Like a Chicken Soup

Pertama kali aku mengenalmu, saat itu di usiaku yang menurut orang-orang merupakan usia termanis sepanjang perjalanan hidup setiap remaja. Kamu menjadi kado terindah yang diberikan oleh tanteku di saat hari jadiku yang ke tujuhbelas tiba. Saat itu adalah pertama kalinya mengenalmu lewat sebaris kata-kata yang membuatku begitu penasaran akan maknanya…

“Chicken Soup”

Sekilas aku bergumam, bukankah namamu menyiratkan tentang harum kaldu semangkuk makanan berkuah kaldu yang lezat yang biasanya dihidangkan ketika dingin melanda?

Dan saat kulahap lembaran demi lembaranmu dengan pancaran penuh harap, akhirnya aku menemukan makna demi makna tentang cinta, keluarga, persahabatan dan kehidupan yang tak kupahami dan beberapa cerita tak pernah kutemukan selama ini. Tentang ucapan syukur dan kenikmatan hidup yang sesungguhnya menjadi hak setiap manusia di muka bumi. Tentang kesendirian, keramaian dan tentang kesedihan,kebahagiaan yang merupakan takdir spesial Tuhan akan kehidupan di muka bumi.

Kehangatan…
Bisa jadi itulah maknamu, seperti namamu, “Chicken Soup”
Rasanya renyah, hangat, nikmat tapi bila sudah dingin menjadi tak lezat.
Kehidupan tanpa cinta seperti sup ayam dingin, tak nikmat sama sekali, karena itu kuyakin setiap orang slalu membutuhkan sesuatu yang hangat sepertimu untuk menghangatkan kembali kehidupannya.

Seperti saat pertama kali aku memutuskan menamai setangkup perasaan untuk dia yang membuat jantungku berdegup kencang, keringatku bercucuran seakan aQ begitu kelelahan, mataku tak lekang dari sosok dia, pikiranku tentang semua hal yang disuka dan dibencinya begitu penting, kunamai asa itu cinta…
Kau menemaniku menikmati makna ‘cinta’ melalui seluruh cerita tentang cinta dari setiap penyukamu. Setiap orang yang lebih dulu hidup sebelum aku telah bercerita dan semua terangkum dalam isimu. Semua itu memberiku berjuta pelajaran berharga tentang cinta. Tentang apa, mengapa dan bagaimana ia ada dan tiada, ia tumbuh dan mati, ia bahkan mampu bersembunyi.

Seperti saat aku melalui masa-masa jombloku dengan keceriaan melebih orang-orang di luar sana yang telah lama hidup berpasangan, seperti saat aku melepaskan seseorang yang begitu kucinta hanya dengan sebuah senyuman dan berhenti menangisi waktu-waktu yang semakin tua. Membacamu lagi dan lagi membuatku mengerti banyak tentang kehidupan yang sedang kujalani dan yang sedang dilalui banyak orang yang tak kukenal di dunia ini. Yang memiliki banyak kisah yang sama juga kisah yang berbeda yang mengajariku tentang seni melepas dan meraih asa…

 

“buat sahablog, bukan bermaksud promo, tapi usai membaca keseluruhan episode CS (Chicken Soup) yang sudah saya beli, rasanya ga tahan untuk berbagi banyak manfaat di dalam buku ini.Makanya sengaja menuliskan postingan tentang kekaguman saya akan buku bagus ini> Gambar yang saya pajang hanyalah 1 dari 5 buku CS yang saya punya dan sudah terbukti efek positifnya dalam hidup saya.”

Advertisements

One thought on “Like a Chicken Soup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s