MY LAST DAY in BALI

Tulisan ini dalah postingan teraakhir saya seputar Bali. Tak terasa sudahlebih dariย  seminggu kenangan tentang Bali berlalu. Satu-satunya alasan yang membuat saya begitu ingin kembali lagi ke sana adalah keindahan langit dan laut yang terhampar luas mengelilingi pulau kecil nan elok itu. Pantas saja banyak orang tak bosan berlibur ke Bali. Tapi untuk menjadi tempat tinggal saya tetap masih suka dengan ketenangan kota Jogja, kedisiplinan dan keramahan masyarakatnya.

Nah, hari terakhir di Bali… seperti biasa saya dan mba Nunik sehabis berendam dan berbenah menghampiri restoran tempat kami biasa sarapan. Saya merasa harus memanfaatkan keindahan pemandangan dari kamar kami dengan berfoto-foto memakai gaun dan highheels yang saya bawa jauh2 dari Jakarta. Rencananya kan ada GALA DINNER, tapi ga terealisasi karena acara berantakan. Jadi, daripada tidak terpakai, saya akhirnya berfoto2 saja di kamar dengan gaun dan higheels itu. Foto di atas adalah pemandangan dari balkon kamar kami. Di balik pepohonan itu laut biru membentang luas. Dari balkon ini saya sering bolak-balik duduk sebentar untuk menikmati suara ombak dan udara sejuk Bali.

Setelah check out dari hotel, bus kami dibawa menuju tanah Lot. Saya tidak lagi turun ke pantainya tapi sibuk berbelanja. Setelah mendapatkan titipan adik-adik saya yang Oktober nanti akan saya bawa pulkam, saya memutuskan masuk ke bus saja. Udaranya panas menyengat ditambah saya sudah terlalu lelah sejak Jumat berkeliling Jakarta.

Dari tanah Lot kami semua menuju Krisna. Pusat Oleh-oleh di Bali yang harganya setelah saya pikir-pikir sama saja dengan di Jakarta. Sayang banget sih ga bisa ke pasar Sukowati. Padahal saya berniat menjual lagi belanjaan saya jika harganya terjangkau. Ternyata tidak bisa sama sekali…harga2 di Krisna bener-bener mahal. Kejadian lucu di krisna adalah saya dengan cuek memakai celana baru saya di depan kasir setelah dibayar. Maklum, saat itu celana yang saya pakai sangat pendek dan ketat. Kalo di jakarta pake celana itu bisa jadi bahan tontonan. Jadi lebih baik ditonton di krisna daripada di bandara Soekarno hatta kan? hihihihihihi

Lanjut cerita perjalanan aja deh daripada bahas harga-harga di Krisna dan kekonyolan say itu… ^^

Ada yang namanya Ka Ewink usulin makan siang di warung Made. Katanya sih warung itu cukup favorit di Bali. Dan dengan rasa penasaran aku dan beberapa temanpun bergabung memisah dari kelompok menuju warung Made. Suasananya asyik. Udara terbuka dan bule-bule yang asyik makanpun begitu kontras dengan suasana Bali sebagai daerah wisata mancanegara.

Foto di samping ini adalah suasana bar dan dapur Warung Made. Deretan wine, racikan bumbu khas dan meja kasir…

Yang memakai celana putih dan baju hitam itu adalah Pak Made, si empunya warung yang pastinya sangat beruntung. Warungnya ramai dan laku keras. Pelanggannya juga bule-bule jadi otomatis penghasilannya ada dolarnya tuh ^^

Dari Warung Made, kami berpencar. Saya dan Fery memilih mencari sandal ke Joger, sementara kelompok ka Ewink mencari salon pijat terdekat untuk di spa. Memberanikan diri, saya mencari taksi dan menuju Joger. Tempat terkenal yang katanya harganya tak terlalu mahal. Benar saja, dibanding Krisna, harga sendal-sendal di JOGER lebih murah dan bekualitas. Setelah memperoleh apa yang kami cari, buru-buru kami mencegat mobil yang menuju Cental Park dimana bus kami parkir di sana.

Tujuan akhir setelah Joger adalah bandara Ngurah Rai. Bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta. Ada cerita lucu lho temans… Karena barang-barang saya bertambah banyak, tas saya kepenuhan. Dengan tergesa-gesa dan dibantu Mba Nunik, Fery dan Ibnu, saya memasukkan barang-barang itu dalam ransel dan tas khusus oleh-oleh yang sudah overload. Bener-bener lucu ekspresi kami waktu itu. Sayangnya ga ada yang ambil gambarnya sih ^^

Yang jelas, saya tetap merasa senang sekali bisa menginjakkan kaki di Pulau Dewata dan melihat sendiri keindahan pantainya. Meski beberapa hal membuat saya sedikit kecewa tapi tetap berkesan.

Thanx to Telkomsel dan maaf sempat memaki-maki ternyata salah sasaran, dan thanx juga untuk teman-teman baru yang asyik dan seru untuk pengalaman-pengalamn baru yang bener-bener berkesan buat saya. Especially thanx to my Lord Jesus yang menjawab doa saya di awal 2010, akhirnya saya sungguh-sungguh sampai di BALI ^^

Advertisements

21 thoughts on “MY LAST DAY in BALI

  1. more…more..more..

    gitu dong deb.. minta tambahan hari lagi trip ke balinya…

    btw, perasaan gak nyampe nie oleh oleh bali ke akyuu… gimana deb ?

  2. Pingback: Dreamland, Tanah Impian Di Bali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s