Untai Kata Untukmu…

Pukul sembilan lebih empat puluh lima menit malam… Jam dinding di kamarku bergerak seirama dengan detak jantungku. Beberapa kali nada yang sama terulang dari operator telepon nomor pribadi yang aku hubungi.

Risau hati ini semakin menjadi ketika tigapuluh menit berlalu dan tak ada kabar darimu.
Kuketikkan seuntai pertanyaan yang terburu-buru kukirimkan. Dan tak sampai sedetik sejak kau membacanya, kudengar suaramu memanggil hatiku.
Kasihku, apakah kita punya waktu beberapa jam saja untuk bercanda gurau meski lewat udara? Begitu harapku dan kaupun menyambutku dengan penuh kerinduan.

Banyak waktu namun tak bisa kita selalu berdua. Rasa ini seperti ingin membuncah saja setiap kali mendengar suaramu. Seribu warna berkecamuk di hati ini. Terkadang cemburu, terkadang bangga, terkadang tersanjung dan yang selalu adalah merindu.
Hey langit, adakah kau melihat binar-binar cinta gemintang di pancaran sinar mata kami?

Banyak kata yang ingin kututurkan, namun sebait saja yang mampu tertuang.
Banyak asa yang ingin terwujudkan, namun sebaris kata mampu membuatku mabuk kepayang.
Banyak keindahan yang tampak begitu dekat di mata, namun hanya kamu yang menjuntai kerinduan terindah dalam hatiku.

Kasih, sungguhkah cintamu?
begitu slalu kututurkan, menuntutmu dengan beribu rasa takjub. Aku sungguh tak mengerti mengapa cintamu sebesar ini?
Aku sungguh ingin hanya di dekap eratmu, tak ingin lepasnya walau sekejab saja, walau semuanya memaksa kita saling berjauhan.

Kasih, rindumu menggetarkan hatiku, dan rinduku membuyarkan prasangka tak menyenangkan yang terlintas dalam waktu yang berjalan perlahan…
Setiap sendi ini berisi energi cinta, kelembutan kasih dan pelukan hangat yang kudamba πŸ˜›

Bukan sesuatu tentang aku tapi semuanya membuatmu tergila-gila, itu terpancar dari senyum dan sinar matamu.
Bukan semua keburukanku, tapi satu cintamu melengkapi semua itu πŸ˜‰

Tahukan kamu, kalau hatiku juga berbisik seperti itu?

i love u jelekku!

Advertisements

28 thoughts on “Untai Kata Untukmu…

  1. Hehehe. Anak muda sampai orang dewasa yang hidupnya penuh dg cinta pasti cuma bisa senyum2 membaca tulisan ini. Coz ingat pengalaman pribadi. Rindu, geregetan, pengen mukulin (maksudnya bukan mukulin kayak ke TKW), pengen teriak, dan pengen ini itu. Pokoknya dunia sibuk menyodorkan usulan kita pengen apa. Hehehe.

  2. Lagi rindu nih kayaknya.. jam piga tuh rindu muncul.. memang dang hadong lae yang lain..hihihi.. sabar,kerinduan hanya sedikit bagian dari pengorbanan cinta yaitu..menunggu Rido Rhoma..sotoy..wkwkwk

  3. ~(οΌΎβ—‡^)/γ€€((o(οΌžβ–½οΌœ)o)) (οΎ‰βˆ‡β‰¦*)キャハッッッβ™ͺ

    ahaha.. ujungnya itu masa manggilnya jelekku??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s