Enjoy The Love

Suasana Natal udah mulai ramai di sekitar Jakarta, meski ga seramai di Eropa dan Amerika, yang pasti setiap melewati mall-mall besar, udah banyak banget warna-warni hiasan natal yang ceria πŸ™‚

Setiap Natal, selama 5 tahun di Jakarta biasanya hanya Deb lewatin di rumah atau di kos-kosan sendirian setelah kembali dari gereja πŸ˜€

Ga terasa yah…udah 5 tahun Debhoy berjuang sendiri di kota yang katanya ‘kejam’ ini πŸ˜€
Sudah begitu banyak kisah suka dan duka di arena perantauan ini. Pertama kali merantau kesini, Deb ga pernah menyangka bisa begitu betah dan nyaman dengan keramaiannya, macetnya, banjirnya, sikap orang-orang di sini, bahkan tekanan di dalam dunia kerja yang lebih kejam daripada bayangan Debb sendiri πŸ˜€

Ada banyak hal yang ga dapat kita duga dalam hidup ini πŸ™‚
Misalnya saja masalah betah dan ga betah, masalah jodoh dan musuh, masalah lelah dan nyaman, semuanya bisa saja tak dapat sesuai dengan prediksi manusia.

Saya masih ingat bagaimana wajah bapak sewaktu mengantarkan keberangkatan saya menuju perantauan. Meski tergolong anak kesayangan, setelah menginjak kelas 2 SMA saya tak bisa melawan hasrat saya untuk hidup mandiri, meninggalkan kegagalan yang dialami orang tua saya.
“Keegoisan” membuat saya mantab meninggalkan mereka dengan modal ‘dengkul’

Tak ada banyak keluhan ketika saya menyadari keluarga saya sedang berada di masa-masa tersulitnya. Hanya saja, rasa ragu sempat melintas di benak saya…
Apakah Debb bisa melalui semua yang ada di depan nanti?

Saya hanya percaya bahwa Tuhan menyediakan hal-hal menarik di sepanjang hidup saya.
Menjalani hidup ini seperti mengendarai kendaraan dengan tujuan pasti namun dengan jalan yang tak pasti.
Saya pernah sangat berambisi menjadi seorang duta besar, tapi karena sebuah situasi, saya harus belajar menerima bahwa cita-cita itu begitu jauuuuuh untuk diraih, pernah juga berambisi menjadi dosen, tapi kondisi kesehatan pada akhirnya tak mengijinkan saya mewujudkan ambisi dengan kebutuhan tenaga ekstra.
Sampai akhirnya saya hanya ingin hidup menjadi wanita yang pantas untuk Tuhan, keluarga, dalam pekerjaan dan menjadi wanita yang dewasa untuk mendampingi seorang pria yang sedang saya cintai sekarang ini πŸ™‚

Saya sangat menginginkan sebuah perubahan, tapi ternyata situasi sepertinya tak mengijinkan saya mengubah apapun yang sedang dialami keluarga saya. Seorang ibu, dengan kekurangan fisik yang sangat menekan bathinnya, seorang ayah yang penuh sabar menghadapi berbagai kenyataan getir tentang istri dan anak-anaknya, beberapa adik yang bermimpi seperti saya dulu, tapi pelan-pelan merasa lelah karena sepertinya mimpi hanyalah sebuah mimpi.

Kehidupan saya sendiri di sini lebih baik ‘setidaknya’
Seringkali hati saya seperti tertusuk duri ketika adik-adik bercerita tentang bagaimana mereka berjuang mendapatkan makan siang dengan berpura-pura menjadi tamu undangan beberapa pesta di gedung sebelah rumah πŸ™‚
Bagaimana perjuangan adik saya yang nomor 3 untuk menabung Rp 3000,00 dengan berjalan kaki sejauh 3km dari rumah ke sekolah begitupun sebaliknya.

Di umur adik saya yang keempat, saya masih bisa menikmati hangatnya pelukan bapak setiap hari, jalan-jalan kemana saja yang saya suka, beli es krim mahal, digendong mama dan menikmati banyak kasih dari tante dan om yang masih punya banyak waktu untuk memperhatikan saya. Saya merasa begitu egois dengan ketidak sanggupan saya menjadi seorang ‘anak’ dan ‘kakak’.

Manusia tidak pernah puas memang… Ketika saya melihat film ‘Babies’, ada banyak rasa syukur yang saya panjatkan kepada Tuhan tentang keberadaan saya di dunia ini.
Ada banyak anak kecil yang tak mendapat kenikmatan damai seperti yang saya dapatkan di tengah-tengah keluarga saya. Dan satu hal yang buat saya tersadar kembali bahwa ada banyak orang dengan banyak cara memaknai banyak rasa sayang :).

Dan, pada titik ini, saya mengakui bahwa saya hidup ditengah-tengah rasa ‘sayang’ itu.
Meski tak pernah lagi ada materi yang saya nikmati dari bapak dan mama sejak lebih kurang 6 tahun belakangan ini, tapi saya masih menerima doa dan perhatian yang cukup menggetarkan hati saya ketika mengalami masa-masa tersulit tanpa kehadiran mereka secara fisik πŸ˜€

Saya jadi makin cinta dengan pacar saya ketika dia ingatkan saya tentang bagaimana hidup ini indah ketika kita bisa selalu bersyukur dan menikmati semua yang kita miliki dengan cinta πŸ™‚

Happy Monday!

Advertisements

10 thoughts on “Enjoy The Love

  1. syukuri yang pernah didapat, dan yang sedang dijalani sehingga apapun yang nanti akan terjadi dapat selalu dihadapi dengan penuh rasa syukur ^^

    semangaaaaat ^^

  2. kisah ini adakala mengingatkan aku tentang diriku suatu masa dulu.tentang kesulitanku sebagai seorang perantau yg juga punya ambisi seperti kamu.tapi sekarang aku sudah betah sama kesulitan yg mendatang.

    wish God bless ur life

  3. setuju ama komen diatas. itu intinya. harus tetep mensyukuri kehidupan kita ini.
    emang gak selamanya kehidupan itu mulus ya. tiap orang pasti ada jalannya sendiri2… πŸ™‚

    btw gimana 5 th di jakarta? ternyata ibukota gak kejam kan? justru asik kan di jakarta? hehehe

    • gak semua siik pastinya, kak…
      kalo yang punya skill pasti asik-asik aja, nah ini banyak yang tanpa modal uang dan skill nekat ke jakarta. hasilnya nambhain pengangguran dong… *sok tau ya Denuzz*

      Salam BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

  4. Roda memang selalu berputar, Deb. Dan kita harus selalu siap dalam kondisi apapun. Aku juga pernah mengalami kemewahan namun terbanting pun pernah. PErcayakan saja pada penyelenggaraanNya. Berserah namun tetap berusaha. Happy December πŸ˜€

  5. Hidup dengan penuh rasa syukur pasti akan membuat hidup ini lebih indah..God is good all the times kan mbak ? percayalah bahwa Tuhan akan menyediakan segala sesuatu indah pada waktunya πŸ™‚

  6. Tetep semangat ya Deb… kisah hidupmu memang sulit dan kamu membuktikan bahwa kamu bisa. Mungkin kamu belum bisa melakukan sesuatu untuk keluargamu tapi minimal kamu tidak membebani mereka. kamu beda dengan yang lain, kamu bisa survive tanpa kehilangan kasih. Semoga Natal kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s