rapat tertutup untuk semua kemungkinan? Di kepalamu hanya ada pertanyaan yang sebenernya sudah terjawab tapi tak kau indahkan…

A : Kau semakin berterus terang.

D : Ini karena kau memaksaku. Aku cukup lelah hingga tak merasakan kantuk lagi beberapa malam ini…

A : patut saja mataku masih mengantuk.

D : Doa adalah jawaban semua pertanyaanmu. Jangan pernah pakai lagi kekuatanmu yang tak seberapa itu…

A : …

D : Hidup ini tak cuma tentang urusan ‘cinta-cintaan’. Nikmati saja dan jangan pernah mau terjajah oleh perasaanmu sendiri…

A : Sudahlah, aku kerja dulu!

D : Kau selalu saja begitu….

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Percakapan Aku dan Daku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s