AGAMA

Waktu SD, pertama kali guru saya mengatakan bahwa pengertian dasar kata ‘agama’ secara etimologinya adalah ‘tidak rusuh’. Tapi alangkah ironisnya ketika setiap pagi dan malam sebelum dan sepulang kerja saya mendengar dan menyaksikan berita di TV tentang banyaknya kerusuhan yang terjadi akhir-akhir ini di negeri Indonesiaku tercinta.

Suatu malam, setelah begitu lelah membantu tante di rumahnya yang sedang ramai karena ada acara arisan, dengan taksi langganan saya, saya meluncur kembali ke kosan tercinta. Sembari menemani Pak Sopir yang mungkin agak lelah setelah dinas seharian, saya mengajaknya berdiskusi tentang situasi dan kondisi yang nyata terjadi di kota tempat aku mencari sesuap nasi ini, Jakarta….

Dimana-mana masih saja terlihat gelandangan, pengemis dan pengamen-pengamen. Belum lagi rumah-rumah kumuh di sekitar pelabuhan, jalan tol, rel kereta, bahkan di balik mewahnya gedung dan perumahan elite milik pengusaha-pengusaha sukses di kotaa besar nan berwarna-warni ini.

Pak Sopir mengingatkan saya tentang betapa bangsa ini sama sekali sudah ga punya rasa percaya pada siapapun, bahkan terhadap kalangan ‘pembela’ yang seharusnya memperjuangkan nasib ‘wong cilik’. Yahhhh, kejadian di Batam dan Tanjung Priuk jelas sekali memperlihatkan gejala krisis ‘respek’ terhadap aparat.

Saya semakin bingung, katanyaa negara Indonesia ini orang-orangnya ramah dan taat beragama, tapi memaknai kata ‘agama’ saja kok sulit yah. Masih banyak banget orang yang belum mengerti bahwa seharusnya ketika kita mengaku dengan lidah kita bahwa kita adalah makhluk yang mencintai dan mengakui keberadaan Tuhan, berarti kita HARUS juga meyakini dan mengasihi apa yang DIA sudah ciptakan ini. Bagaimana bisa kita bilang kita makhluk berTUHAN ketika kita ga mengasihi dan menghargai ciptaanNya? Cinta TUHAN kok buat rusuh, cinta TUHAN kok korupsi, cinta TUHAN kok ga perduli sama pengemis kecil di jalanan yang hidupnya penuh kekurangan? dimana nurani kita?

Dulu saya bangga menjadi warga negara Indonesia karena beragam kebaikan2nya, sekarangpun saya bangga, karena Tuhan masih mengasihi negara ini, meski telah terlalu banyak dosa yang terjadi di sini.

Dulu saya pikir negara Amerika yang menganut paham liberal dengan prinsip “Emang Gue Pikirin’ seperti itu adalah negara paling jahat. Ternyata kita semua bisa liat…berapa banyak bantuan yang telah Amerika berikan untuk negara-negara lain seperti Indonesia?
berapa banyak anak-anak yang menjadi warga negara disana bisa bersekolah gratis dengan hasil pengumpulan pajak?
Hm…apakah kita tak merasa bahwa kita adalah bangsa yang munafik? Yang mengatakan bahwa kita adalah negara beragama namun masih saja ga memiliki kasih dan cinta sesama?

Entah sampai kapan situasi seperti ini terus berlanjut… tapi seperti pesan saya pada Pak Sopir nan baik hati lagi ramah dan santun, bahwa kebaikan kecil dari setiap hati yang LURUS pasti akan mendapat jawaban indah suatu hari nanti…
sekalipun kita merasa, mengapa hanya saya yang LURUS, tapi percayalah temans, seperti nila merusak susu sebelanga, saya juga percaya setitik kebaikan suatu saat kan merusak sejuta kebobrokan…

Mari wujudkan makna AGAMA dalam kehidupan kita sehari-hari,

Salam damai!

Advertisements

7 thoughts on “AGAMA

  1. salam damai juga…:)

    kalau menurut saya sih, agama itu emang seharusnya dipahami dari lubuk hati yang paling dalam.
    sebagai manusia kita harusnya banyak2 memberi kesempatan kepada diri kita untuk mendengarkan hati nurani. masalahnya adalah karena sebagian besar orang mulai dituli-butakan oleh berbagai label duniawi semacam materi dan tahta sehingga tidak lagi mendengarkan hati nuraninya..ujung2nya ya tidak lagi nampak sebagai orang yang beragama..

    just my 2 cent..

    eh, salam kenal juga..hehehe

  2. karena kebanyakan petinggi negara ini tidak beragama
    atau mungkin mengaku beragama tapi tidak menjalankan agama masing2?

    • sayaa ras mungkin mererka beraagama tapi tidka menjalaankan agama masing-masing atau malah belum memaknai makna ‘beragama’ itu sendiri πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s