BALI FREE TRIP II

Hari ini menyempatkan diri di sela sibuknya mengerjakan semua tugas sendiri tanpa bos, saaya tetep semangat untuk menuliskan sedikiti pengalaman saya di Bali bersama teman-teman baru.

Karena terlalu bersemangat, saya, Fery, Ibnu dan Mba Nunik subuh-subuh sudah bangun dan berbenah menuju Tanah Lot yang ga juh dari loksi hotel Pan Pacific. Berbekaal semangat dan kamer masing-masing untuk bernarsis ria, kami menyusuri kompleks golf dan melewati rumah-rumah penduduk yang pastinya bernuansa Bali. Udara sejuk bercampur embun pagi menambah semngt kami berempt menyusuri jalan setapak yang menhubungkan loksi hotel dengan kawasan wisat Tanah Lot. Cuaca mendung tak mengurungkn niat kami untuk sampai di sana.

Sampai di bawah, kami dismbut oleh 2 orng petugas penjaga kuil di sana yaang menawarkan kami untuk membsuh wajah dan berdoa. Saya pribadi sih tidak terllu yakin tentang hal-hal mistik, karena saya percaya Tuhana lebih berkuasa di atas segalanya. Tapi karena penasaran, katanya air itu air tawar, maka iseng-iseng saya membasuh wajah saya di sana. Dan benar sjaa teman, entah daari mana air tawar itu. Kalo kata Mb Nunik sih air itu disambungkan dari PAM setempat untuk cari penghasilan orang-orang di sana dibilang aja itu tempat suci ^^ (entahlah….)

Yang jelas setelah diciprat-cipratin sama salah seorang Bapak penjaga, saya minta berfoto bersama mereka.

Setelah puas berkeliling dan berfoto, kami berempat kembali ke hotel dan sarapan masih sambil menikmati pemandangan laut lepas dari restoran dan mendengarkan suara ombak di kejauhan… sungguh kangen lagi menikmati suara dan udara di sana yang juh beda dengan Jakarta.

Kejadian setelah sarapan sepertinya ingin saya lewatkan karena disitulah saya dan rekan-rekan saya diremehkan oleh panitia penyelenggara acara yang sangat tidak profesional. Tapi kami terutama saya tetap berusaha menikmati perjalanan itu. Perjalanan hari itu dimulai dari hotel menuju Dreamland.

Dreamland… Awalnya saya pikir seperti Dufan yang penuh wahana permainan untuk anak-anak ternyata Dreamland bener-bener lahan impian… ^^

Pantainya luas dan pasirnya begitu bersih. Butuh tenaga ekstra untuk menuruni tanah licin yang menjadi satu-satunya cara menuju pantai indah itu. Karang-karangnya kokoh dan banyak ditemukaan di pinggir pantai. Cuaca siang itu begitu terik, tapi tak membuat saya enggan untuk mengabadikan keindahan langit dan ombak yang seakn menyatu di satu titik nun jauh di sana. Sungguh ajaib Tuhan… ^^

Tempat kedua setelah Dreamland adalah Kuta. Tempat yang terkenal di Bali sebagai pantai dengan pemndangan sunset terindah. Makanya kelompok kami dibawa ke sana, tapi sayangnya cuaca sore itu tak secerah cuaca siang di Dreamland. Daripada mengeluh kecewa, sayapun memutuskan  memanggil seorang ibu yang berjalan di sekitar pantai membawa alat-alat manicure untuk menghias kuku saya.Sambil dihias, sedikit-sedikit saya bertanya bagaimana kehidupan ibu itu di Bali. Ternyata, saya masih lebih tau Bali (setidaknya sdah ke Tanah Lot dan Dreaamland) daripada ibu itu yang setiap hari hanya sibuk mencari uang di pantai Kuta dan ga pernah tahu tempat lain selain Denpasar dan Kuta.

Ternyata kehidupan orang-orang Bali ga jauh beda dengan kehidupan di Jakarta. Ada yang sukses banget, ada yang susah bener. Dan di Bali tetep aja ada kemacetan ^^

Kami sempat berama-ramai menyusuri jalan penuh pertokoan di sepanjang jalan menuju Kuta. Sempat juga membelikan tas untuk adikku Obi. Untung saja ga jadi belanja banyak di sana karena setelah esok hariny ke Krisna (pusat oleh-oleh), harga di Kuta lebih mahal lho… dasar tempat wisata ^^

Setelah cukup lelah berjalan-jalan hari itu, kegiatan terakhir menjelang tidur adalah makan malam dengan ditemani musik dan tarian khas Bali yang disuguhkan pihak hotel. Penampilan penari-penari Bali yang matanya indah dan gerak kakinya yang lincah, akhirnya bisa saya nikmati langsung lho… Sungguh pengalaman tak terlupakan ….

Sekiaan dulu laporan saya tentang perjalanan ke Bali hari ke dua ini ^^

Advertisements

14 thoughts on “BALI FREE TRIP II

  1. Bener Deb, Dreamland bener-bener tanah impian. Sayang pas kita datang amat panas dan silau buat foto.

    Puas lah ya, jalan-jalan kita hari itu… 🙂

    Soal Air, beneran lho, saya merasa jadi orang paling bodoh sedunia saat itu. Bukan apa-apa, awalnya begitu percaya bahwa ada air suci, eh nggak taunya disedot oleh jet pump guede gitu, ya terang aja tawar….

  2. tp hasil fotony jd kayk film Baywatch toh Mba? 😀
    iy, g perhatiin tuh ada jetpump, tp kalo bener gt, g sopan jg yah beli-beli nya itu

  3. Oh…..sebuah temuan baru, terima kasih atas info dan masukannya mengenai air PAM tadi, segera menuju TKP tentang kebenarannya…kira-kira lokasinya sebelah mananya mbak, bisa sedikit di gambarkan ? sangat penting bagi kita semua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s