HOME SWEET HOME

Slamat sore, selamat berlibur ^^

Sudah lama Deb ga nulis apa-apa di sini πŸ™‚ . sudah banyak hal yang ingin Deb ceritakan…
Pertama, kepulangan ke rumah (home sweet home). Bener kata orang, senyaman-nyamannya rumah orang lebih nyaman rumah sendiri πŸ™‚
Sudah terlewati 12 hari berada dekat dengan orang tua, adik-adik dan rumah yang meski masih ‘nyewa’ tapi terasa lebih nyaman dari rumah kontrakan 5 x 8 meter di Jakarta sana πŸ˜€

Info kedua, disini Debhoy sudah bukan seorang karyawan lagi ^__^
Punya usaha kecil-kecilan, yaitu berdagang buah di halaman sebuah restoran yang menjadi tempat persinggahan makan bus mini antar kota antar desa πŸ˜€
Ketemu banyak orang, ditambah usaha sendiri, sungguh pengalaman sangat menarik yang baru banget untuk Deb di sini πŸ˜€
Mulai dari orang ‘kampung’, ‘kampungan’, sampai orang ‘kota’ banyak Deb temukan di sini. Karena itu kalo punya laptop sendiri, mungkin sudah berpuluh cerrita unik tentang stiap orang yang Deb temui sudah terposting selama kurang dari dua minggu di sini πŸ˜€
Kios permanen yang kami sewa ga terlalu besar sih, tapi cukup untuk membuat penumpang-penumpang tertarik melihat-lihat dagangan kami. Namun, satu hal yang masih harus Debhoy latih adalah perbedaan bahasa yang jauhhh banget dengan di Jakarta. Dengan sangat berusaha neh, jadi terulang kejadian sekitar 12 thn lalu ketika pertama kali keluarga saya ke Sumatera Utara, berusaha mengubah kata gw menjadi kau, mobil menjadi motor, motor menjadi kereta. Agak lucu yah sepertinya untuk yang belum pernah ke Medan sekitarnya. Memang begitulah adanya. Kalo mw ke pasar, orang-orang di sini mengartikannya sebagai jalan raya.Kalo mau ke pasar ya bilang saja mau ke ‘pajak’, hahahahahaha
agak aneh ya sahablog? Kapan-kapan, kalo mau ke danau Toba dari Medan, hubungi Debhoy yah…. Siap deh jadi guide ^^
kebetulan Kabanjahe ini hanya 20 menit dari Berastagi, 2 jam dari kota Medan. Jadi, kalo sahablog mau ke danau TOba melalui Berastagi, pasti harus melewati Kabanjahe. Daerah tempat kami tinggal ini merupakan penghasil jeruk Medan yang terkenal itu lho…
di sini Jeruk super manis dan besar sekilonya hanya 8rb rupiah, kalo di Jakarta sudah 15 rb, apalagi menjelang Lebaran…
Di Berastagi, kita bisa melihat kota Medan, merasakan udara pegunungan yang sangat sejuk dan keramahan orang-orangnya,dan ga ketinggalan Markisa Pohon Pinang yang pabriknya cuma beberapa kilo dari kota Berastagi πŸ™‚
Untuk detail cerita soal kota kecil kami ini, nanti Deb buatkan liputan khusus ya…mungkin ga cukup 1 postingan lho.

Hal ketiga yang sangat baru, adalah dinginnya kota ini…Brrrrrghhhhhhh…..
Biasanya warnet pake AC di Jakarta, kalo di sini, harus pake penghangat lho, hahahahaha
Di stiap rumah, harus ada selimut tebal minimal satu lembar per kamar. Dan setiap siang sekalipun, orang-orang memakai topi hingga menutupi telinga dan jaket tebal untuk bertahan dari dinginnya. Jadi, kalo sahablog mau berkunjung, siapkan baju tebal yah…celaa panjang dan sweater pastinya. Kalau perlu bawa topi dan syal sehingga lehernya ga kaku ^^
Kadang-kadang di sini hujan es, beberapa hari lalu sebelum hari kemerdekaan, terjadi hujan es disertai angin badai lho. Untungnya rumah-rumah disini meski terlihat terbuat dari papan (supaya suhu di dalam rumah tak terlalu dingin) , tapi sudah tahan banting sama angin2 badai seperti itu. Hebat deh arsitek-arsitek di sini πŸ™‚
Kalau sudah hujan es, petani yang jadi korbannya. Tanamannya pasti hancur dan harganya pasti jadi naik πŸ˜€

Meski masih tergolong kabupaten, yang serunya, warnet di sini banyak. Jadi ga terlalu susah untuk bisa online dan tetap menulis. Hanya saja, sejak menjadi pedegang kecil-kecilan, Deb mulai sibuk. Waktu online terbatas kalo ada yang berganti jaga kios saja neh. Jadi ga bisa komitmen sama posting per minggu or per hari yah… Apalagi di awal-awal merintis ini, Deb ,harus mencari2 grosir terbaik dan terdekat yang bisa dipercaya. Susah-susah gampang tapi ternyata Deb sangat suka lho pekerjaan ini. Ga terlalu capek secara fisik dan tak terlalu pusing sama tekanan mental seperti dulu di bawah BOSS πŸ™‚
Yah, smoga saja ya usaha Deb lancar. Kalo sahablog tw bus DAIRI, SAMPRI, biasanya mampir ke rumah makan tempat Deb berdagang kok. Bus itu menuju Samosir Island, Sidikalang, dan beberapa tempat wisata lain kok yang menarik untuk sahablog kunjungi.Kalo mampir, jangan lupa beli buah nya yah untuk di perjalanan dan oleh-oleh, hehehehehe (skalian promosi neh).

Hal lain adalah mulai dagang kue. Kesibukan yang ini ga rutin. Belum bener-bener berjaln karena Deb masih fokus sama usaha buah, tapi sudah banyak pemesan neh sejak kue percobaan banyak dicicipi orang. hahahahahah
Jadi makin semangat neh berusaha, ga tertarik lagi kerja di kantor kecuali kalo langsung jadi PNS (ngarep), hahahaha
Sekian dulu ya sahablog cerita Debhoy, lain kali kita sambung lagi. Mau bantu tutup kios dulu neh ^^

SEMANGAT sore!!!!

Advertisements

6 thoughts on “HOME SWEET HOME

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s