Kesempatan Kedua

Tuhan melemparkanku ke sebuah arena pertandingan yang cukup menegangkan selama beberapa tahun terakhir ini. Musuh-musuh berbadan besar, tinggi dan kupikir tak dapat kukalahkan.

Seringkali aku kalah, jatuh dan terjerembab, namun tangannya SELALU ada menopangku
Seringkali aku ingin lari dari arena itu, dan mendapati diriku semakin lelah, tak sadar keringatku diseka dengan jubahNya yang begitu lembut.

Pertarungan demi pertarungan itu harus kulalui untuk dapat segera keluar dari arena ini.
Arena Kehidupan yang berarus deras, berbatu tajam, dengan suhu dahsyat yang mengikis ketahanan tubuhku, namun memperkuat jiwaku.

Aku selalu bilang Tuhan tak terlalu baik karena semua ketentuanNya dalam hidup setiap orang. Seakan semuanya yang Dia berikan harus dengan syarat, yaitu memenangkan pertandingan kehidupan.

Namun setelah aku melaluii sesuatu yang terlalu besar bagiku dalam kehidupan ini, aku justru mengucapsyukur meski hal itu belum benar-benar diubahkan. Meski tubuhku terkoyak-koyak, tercabik-cabik oleh semua luka akibat kecerobohanku, entah mengapa semalam dan semalamnya lagi aku cukup tegar tersenyum mengucapkan berjuta syukur.

Tak seperti aku yang biasanya menjadi pecundang. Mempertanyakan banyak hal padahal jawaban sudah kutemukan, menyalahkan hal-hal yang kulakukan kepada semua orang, menyalahkan ketentuan Tuhan karena rasanya dunia begitu tak adil dan tak nyaman.

Aku terdiam ketika melihat bayanganku di cermin, tingkah laku dan kebobrokanku selama kakiku kubanggakan, selama tanganku kuandalkan, selama pikiranku kudewakan…
Tak lagi sanggup meratapi hidupku yang nista ketika Tuhan memelukku dan mengatakan betapa cinta Ia terhadapku.

Tersentak aku ketika saudara-saudaraku dihempasnya jauh oleh air dan panasnya lahar…
Seakan jeritan mereka memintaku segera menentukan langkah-langkah damai dalam kehidupan. Mengalah pada pikiran dan hatiku yang tercabik-cabik karena kebodohan

Jadi…sekarang hidup ini bukanlah tentang kami, aku atau dia, tapi ini semua tentangMu dan semua keagunganMu…

Terimakasih masih memberiku dan yang lain sebuah kesempatan…

Kuharap pertarungan ini kan kuselesaikan dengan baik karenaMu πŸ™‚

Advertisements

25 thoughts on “Kesempatan Kedua

  1. Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita dan apa yang bisa kita lalui, karena itu Tuhan tak pernah berikan cobaan diluar batas kemampuan umatNya ^^

  2. wah sepertinya si mbka ini lagi menemukan titik balik, terpekur merenungi fenomena yang akhir2 ini terjadi dan mengambil hikmah dari semua itu..

    semangat mbak mumpung masih ada kesempatan

  3. Debby makin bijak dlm memandang hidup ini, krn mendapat hikmah dr pengalaman ya πŸ™‚
    keyakinan akan pemberianNYA adalah yg terbaik, membuat kita makin bersyukur diberi berbagai macam cobaan ya Debby .
    Tetaplah dlm semangat baru, yg terus menggebu dgn mengharap hanya ridhoNYA semata
    salam

  4. Sizt’…TQ for making this post..!
    Am Blessed for reading it…!
    Ndak cuma kesempatan ke2, ke3 yang DIA kasih ke aku,
    tp udh tak trhitung, HOW I ADORE MY LORD..!

  5. Pingback: www.grosirkita.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s