It’s Not Only For Me

Gol pertama Jerman di menit ke tiga, saya masih di rumah tante bermain bersama sepupu kecil saya dan masih dengan suasana hati yang begitu bahagia. Rasanya meski lelah tapi saya menikmati semua kegiatan saya hari itu.

Sampai pada saat gol kedua dicetak saya sudah berada di sebuah warung pinggir jalan di bilangan Fatmawti menikmati sate kambing dan es teh manis ditemani seorang teman.
Agak susah menjelaskan bagaimana kami bisa berteman sih…. tapi yang jelas, sudah hampir setahun kami saling sharing dan banyak bertukarpikiran.

Dia suka sekalai becerita tentang banyak hal, orangnya hampir sama karakternya dengan saya yang sanguin, tapi bedanya dia sangat sulit ditebak. Entah mengapa tiba-tiba dia banyak bertanya soal apa tujuan saya setelah ini, bagaimana harapan saya dan berakhir pada kesimpulaan baahwa dia sesungguhnya sangat suka bercerita kepada saya dan menjadikan saya sebagai temen bertukarpikiran.

Well…. bukan sombong, 90% teman yang dekat dengan saya banyak yang bilang saya ini teman sharing yang baik. 10% lagi adalah teman yang menganggap pedasnya kata-kata saya sebagai cambuk negatif. Karena saya tipe orang yang blak-blakan, dan ga pernah bisa menyembunyikan apa yang sebenernya sedang saya rasakan.

Jadi, kata2 temen saya ini ga begitu membuat saya ‘fly’ karena bukan dia saja yang memuji saya 🙂
Pada akhirnya teman saya (yang sudah lelah mungkin mendengarkan panjang lebar harapan saya), mengutarakan komentarnya kepada saya secara gamblang.
Menurut dia saya terlalu tinggi menggantungkan harapan, dan jujur, saya juga sering diperhadapkan dengan pertanyaan yang sama.

Ketika saya melihat tab halaman yang bertuliskan ‘My Dreams’ saya selalu menarik nafas panjang sambil berfikir ulang, apakah saya terlalu muluk-muluk? O__O
And then… saya jeda sebentar ketika gol terakhir menambah skor German menjadi 4-0.

Gol menginspirasi saya, temans….
Saya masih ingat bagaimana saya memaki ketika German melawan Ghana kurang memuaskan. German tampak begitu loyo…
Seperti saya sekarang, yang masih sering terjatuh di kasalahan yang sama (bukan lagu Kerispatih lho).
Tapi German dan teamnya pasti punya mimpi yang mungkin awalnya terlihat muluk-muluk seperti saya.
Seperti Afrika yang banyak diragukan orang-orang, pada akhirnya mereka bisa menjadi tuan rumah yhang baik.
Mungkin keberuntungan saat ini belum memihak pada saya…tapi saya yakin ada saatnya suatu saat keberuntungan 100% menghargai tekad dan harapan saya 🙂

Saya mungkin sekarang ga punya sepeserpun untuk menabung setiap bulan, saya mungkin butuh seseorang untuk membantu saya dan keluarga saya (seperti yang temen saya sarankan, untuk menikah dan mencari pasangan yang bisa menopang kebutuhan saya), saya mungkin terlihat ga bisa jadi orang sukses, saya mungkin ga kan menikah karena semua harapan saya ini butuh waktu yang mungkin sangat panjang, tapi itu semua cuma kemungkinan yang terlihat oleh mata sebagian orang ^__^

Saya masih meyakini kemungkinan lain, yaiitu mimpi almarhum kakek saya ketika saya masih berusia 5 tahun dan mimpi Bapak saya 15 tahun lalu…
Saya yakin saya bisa menjadi seseorang yang berarti untuk keluarga saya, seorang gadis yang tangguh menghadapi apapun untuk mencapai keberhasilan, dan saya sangat yakin, Tuhan setuju dengan ide saya ini 🙂

Lama temen saya bengong… Saya meyakinkan dia bahwa ketika saya gagalpun, saya tidak sakit hati dan menjadi kecewa, karena bagi saya keberhasilan bukan tentang jumlah dan besar, tapi tentang bagaimana kita bertahan….

Sekarang, ketika saya mulai merasa ingin menyerah (saya pernah lho ingin berhenti kuliah dan pulang kampung 😀 ) saya membuka dompet saya dan melihat gambar keluarga yang mendoakan saya dari kejauhan….

Saya berdiri bukan untuk diri saya sendiri… saya bertahan bukan untuk diriku sendiri tapi kesuksesan ada di tangan saya sendiri ^^

SEMANGAT!!!!

Advertisements

18 thoughts on “It’s Not Only For Me

  1. Motivasi yang mantap teman, Liatlah sebuah pohon mangga dengan buahnya yang manis, walau angin menerjang, panas menyengat dan sering membuat daunya kering dan jatuh berguguran namun dia tetap mampu untuk menghasilkan buah yang manis dan dapat kita nikmati. Hidup sebuah proses dan kita berada dalam setiap prosesnya, sukses shobat 🙂

  2. Jadi ingat cerita Mama. Kata Mama, dulu dia bercita-cita ingin jadi seorang pengusaha yang sukses. Dan sekarang Mama menjadi apa yang beliau cita-citakan, yang saya tahu tidaklah mudah dengan segala keterbatasan yang ada. Jadi harus tetap semangat 😀

  3. kata2mu melalui tulisan ini sangat memotivasi bagi yg membacanya, sungguh bunda mengagumi sosokmu, Debby.
    masih belia , namun punya pemahaman ttg hidup yg begitu indah dan detail.
    Semoga Allah swt selalu memudahkan jalan dan cita2mu,amin
    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s