STOP MOCKING

Ini bukan plesetan dari kata ‘Stop Smoking’ tapi bener-bener berharap teman-teman bloggers berhenti memaki meski menurut logika, kita pantas esmosi, eh emosi ^^

Saya tadinya berniat cuhat habis-habisan tentang beberapa kejadian yang sangat mengecewakan saya dalam dua minggu terakhir ini. Tapi entah mengapa kok rasanya saya harus menceritakan apa yang saya alami dengan respon saya ketika masalah itu datang.

Akhir-akhir ini saya sering memaki dan mengekspresikan kekesalan saya dengan luar biasa. Bukan berlebihan karena memang tingkat kesabaran saya telah sampai di limit paling bawah. Tapi pada akhirnya kekesalan saya yang saya ekspresikan dengan makian itu malah menurunkan nilai saya di mata Tuhan dan orang-orang di sekitar saya. Yang ada malah darah tinggi dan pening-pening tak jelas menyerbu kepala saya.

Mungkin ga hanya saya yang penah mengalaminya, setiap orang yang pernah kecewa dan merasa harus memaki pasti akan memaki. Tapi ketika saya curhat kepada bos saya bahwa kepala saya pusing setelah memarahi bawahan saya di kantor, atasan saya itu memberikan senyum lucu melihat ekspresi saya. Setelah puas terkekeh dia hanya bilang ” Trus sekarang gimana? Toh masalah sudah terjadi dan ga bisa diubah tapi diperbaiki dengan cara kamu buat prosedur baru yang lebih ketat toh? kenpa harus diawali dengan marah? ” spontan sayaa bengong kayak sapi ompong untuk beberapa saat…

Saya baru sadaar, memangnya semua jadi berubah karena saya marah-marah dan memaki-maki semua orang yang mengecewakan saya? Tidak… yang berubah hanya kepala saya nambah puyeng setiap kali saya marah-marah.

Perubahan emosi saya selama sebulan ini sangat-sangat mengganggu orang-orang di sekeliling saya. Banyak temen malah mengeluh terang-terangan tentang keburukan baru saya ini. (maaf yah temans…. T__T)

Tapi sepertinya hari ini saya harus mulai kembali tersenyum sebelum merespon setiap kekecewaan dan kekesalan yang mengunjungi saya. Ternyata senyum membuat kepala saya lebih ringan, mencegah kerutan di wajah saya yang manis ini, memperindah bibir saya yang seksi ini ^^ (narsis mode ON)

Ok, semangat pagi bloggers!
Mari berkarya dengan hati nurani ^_^

Advertisements

14 thoughts on “STOP MOCKING

  1. 🙂 KEtigax … nice post Deb, very inspiring, setiap orng pasti sering melakukannya.bahkan ada yg rutin melakukannya (untung bosku gak kek gitu), keknya kalo sehari aja gak marah gak plong hati ini, hehehe(berasa pengalaman pribadi).keep on learning Deb, sama2 belajar, semangt, keep on growing, Gbu 🙂

    P.S : btw kmu jg gak mrh2 kan cuma karna aku lum sempet2 dtng bawain dvd pesenanmu. hihi (peace v^^) , mudah2an kamis ini aku bs dtng ya.

  2. memaki….mmhh…ga deng..ga jamannya…manusia yg sudah diubahkan gamungkin lg memaki hehee.. salam.

    • iy, tp kadang manusia yang udah diubahkan pun bisa jatuh bro,,, like me…bedanya, yang sudah diubahkan bersedia menerima kritik dan bersedia berubah dan berbalik dari kesalahannya itu ^^

      thanx yah bro!

    • hmm… mocking juga berarti ‘memaki’ kan Mba?
      Atau lebih tepat ‘swearing’ ya?
      soale dr dulu kalo ngobrol sama bule memang seringan pake mocking daripada ‘swearing’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s