SEPENGGAL KISAH PERJALANANKU

Dalam perjalanan menuju Jogja beberapa bulan lalu, di kereta aku sempat memperhatikan sepasang remaja belasan tahun yang asyik bersenda gurau di sebuah bangku di sudut sana seakan dunia milik berdua. Sementara di hadapanku dua orang anak kecil, yang lelaki sekita 7 tahun dan yang perempuan sekitar 5 tahun bersenda gurau dengan gurat tawa yang sama. Yang satu begitu polos, yang satu begitu naif πŸ˜€

Diam-diam sesekali aku tersenyum melihat tingkah dua sejoli beda generasi di hadapanku.
Aku tak pernah seperti mereka yang di sudut sana… Aku mungkin tak pernah mengerti arti cinta monyet itu πŸ˜€ . Tapi mungkin aQ akan coba melukiskan perasaan mereka saat itu melalui seluruh gerak dan geriknya. Setiap gurauan melukiskan betapa tawa mereka mewakili perasaan bahagia. Setiap senyuman seperti pelangi yang berwarna warni, kadang senyum kesal, senyum manja, senyum jahil dan senyuman manis yang lebih sering terlukiskan di wajah mereka. Tapi seperti pelangi pula , semuanya seakan sementara … Karena di sana ada setitik rasa takut. Mereka takut kehilangan satu sama lain, seperti pasir sang wanita menggenggam prianya, seperti itu pula sang pria. Bahkan satu sms pria lain membuatnya begitu terbakar api cemburu. Seperti sengat mentari memudarkan warna pelangi…
Tak berapa lama mereka diam, dan sisa perjalanan mereka habiskan dengan wajah muram… aku tak tahu lagi apa yang terjadi setelah kereta memaksaku turun di stasiun Tugu.

Aku pernah seperti mereka yang dihadapanku. Yang begitu polos dan lugu. Yang tertawa ceria karena lelucon-lelucon yang menurutku tak terlalu lucu. Mereka memaknai setiap sentuhan dengan balasan yang sama. Kamu pukul, aku pukul, kamu gelitik, aku gelitik….
Ahhhh… aQ lebih ingin menjadi mereka yang bertingkah tak pernah terbeban…Yang melangkah begitu ringan dan penuh keyakinan. Meski sekeliling mereka terkadang khawatir mereka terjatuh…
Yang menangis ketika merasa sakit, tertawa dengan suara lepas tanpa beban apapun…
Yang melangkah tanpa memandang kamu berbeda dengan aku, kamu milikku dan aku milikmu…

Sampai akhir perjalanan pasangan kecil di hadapanku masih saja tanpa lelah saling melucu. Bahkan saat menuruni kereta keduapasang orangtuanya begitu kewalahan memisahkan mereka yang terus saling mengganggu. Tanpa sadar aku terkikih lucu memperhatikan mereka sembari menunggu sahabatku…

Ini hanyalah sepenggal cerita lucu perjalananku waktu itu…
semoga teman bisa memaknai semua yang kurasakan waktu itu πŸ˜›

^__^

Advertisements

4 thoughts on “SEPENGGAL KISAH PERJALANANKU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s