Energi Sebuah Lagu

Ada satu kesukaan Debby yang sering diledekin sama temen-temen kos atau temen-temen kuliah. Kenapa? karena DebbyΒ  seneng banget dengerin lagu-lagu lama. Mungkin bloggers tahu yah lagunya Panbers yang judulnya ‘Gereja Tua’ atau lagu-lagunya Broery marantika, Iwan Fals atau lagu-laguny Om Pance, dan sejumlah lagu yang kadang Debby ga tahu siapa yang nyanyiin, tapi liriknya OK bangetss…

Ga tahu kenapa, tapi menurut Debbs lagu-lagu lama itu lyricnya sederhana tapi tak mudah dilupakan. Menyentuh sampa ke dalam hati (prikitiew!!!!!)

Banyak temen-temen habis-habisan protes tentang ini sih…apalagi kalo di kantor Debby nyanyinya lagu-lagu begini, yang lewat bakal pura-pura ngantuk deh. Tapi kalau Debby nyanyi lagu-lagunya Agnes Monica (my Idol) atau lagunya Kotak, Geisha, semuanya ga pernah protes, malah bakal betah di loby dengerin aku sampai lagunya selesai ^^

Gimana ya…sejujurnya bukan Debby ga menghargai perubahan zaman alias modernisasi, tapi lagu-lagu lama itu tetep yang the best di hati Debby ^^
Di samping itu, lagu-lagu lama biasanya memberi energi positif yang baik. Maksudnya, misalpun lagu itu berkisah tentang patah hati, tapi tetep tidak memberi unsur emosi negatif di dalamnya.

Ga seperti lagu-lagu jaman sekarang yang cenderung mentranfer aura negatif tentang kehidupan pribadi penyanyinya. Ini sih pendapat pribadi Debby sendiri yah sahabat…

Suatu hari nanti, sebenernya Debbs pengen banget menciptakan lagu dari puisi2 yang udah terkoleksi sejak Debby SMP. Tentu saja harus disortir yang positif dan bisa jadi inspirasi positif untuk temen-temen yang mendengarkannya.
Hanya saja, sejujurnya Debby lemah soal nadanya… bisa buat syair, tak fasih buat nada ^^
Ada yang mau bantu ga yah? πŸ˜€

Yang pasti, buat Debby lagu itu seperti sesuatu yang mampu mendorong kita maju atau mundur. Tanpa kita sadari , lagu–lagu itu mewakili perasaan kita. Kalau bahagia, pastilah kita nyanyiin lagu-lagu bahagia supaya hati makin bahagia, kalau lagi jatuh cinta, pastilah kita nyanyiin lagu-lagu romantisan supaya hati makin berbunga-bunga…tapi kalau lagu bertema patah hati? sebaiknya jangan dikoleksi, bisa mendorong perasaan sedihmu menjadi luka hati….

Jadi, kalau lagi patah hati, baiknya nyanyi lagu-lagu ceria supaya lara di hatimu tak menjadi luka, temans….

Happy Sunday yah ^^

Gambarnya Debby nyontek di sini

Advertisements

17 thoughts on “Energi Sebuah Lagu

  1. sedelapan dengan kak debby … denuzz juga sering bahkan hobi denger lagu2 lama … (lagunya jaman sang bokap denuzz) …
    but, demi menghindari kata-kata kurang sedap denuzz selalu mendengar lagu itu dikala sendiri … dan alhasil setiap kata dalam lagu-lagu bahuela tersebut kena banget di hati … denuzz serasa bisa tenggelam dalam suasana yg diceritain dalam lagu tersebut …
    kenangan memang indah …

    o …ya … ada kuis tuh di sarang BURUNG HANTU …
    ikutan ya …
    Salam BURUNG HANTU …

  2. eh gua juga suka lagu2 kuno lho… tapi lebih suka lagu barat sih…
    belakangan ini beli2 cd yang isinya lagu2 kuno di remake… πŸ™‚

    dan.. gua juga suka agnes monica! hahaha

  3. 1: Kalo musik itu bukan lebih kepada persoalan “menghargai modernisasi” atau “menghormati tradisi”, namun lebih kepada masalah selera/rasa yah. Sebagai contoh, ada yang suka manis, asem, asin, pahit.

