Cinta Seumpama……

Meski bulannya cinta sudah lewat, tapi rasanya Debhoy kepingin merangkum beberapa teori tentang cinta yang paling menarik yang saya setujui dan pernah saya alami. ^__^

Pertama :

cinta itu seperti pasir dalam genggaman tangan. Semakin erat digenggam pasir akan habis tapi kalau tak digenggam sama sekali (diletakkan di telapak tangan yang terbuka) pasti akan kehembus angin sampai tak bersisa. Karena itu jangan menggenggam cinta terlalu erat ataupun tak digenggam sama sekali. Biarkan dia berada dalam genggaman yang PAS…Gampang-gampang susah kan???

Teori ini pernah terjadi dalam kehidupan nyata saya. Meski belum benar-benar habis karena menggenggam terlalu kuat, tapi sejujurnya Deb baru saja mengalami fase menggenggam cinta terlalu erat sehingga nyaris saja habis tak bersisa.

Kedua :

Cinta itu seperti kentut. Ditahan sakit ga ditahan malu.
Ini sih pernah saya alami semasa SMP dan SMA. Jangan anggap saya sudah pacaran lho di masa SMP dan SMA. Semasa sekolah saya teguh memegang prinsip ga akan pacaran sampe lulus sekolah dan bisa cari uang sendiri. Karena prinsip ini juga kali yah saya agak agresif, lho?
Saya berani mengungkapkan rasa suka saya yang kelewat sakit kalau dipendam terhadap 2 orang cinta monyet saya. Yang satu di SMP, yang satu di SMA.hehehe

Tapi ga sampe 1 tahun saya udah lupa tuh sama perasaan saya itu. Seperti ‘kentut yang lama ditahan’ (maaf..). Memang dia berbau tapi cuma sebentar kok…heheheh
Maksudnya, saya lama menahan diri untuk bilang ‘suka’ tapi begitu diungkapkan teman-teman heboh meledek saya (malu),kemudian saya dengan mudah melupakan rasa suka yang cuma cinta monyet itu begitu saja.
Sampai sekarang kalau ketemu 2 orang yang saya suka itu, rasanya saya masih malu deh.. (hahahaha)
Yang bertahan ketika cinta sama seperti kentut, adalah rasa MALUUUUUUU…. ^__^

Ketiga

Cinta itu seperti kopi yang sudah diseduh.
Kopi lebih nikmat diminum perlahan-lahan selagi panas. Maksudnya diminum sambil ditiup-tiup gitu lhoo…
Bagi pecinta kopi seperti saya, mungkin sependapat dengan saya yah…
Kopi yang terlalu dingin rasanya kurang nikmat. Letak keharuman dan kenikmatan kopi adalah ketika asapnya masih ‘ngebul’.

Seperti itulah cinta yang pernah saya alami oleh seseorang yang sudah menjadi bagian dari masa lalu saya. Terlalu lama membuat saya menunggu sampai cinta saya ‘basi’ dan sudah dinikmati orang lain, rasanya maknyosssssssssssssssssss sakitnyahhhh buat dia (bukan bermaksud mensyukuri yah….) Mungkin maksud hati malu-malu kucing ulur-ulur waktu akhirnya kopi saya dinikmati orang lain.

Bagaimana perumpamaan cinta sahablog?
Apakah ada yang lebih menarik dari perumpamaan saya? share di sini duong…..

Happy Tuesday!!!

Advertisements

6 thoughts on “Cinta Seumpama……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s