My Old Friendship

Saya punya seorang sahabat sejak SMP. Dulu sering sekali berantem sampai pernah membuat pembantas meja dan kursi dan tak ingin bersentuhan. Lucu banget rasanya. Karena orang lain saya sering sekali ribut sama Mina.

Dia orangnya keras dan sangat egois. Kalau sudah benar menurut dia semua juga harus ikut. Sementara saya keras tapi gampang lemah dengan ekspresi memelas. Saya juga ambisius dengan peringkat. Sampai pernah membuat gank kecil untuk menandingi seorang cowo bernama Raymond, yang sama-sama murid pindahan. Dia dari Pekanbaru, saya dari Lampung. Pelajaran paling mencolok yang kami selalu perebutkan adalah Bahasa Inggris.

Saya tidak pernah mau kalah kalau sudah ada tantangan maju ke depan, bahkan rela berpidato in english ^^
Jadi, saya dan Mina dulu ada di satu kubu bersaing dengan gank cowo, sampai akhirnya ada satu cewe menor yang memecah belah persahabatan kami. Lucunya, sebelum lulus, kami ga tahan ingin saling meminta maaf dan berbaikan setelah hampir 2 bulan tak berbicaara. Biasa…endingnya peluk-pelukan gitu deh…..

Nah… hari Minggu kemarin, sahabat saya itu datang dari Salatiga. Memang kalo ‘jodoh’ ga bakal kemana. Begitulah istilahnya persahabatan kami selama kurang lebih 7 tahun ini.
Karena, sejak SMA saya sempat berfikir tak bakal menemui Mina lagi sampai kapanpun, melihat kondisi orang tua yang semakin susah.
Ternyata setelah saya merantaupun ketika pulang kampung, Mina juga kebetulan pulang kampung. Selalu saja (tanpa janjian) kami bisa bertemu entah hanya beberapa menit saja.

Kali ini yang saya sebut ‘jodoh’ adlah ketika dia datang, saya bisa mengajak dia kemana-mana, dapet gratisan beberapa kali dan membantu dia melakukan riset di kantor saya. Tempat saya bekerja dengan jurusan yang dia ambil itu sangat berhubungan.
Jadilah dia melakukan riset di kantor saya per awal tahun depan. kedatangannya kemarin hanya untuk memulai dan mencari gambaran awal topik yang akan dia ambil.

Gratisan pertama, tentu saja dari saya…saya traktir makan sekalian jalan-jalan ke CP.
Gratisan kedua adalah makan malam bersama team MGRadio. Kebetulan ada rapat mengenai IGMA dan Mina tak bisa kutinggal di kosan sendirian…
Gratisan ketiga masih dengan seorang kakak di MGRadio juga. Pulang jenguk seorang teman, kita makan lagi dibayarin. Jalan di sekitar pasar benhil liat ada dimsum emperan…jadilah kita berdua makan dimsum di pinggir jalan ^^

Gratisan keempat adalah hadiah dari Telkomsel untuk Huang (seorang blogger juga), yang baik hati dan tidak sombong telah merelakan tiket gratis dan buka puasa gratisnya untuk saya dan Mina ^^

Nah…itu baru namanya ‘berkat’ alias rejeki.
Segala sesuatu tepat pada waktunya.

Advertisements

14 thoughts on “My Old Friendship

  1. waduuh … sahabat smp denuzz masih banyak yg di kampung …
    maklum sedikit banget yang bisa sekolah tinggi ,,,
    denuzz rasa sih karena masih terbawa budaya kampung deh yg nganggep gak penting belajaar dan sekolah tinggi … hrap maklum …

    waktu pulang kampung … saatnya bertemu … dan parahnya lagi denuzz banyak gak inget nama2nya …
    cuma inget wajah doang …
    so pas ketemu cuma bisa say hi dan nanya kabar doang …

    salam akrab dari burung hantu …

    • wah,,,saya juga banyak temen masih di kampung, ada yang udah married malah
      tapi karena saya memang suka banyak teman jadi slalu berusaha hafal nama2 merekka sejak dulu
      Maklum, Debby punya kelemahan ‘pelupa’ , jadi harus berusaha keras untuk slalu mengingat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s