    – Kalo yang ngga suka asem, dipaksa makan asem, ya tidak akan bisa. Mau sampai jungkir balik atau didoktrin habis-habisan, tetap yang tidak suka asem tidak akan pernah suka asem selamanya πŸ˜›
    – Tapi lebih lucu lagi kalo yang tidak suka asem malah melarang orang makan asem πŸ˜†

    2: Yah, kalo aQ memang termasuk yang tidak suka aliran Panbers, Broery, dan Pance (aliran pop masa dulu dan aliran organ tunggal). Lirik negatif pun aQ kurang suka πŸ˜› .

    Tapi, aQ tak pernah sekalipun melarang atau protes saat ada temanku yang menyanyikan atau memainkan lagu-lagu tersebut πŸ˜† .Masa kita ingin selera musik kita dimengerti, tapi kita tak ingin mengerti selera musik orang lain? πŸ˜›

    Kecuali kalo musik tersebut dimainkan di acara yang berhubungan dengan aQ secara personal (misal acara ulang tahun, perayaan kelulusan, atau pernikahan), maka aQ lebih memilih mereka untuk memainkan lagu-lagu yang alirannya kusukai πŸ˜€

    3: Emm, Agnes monica? aQ juga biasa-biasa ajah (hahaha..jadi suka nya lagu apaan dong mik?)

    3: Tapi secara overall, memang aQ rata-rata lebih suka album-album lama dari sebuah artis. Walau pun mungkin lama nya tidak sekuno tahun-tahun panbers dkk πŸ˜€ .Misalnya nih, untuk TW atau GMB, album-album lama mereka bagus banget (kisaran 1996 – 2000) dibandingkan dengan album-album barunya. Begitu juga dengan Dream Theater, The Groove, aQ suka album mereka yang lama daripada yang baru.

    4: Musik selain mewakili perasaan, bisa juga dipakai sebagai alat untuk mengubah perasaan. Saat mamiku sedih dan cemas menghadapi pergumulan kemarin, aQ kasih lagu lagu rohani semangat, dan iman mami bangkit juga πŸ˜€

    5: Hmm…aQ juga hanyalah musisi, bukan komposer. Jadi belum bisa bantu persoalan nada πŸ˜›

  4. wah gak cuman kamu Deb, akupun lebih suka dengerin lagu lama daripada lagu baru yg cenderung alay..haha..
    Aku suka Gereja Tua, Pamit-Broery Marantika, Hidupku Yang Sunyi-Tantowi Yahya, Teluk Bayur, dll..

  5. Memang resiko memutar lagu ditempat Umum begitulah…karena seleranya tidak mungkin sama, kalau untuk dinikmati pribadi mendingan kita headset aja mbak, resikonya ketika atasan panggil kita tidak dengar, sudah terbukti (pengalaman pribadi ) πŸ˜†

  6. jadi tertarik untuk ikut nimbrung di postingan ini…:)

    saya pernah bikin sedikit postingan tentang musik jaman sekarang, utamanya tentang lirik2 dari sebagian besar lagu yang beredar di jaman ini.
    saya yang kebetulan ABG dan mulai menikmati musik di jaman 80-90an kadang jadi miris kalau mendengarkan lirik dari lagu2 sekarang..rasanya koq dangkal sekali ya, padahal bahasa kita sangat kaya dan memberikan ruang yang luas untuk dijelajahi hingga menghasilkan lirik yang kuat dan mengena, bukan sekedar lirik yang asal kena, gampang diingat dan gampang ilang.

    tapi memang, semua kemudian kembali ke masalah selera, kita gak bisa maksain dan dipaksain untuk ikut ke selera orang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s