KOSONG

Kosong….

Rasanya ingin mengosongkan pikiran ini, menjauhkan semua pikiran dan mengosongkan semua sudut yang mungkin telah terlewati pada putaran pertama.

Bagaimana rasanya menjadi seseorang yang tidak memikirkan apapun, namun tak juga menjadi gila?

Apakah hanya setitik ruang saja di kepala ini yang kusisakan untuk kekosongan? Hanya setitik dan aku merasa lelah dengan beribu titik lainnya….

Kata orang, hidup adalah tentang cinta, kerja keras dan impian. Tapi mengapa rasanya seperti ini? Melelahkan!

Aku mencari, kutemukan tapi tak sampai habisnya aku bosan.

BOSAN?
Kosongkah? Bosankah?

Seperti suara bel sekolah yang dulu selalu membuatku muak, hidupku seakan rangkaian puzzle yang membosankan, yang dibuat-dibongkar berulang-ulang. MENJIJIKKAN!

Melepas semuanya lebih menakutkan dari sekedar menahan perasaan jenuh dan memuakkan.

Monster-monster itu selalu begitu, kadang aQ terluka tapi menang, ada yang menjauh hanya ketika melihatku kesal, kemudian mereka mencoba membuat aku yakin bahwa hidup sungguh tak seasyik yang kupikirkan….

Sialnya, mengapa aku percaya dan putus asa hah?
Kemanakah aku yang penuh semangat dan menggebu-gebu, yang tak perduli tentang penilaian orang tentang kemudaaan atau menjadi tua, yang menganggap kegagalan adalah sebuah pukulan hangat dari Sang Penguasa, yang berharap matahari tak berhenti bersinar di pagi hari?

Cermin itu sepertinya salah…disaana tak ada bayanganku….

Sudahlah…aku hanya akan melihat waktu berputar dan menunjukkanku letak surga dan neraka dalam kebosanan menjijikkan ini….

Advertisements

15 thoughts on “KOSONG

  1. “Pancaran Jiwa” Kegagalan, Kehampaan dan Kebosanan itu slalu ad belajar lah untuk mengerti dan memahami” belajarlah untuk Mertahan mengisi sesuatu dengan Hal2 bermanfaat. and Jangan Menyerah Kalah begitu aza. 😀
    “Trims, Kunungi Blog saiia diwktu luang yach”

  2. Sist, terkadang kita memang ada dalam situasi di mana titik jenuh mengisi penuh hari kita, menguasai ruang pikir kita, sungguh lelah dan rasanya pasrah…..

    Ini hanya waktu untuk mengambil jeddah setelah rangkain usaha, menunggu hasil dari sang penguasa segala sambil terus tak lelah berdo’a…

    Selalu berdo’a dan mengiringi langkamu Sist, tetap semangat dan tersenyum yah…..

    Hati yang yang damai akan membawa kita pada suatu penyempurnaan pemahaman 🙂

    *Datang untuk mensupportmu 🙂

    Salam sayang selalu

  3. Judulnya ngingetin kayak lagunya dewa “kosong”..di dalam kekosongan, ada kelampangan jiwa untuk berpikir dan merenung dan berkontemplasi sejenak kepada Tuhan….GBU, sist 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s